Marry You


done

Title: Marry You // Author: Areumdaun Lee // Cast: Donghae, You/Oc // Genre: Marriage Life–Romance // Rating: PG17 // Lenght: Oneshoot

.

.

.

“Bagiku arti dari sebuah kebahagiaan adalah saat aku berdiri disampingmu, menggenggam erat tanganmu, menemanimu dalam suka maupun duka. Tak peduli jika nanti rintangan datang menguji dan mencoba menjatuhkanku, aku akan tetap berdiri disampingmu dan tidak akan pernah melepaskan tanganmu. Sampai kapanpun itu, aku akan tetap setia bersamamu sampai akhir hidupku.”-Lee Hyun Ji.

“Kebahagiaan? Hmm, menurutku arti dari sebuah kebahagiaan adalah saat aku melihatmu berada didekatku. Melihatmu tersenyum dan tertawa bahagia, berbagi canda dan tawa bersamaku dan orang-orang yang kau sayangi. Aku merasa bahagia saat aku bisa menggenggam erat tanganmu dan memelukmu, membiarkanmu bisa mendengar detak jantungku dan merasakan hembusan nafasku. Jika suatu hari nanti Tuhan menguji diri kita masing-masing, aku tidak akan pernah melepaskan genggaman tanganku dan meninggalkanmu, tidak akan pernah. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri, berjanji pada keluargamu, dan berjanji pada Tuhan bahwa aku akan selalu ada disampingmu, menemanimu sampai akhir hidupku, menjagamu dengan segenap hati dan jiwaku, mempertahankanmu sampai maut memisahkan. Kaulah kebahagiaan sejatiku Ji-ya.”-Lee Donghae.

***************

October, 15th 2014 at HaeJi Weeding ..

*Hyun Ji Pov*

Entah sudah berapa kali aku menatap keluar jendela melihat orang-orang sudah mulai ramai dibawah sana, bertanya dalam hati ”Bagaimana penampilanku? apakah aku tampak cantik sekarang? lalu, bagaimana dengan make-up ku? apakah terlalu berlebihan atau tidak??” gumamku dalam hati seraya terus menatap keluar jendela.

Pagi ini aku benar-benar gugup, jantungku bahkan terasa seperti berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya. Perasaanku campur aduk.

Kuremas gaun putih yang membalut tubuhku, tanganku terus saja bergetar. Bahkan tak terasa kini tanganku sudah basah karena keringat.

Eonni, mau sampai kapan kau terus menatap keluar ke jendela melihat kumpulan orang-orang disana hah?” tanya seorang yeoja yang sontak membuatku menoleh kearahnya yang tengah berdiri diambang pintu kamarku.

Huh, tidak tahu Young-ah. Sekarang aku benar-benar gugup, diluar sana terlalu ramai. Kau tahu, saking gugupnya tanganku saja tidak berhenti bergetar dari tadi.” jawabku seraya menunjukkan kedua tanganku pada yeoja tersebut yang tak lain adalah adik tiriku, Hwang Sooyoung.

Sooyoung menghampiriku dan berdiri dibelakangku. Dia merangkul tubuhku, membuatku merasa sedikit lebih tenang saat tubuhnya mendekapku.

“Kau tahu, eonni. Kurasa perasaan gugupmu itu akan segera hilang, karena itu akan segera berganti dengan rasa bahagia yang sebentar lagi akan menyambutmu. Jadi tenanglah, Nona Lee.”

“Ya! jangan bicara seperti itu Young-ah! kau malah semakin membuatku gugup, kau tahu hah?” rutukku seraya menepuk-nepuk pipi Sooyoung. Dia hanya tertawa kecil dibelakangku.

“Kekekekk, mianhae eonni. Aku kan hanya berusaha menenangkanmu, bukan semakin membuatmu takut. Lagi pula apa yang takutkan dari sebuah pernikahan eonni? bukankah menikah itu adalah hal yang membahagiakan.”

“Kau tahu apa hah, Nona Hwang? Kau menikah saja belum dengan Tuan Cho Evil mu itu, sudah sok tahu memberitahuku apa arti pernihakan. Ciih .. dasar nona sok tahu!” ledekku seraya memasang tampang cuek. Sooyoung hanya manyun mendengar ucapanku seperti itu.

“Ya! setidaknya eomma selalu mengingatkanku bahwa aku tidak harus cemas ataupun gugup ketika hari pernikahanku tiba Nona Lee! Lagi pula sekarang kan yang menikah lebih dulu adalah dirimu, eonni. Jadi aku masih bisa bernapas lega. kekekekekk …” Sooyoung tertawa begitu melihat wajahku langsung cemberut saat mendengar apa yang baru saja ia katakan.

Aku tahu sekarang memang pernikahanku, dan aku juga tahu eomma selalu menasihatinya agar tidak gugup saat menikah nanti. Tapi eomma juga selalu mengingatkanku agar tidak gugup atau pun takut, hasilnya meskipun selalu dinasihati eomma aku tetap saja merasa gugup.

Saat aku tengah mencoba menikmati pelukan Sooyoung yang membuat perasaanku menjadi lebih baik, tiba-tiba saja seorang namja masuk kedalam kamarku. Aku dan Sooyoung pun segera menoleh kearah namja tersebut.

Noona, semuanya sudah menunggumu. Kajja! kau harus turun sekarang.” ucap Kyuhyun yang kini mengulurkan tangan kanannya.

Aku menatap kearah Sooyoung yang berdiri disampingku, dia mengangguk dan tersenyum padaku. Kemudian aku kembali menoleh kearah Kyuhyun dan menerima uluran tangannya.

“Tuntun eonni ku dengan hati-hati Tuan Cho! Jangan sampai dia terjatuh!” ucap Sooyoung.

“Tahu .. aku tahu, Nona Hwang! kau pikir aku akan mencelakai calon kakak iparku hah?” Kyuhyun menjawab ucapan Sooyoung seraya melancarkan death glare nya. Aku hanya tersenyum simpul menatap keduanya yang membicarakanku seperti itu.

“Baiklah, ayo Kyu! Kita turun sekarang.” ucapku seraya menghembuskan napas pelan.

Kyuhyun mengangguk kemudian kami pun keluar kamar, segera turun menemui anggota keluarga yang lainnya.

Saat menuruni tangga aku hanya mampu menundukkan wajahku, kemudian tanganku refleks mencengkram lengan Kyuhyun erat-erat. Detak jantungku kembali berdegub kencang. Kyuhyun bahkan sempat menoleh padaku dan berbisik padaku.

“Ya, Noona jangan mencengkram lenganku terlalu keras. Sakit!” bisik Kyuhyun yang membuatku langsung menoleh padanya.

“Ah, Mianhae .. Kyu.” jawabku seraya berbisik padanya, lantas kembali menundukkan wajahku.

Begitu sampai dibawah, Appa langsung mengulurkan lengannya, aku pun kini berpindah menautkan tanganku dilengan Appa.

Kami pun segera menuju ke altar, dimana di sana aku akan segera mengucapkan janji suci dihadapan Tuhan.
Lagi-lagi detak jantungku semakin tak terkontrol saat kakiku sampai didepan altar. Aku menarik napas dalam lantas menghembuskannya perlahan-lahan.

Terlihat di ujung sana seorang namja dengan tuxedo hitamnya tersenyum kearahku. Melihat senyumannya seperti itu membantuku mengatasi rasa gugup yang menjalar di hatiku.

“Kuserahkan putriku padamu, Hae-ya. Jaga dia baik-baik, Arracthi?” ucap Appa pada Donghae yang berdiri didepannya.

Donghae tersenyum dan sedikit membungkukkan badannya.

Arraseo, akan kujaga putrimu dengan segenap jiwa dan ragaku.” jawab Donghae seraya tersenyum dan menoleh kearahku. Aku ikut tersenyum menatapnya, wajahnya benar-benar membuat perasaan gugupku hilang seketika.

“Baiklah, kalau begitu bisa kita mulai pernikahannya?” tanya pendeta yang berdiri didepanku dan Donghae. Aku dan Donghae serentak mengangguk bersamaan menjawab pertanyaan pendeta tersebut.

“Donghae apakah kau bersedia menerima Kim Hyun Ji, wanita yang sekarang berdiri dihadapanmu sebagai istrimu?”

“Ya, aku bersedia.” jawab Donghae seraya menatapku dengan lembut. Lagi-lagi bibir tipisnya membentuk sebuah senyuman.

“Dan Kau, Hyun Ji. Apakah kau bersedia menerima Lee Donghae, pria yang sekarang berdiri dihadapanmu sebagai suamimu?”

“Ya, aku bersedia.” jawabku seraya tersenyum pada Donghae yang juga masih tersenyum padaku.

“Baiklah, kalau begitu ucapkan janji suci kalian dihadapan Tuhan, mulai dari mempelai pria dulu.” ucap pendeta tersebut.

Tampak Donghae kini tengah menarik napas dalam-dalam, kemudian menghembuskannya perlahan. Dan detik berikutnya kalimat itu pun muncul dari mulutnya.

“Aku Lee Donghae, memintamu Kim Hyun Ji menjadi istriku, pendamping hidupku, dan ibu dari calon anak-anakku nanti. Menerimaku dengan segenap hati. Berjanji akan selalu mencintai, menyayangi dengan tulus, selalu berdiri didekatku, menemaniku sampai akhir hidupku, merangkulku dan menggenggam tanganku dalam sehat maupun sakit, dalam duka maupun suka. Selalu bersamaku sampai akhir hidupku.”

Kalimat itu meluncur dari mulutnya tanpa beban sama sekali, suaranya tegas, setiap katanya terdengar mantap dan penuh dengan keyakinan. Aku bahkan hampir menangis mendengarnya mengucapkan janji sucinya.
Kini giliranku yang mengucapkan janji suci dihadapan Tuhan, aku mulai menarik napas dalam dan sedetik kemudian menghembuskannya perlahan-lahan. Detik berikutnya aku mulai mengucapkan janji suciku.

“Aku Kim Hyun Ji, menerimamu Lee Donghae sebagai suamiku, pendamping hidupku, dan ayah dari calon anak-anakku nanti. Aku menerimamu dengan segenap hatiku. Aku berjanji akan selalu mencintaimu, menyayangimu dengan tulus, selalu berdiri didekatmu, menemanimu sampai akhir hidupku, merangkulmu dan menggenggam tanganmu dalam sehat maupun sakit, dalam duka maupun suka. Selalu bersamamu sampai akhir hidupku.”

Begitu selesai mengucapkan janji suciku, aku tak mampu menahan air mata yang sedari tadi kutahan dan akhirnya kubiarkan kini pipiku basah oleh butiran bening yang mengalir dari kedua mataku. Aku tersenyum kearah Donghae yang berdiri didepanku, dia juga ikut tersenyum dan dapat kulihat Donghae juga sepertinya hampir menangis. Menangis bahagia.

“Baiklah, dihadapan Tuhan Yang Agung, kini kalian resmi menjadi pasangan suami-istri. Silahkan cium pasangan kalian.”

Donghae mulai melangkahkan kakinya satu langkah kearahku, dan dia pun mulai menciumku. Pertama dia mendaratkan bibirnya di keningku cukup lama, kemudian mulai mengecup bibirku. Sekali lagi butiran bening dari kedua bola mataku jatuh membasahi pipiku saat Donghae tengah menciumku.

***************

Setelah mengucapkan janji suci didalam altar tadi, kini kami berdiri didepan gereja. Aku membelakangi para undangan dan bersiap melepar bunga yang ada ditanganku.

“Baiklah, siap-siap semuanya! Hana, dul, set!” seruku seraya melepar bunga kearah belakang. Kemudian membalikkan badan, melihat siapa yang berhasil menangkap bunga yang tadi kulempar.

“Ya! Selamat hyung! Kurasa kau akan segera menyusul nantinya!” seru Kangin oppa begitu tahu ternyata Yesung oppa yang mendapatkan bunganya. Aku hanya tertawa mendengar ucapan Kangin oppa dan melihat wajah Yesung oppa yang memerah karena mendengar ledekan Kangin oppa.

Kami kembali ke villa dan mulai menikmati hidangan disana. Sekarang aku sudah tidak terlalu gugup dan takut lagi, perasaanku kini berganti menjadi sangat bahagia. Bahagia karena sekarang aku sudah menempuh kehidupan baru bersama seseorang yang sangat kucintai.

Aku pun segera bergabung dengan Sooyoung, Kyuhyun, Shin Ae, dan Jaewoon oppa.

“Halo, Tuan-tuan yang tampan dan Nyonya-nyonya yang cantik!” seruku pada mereka yang berdiri didepanku.

“Ah! Selamat eonni! Sekarang kau resmi menjadi bagian dari keluarga Lee!” Sooyoung langsung menghambur kearahku dan memelukku erat-erat.

“Ya, ya, ya!! Hentikan Young-ah! Kau membuatku sesak! Cepat , lepaskan aku!” seruku seraya berusaha melepaskan pelukannya.

Sooyoung hanya tertawa dan akhirnya melepaskan pelukannya.

“Selamat noona. Selamat menempuh hidup baru dan semoga bahagia sampai akhir hayat nanti. Jaga manusia ikan itu baik-baik, oke?” ucap Kyuhyun seraya tersenyum jahil padaku.

“Terima kasih Kyuhyun-ah. Baik, kau tenang saja Kyuhyun-ah aku pasti menjaganya dengan baik.” jawabku seraya menepuk-nepuk bahunya, sebuah senyuman muncul dibibirku saat membicarakan Donghae.

“Ah iya! Aku sudah tak sabar menunggu hari pernikahanmu Kyuhyun-ah, cepatlah menikah dengan Sooyoung dan buat dia menjadi gugup segugupnya hingga dia tak bisa tidur semalaman. Aku ingin lihat bagaimana wajahnya jika ia akan menikah nanti.” timpalku seraya melirik Sooyoung yang berdiri disamping Kyuhyun.

Kyuhun menoleh pada Sooyoung, ekspresinya terlihat lucu sekali dengan mulut mengangga saking tak percayanya dengan apa yang kukatakan barusan.

“Apa? Apa maksudmu noona?” tanya Kyuhyun seraya menatap bingung kearahku, aku hanya tersenyum jahil menatapnya dan Sooyoung.

“Ya! kenapa kau bicara seperti itu padanya eonni?! Diamlah Nona Lee, jangan membuatku malu di depan umum!” seru Sooyoung seraya mencubit tanganku. Aku hanya meringis dan detik kemudian tertawa melihat ekspresi lucu adikku itu.

“Ooh .. aku tahu. Oke noona, kau tenang saja. Akan kubuat Nona Hwang ini tidak bisa tidur saat hari pernikahannya tiba! Hahahahahaa ..” Kyuhyun tertawa puas saat ia menangkap maksud dari ucapanku tadi, kini setan dalam dirinya bangkit dan siap melakukan aksi gilanya.

Mendengar apa yang baru saja Kyuhyun ucapkan, Sooyoung hanya diam menundukkan wajahnya yang memerah karena malu. Aku, Kyuhyun, Shin Ae, dan Jaewoon oppa tertawa melihat wajah Sooyoung yang memerah karena malu akibat ucapanku dan Kyuhyun barusan.

Aku kemudian menoleh pada Shin Ae yang berdiri didepan Kyuhyun. Dia tengah menggendong seorang anak perempuan berumur 1 tahun.

“Selamat Ji-ya. Akhirnya kini kau menikah juga, aku turut bahagia bersamamu.” ucap Shin Ae seraya tersenyum lebar kearahku.

“Ya, Ji-ya.Selamat, aku juga turut bahagia bersamamu.” timpal Jaewoon oppa yang tak lain adalah suami dari sahabatku, Shin Ae.

“Ya, terima kasih oppa. Dan terima kasih juga kalian sudah datang hari ini, aku senang melihat kalian kembali setelah 2 bulan ini tidak bertemu.” ucapku seraya menggenggam tangan mungil putri sahabatku yang sedang tertidur dalam gendongan ibunya.

***************

*Donghae Pov*

Kini aku sedang berdiri di hadapan tamu undangan seraya menggenggam sebuah mikrofon. Mencoba menarik perhatian orang-orang sekitar yang sedang menyantap hidangan makanan yang disediakan.

“Halo? Semuanya .. ah, maaf mengganggu sebentar. Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku akan menyanyikan sebuah lagu untuk istriku tercinta, Lee Hyun Ji.” ucapku seraya mengedarkan pandanganku kesekitar tamu undangan yang hadir.

Saat mataku menatap sosok yeoja didepan sana yang mengenakan gaun putih, kembali kurasakan kedua ujung bibirku terangkat membentuk sebuah senyuman.

Aku tersenyum saat melihat Hyun Ji yang kini tengah berdiri bersama Soo Young, Kyuhyun, Shin Ae dan Jaewoon hyung.

“Ji-ya, maukah kau naik ke atas sini dan bernyanyi bersamaku?” tanyaku yang langsung membuat riuh suasana sekitar. Orang-orang mulai bertepuk tangan dan banyak juga yang bersiul. Bahkan aku sempat melihat hyungdeul dan dongsaengdeul berdiri bersamaan seraya bertepuk tangan dengan semangat. Aku hanya tertawa kecil menatap mereka.

Kembali aku menoleh kearah Hyun Ji yang masih tetap berdiri ditempatnya, dia tersenyum kearahku.

“Hyun Ji-ya, maukah kau bernyanyi bersamaku?” tanyaku sekali lagi yang kembali membuat suasana menjadi riuh oleh suara siulan dan tepuk tangan.

Kulihat kini Hyun Ji sedang berjalan kearahku, bibirnya tak henti-tentinya terus tersenyum padaku dan tamu undangan.
Begitu dirinya sampai dihadapanku, segera kuulurkan tangan kananku untuk menuntunnya naik keatas panggung kemudian menuntunnya duduk didepan piano.

“Ayo! Kita mulai.” ucapku seraya mengangguk dan tersenyum pada Hyun Ji yang duduk disampingku. Detik berikutnya mulai terdengar lantunan nada-nada dari piano yang sedang kumainkan, kami pun bernyanyi bersama.

The loneliness of night alone
The search for strenght to carry on
My every hope has seemed to die
My eyes had no more tears to cry
Then like the sun shining up above
You surrounded me with your endless love
Coz all the things i couldn’t see are now so clear to me

You Are My Everything
Nothing your love won’t bring
My life is yours alone
The only love i’ve ever known
Your spirits pull’s me through
When nothing else will do
Every night i’m pray
on bended knee
That you will always be
My Everything

Begitu aku dan Hyun Ji selesai menyanyikan lagu, tepuk tangan pun kembali terdengar. Kali ini lebih ramai lagi daripada sebelumnya.

Aku dan Hyun Ji tersenyum pada para tamu undangan, lantas membungkukkan badan bersamaan. Hyun Ji menoleh padaku dan tersenyum, aku pun segera merangkul pinggangnya dan mencium keningnya.

“Ya! Donghae-ya, selamat! Kau beruntung karena telah memiliki Hyun Ji sekarang! Jaga dia baik-baik, kau dengar itu manusia ikan?!” seru Heechul hyung yang berdiri jauh didepanku, sontak aku pun menoleh dan menjawab ucapannya.

“Kau tenang saja hyung! Tanpa kau minta pun aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk menjaga Nona rusuh ini!” seruku yang langsung membuat para tamu undangan tertawa saat aku bicara seperti itu.

Hyun Ji yang berdiri di sampingku membelalakan matanya dan mencubit perutku, aku hanya meringis dan kemudian tertawa.

“Ya! Hyung, Jika nanti kau sudah memiliki rumah .. bolehkah Hyun Ji tetap datang ke dorm? Aku masih ingin tetap bereksperimen didapur bersamanya!” seru Ryeowook yang kemudian dijawab oleh Hyun Ji.

“Aku akan tetap main ke dorm Ryeowook-ah, kau tenang saja! Kita bisa kembali bereksperimen lagi nantinya! Kau dengar itu Ryeowook-ah?!” seru Hyun Ji.

Aku hanya tersenyum mendengar kalimat yang baru saja meluncur dari mulutnya, Hyun Ji dan Ryeowook memang suka memasak bersama di dorm saat Hyun Ji meluangkan waktunya bersama member SJ lainnya di dorm.

Kami berdua pun akhirnya turun dari panggung dan bergabung bersama Appa dan Eomma yang sedari tadi sudah menunggu kami.

“Ah .. kemarilah anakku, selamat ya. Sekarang kau sudah menikah, hiduplah bahagia bersama suamimu.” ucap eomma Hyun Ji. Hyun Ji hanya mengangguk menjawab pertanyaan eomma-nya.

“Donghae-ya, jaga Hyun Ji baik-baik, hmm? Aku tahu kau akan menjadi suami yang baik untuknya. Cintailah putri kami dengan tulus.” ucap Appa Hyun Ji seraya menepuk-nepuk bahuku.

“Iya, Aboeji. Aku akan mencintainya dengan tulus, kau bisa percaya padaku.” jawabku seraya tersenyum pada Ayah mertuaku.

Kali ini eomma-ku dan Donghwa hyung yang menghampiriku, mereka memelukku bergantian.

“Selamat Hae-ya, eomma turut bahagia bersamamu. Sekarang kau sudah menikah menyusul kakakmu, jagalah Hyun Ji baik-baik. Mengerti?”

“Iya, eomma.Aku mengerti.” ucapku seraya mengecup kening eomma.

Donghwa hyung menepuk bahuku dan tersenyum padaku.

“Selamat, Donghae-ya. Appa pasti bangga padamu sekarang, putra bungsunya akhirnya menikah juga.” ucap Donghwa-hyung yang langsung membuatku tak bisa menahan air mataku karena teringat pada Appa yang kini tak ada disampingku.

Hyun Ji langsung menghampiriku dan memelukku, mencoba menenangkan diriku karena tidak bisa menahan emosiku. Donghwa hyung bahkan langsung ikut memelukku, mencoba menenangkanku juga.

“Tidak apa-apa, Hae-ya. Tak apa jika kau menangis, aku tahu kau pasti menangis karena bahagia bukan? Sudahlah .. Appa juga pasti juga sedang melihatmu sekarang. Tersenyumlah!” aku hanya mengangguk dalam pelukan hyung-ku.

Kemudian melepaskan pelukan hyung-ku. Donghwa-hyung benar, aku harusnya tersenyum sekarang. Tersenyum karena sudah berhasil menemukan pasangan hidupku dan membawanya dalam pernikahan yang sempurna. Meskipun tanpa adanya sosok Appa di sampingku, aku tahu bahwa sekarang Appa sedang berada di sampingku saat ini.

“Donghwa oppa benar, Hae-ya. Tersenyumlah, ayo berikan senyumanmu yang paling manis!” Hyun Ji menghapus air mataku. Kemudian aku menuruti kata-katanya, aku tersenyum padanya, pada eomma dan hyung, dan juga pada mertua-ku.

***************

*Author Pov*

Donghae telah berhasil menemukan cintanya, cinta yang membuat dirinya menjadi utuh sepenuhnya. Begitu pun dengan Hyun Ji, ia juga telah berhasil menemukan cintanya, cinta yang membuat dirinya merasa menjadi yeoja paling beruntung didunia karena bisa memiliki Donghae seutuhnya. Namja yang digilai oleh setiap yeoja diseluruh dataran seoul dan diseluruh dunia.
Meskipun pernikahan keduanya terasa kurang lengkap dengan tidak adanya kehadiran ayah Donghae, mereka tetap merasa bahagia. Karena dengan begitu keduanya tetap bisa membagi kebahagiaan mereka pada sosok Appa Donghae disurga sana. Pernikahan mereka tetap terasa sempurna meskipun ada satu kekurangannya, yaitu sosok ayah untuk Donghae yang bisa berdiri bersamanya disampingnya.

Tuhan memang sudah mengatur setiap jalan kehidupan umatnya.
Pernikahan Donghae dan Hyun Ji yang terjadi sekarang adalah salah satu contohnya, bukan secara kebetulan keduanya bertemu beberapa tahun lalu dan tiba-tiba kini sudah resmi menjadi pasangan suami-istri.
Ikatan diantara keduanya makin terasa sempurna sekarang setelah tadi mengucapkan janji suci dialtar dihadapan Tuhan. Ikatan suci yang akan membawa mereka sampai pada akhir kehidupan, ikatan suci yang akan membuat mereka saling setia dan saling mencintai satu sama lain.

.

.

.

*Fin*

Halo lagi^^

FF absurd lagi-lagi terpampang di blog ini dan pastinya hasilnya (mungkin) kurang memuaskan T.T

Untuk sekedar informasi sebenarnya ff ini sudah pernah publish di blog aku yang lama (http://mustikadewi0698.wordpress.com) tapi sekarang aku publish lagi disini dengan adanya refisi di beberapa bagiannya. Maaf kalo banyak typo dimana-mana dan ngga lupa juga aku ucapin makasih buat yang udah baca ff ini.

Jangan lupa meninggalkan jejak kalian di kolom komentar.^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s