On And On


Henry Lau - My Mochi

¶ Title: On and On | Author: Areumdaun Lee | Cast: Henry Lau, You/Oc | Genre: Fluff | Rating: General | Lenght: Drabble ¶

.

Special Present For: Henry Lau

.

Lantunan nada-nada indah dari tuts piano di aula terdengar begitu menenangkan. Membuat siapapun yang mendengarkannya pasti tidak akan beranjak dari tempatnya.

Termasuk Kim Yongsub.

Gadis itu terus meluruskan pandangannya ke arah seorang pria yang duduk di balik piano nya beberapa meter di depannya. Pria itu adalah Henry Lau–kekasihnya. Ia terlihat begitu serius ketika jemarinya menekan setiap tuts piano nya seolah Ia ingin membuatnya terdengar sempurna. Dan itu benar, permainan piano nya memang terdengar sempurna.

Yongsub bahkan menyukainya. Sangat menyukainya.

Henry memang pandai memainkan alat musik yang satu itu. Pria itu bahkan tidak segan-segan menunjukkan kemampuan bermusiknya dan berbagi mengenai musik bersama anak-anak di panti asuhan yang biasa Ia kunjungi. Seperti sekarang.

Setelah di rasa cukup Henry kemudian berdiri dari duduknya. Melemparkan tatapan penuh arti dan juga senyum hangatnya pada anak-anak yang kini menatapnya dengan raut kecewa yang terpetak jelas di wajah mereka. Merasa kurang puas dengan permainan piano yang di lakukan Henry.

Oppa, kenapa berhenti? Kami masih ingin mendengarnya.” ucap salah satu anak di sana.

Henry tidak langsung menjawab pertanyaan yang di lontarkan anak tersebut padanya. Ia hanya terkekeh kemudian menjawab.

“Daehee-ya, maafkan oppa. Tapi kita memang sudah harus berhenti dulu. Sekarang sudah waktunya untuk kalian makan siang. Apa kau tidak lapar, hm?” jawab Henry seraya balik bertanya.

“Tidak! Kita tidak lapar, hyung. Melihat hyung memainkan piano itu sudah membuat kami kenyang. Sungguh.” sahut Leo yang duduk di tengah aula.

Mendengar itu Henry kembali terkekeh. Bahkan beberapa anak di sana juga ikut tertawa mendengar celetukan Leo. Leo benar, mereka semua memang merasa tidak lapar meskipun jam makan siang mereka sudah hampir habis. Itu karena mereka begitu menikmati waktu mereka bersama Henry. Menghabiskan waktu mereka hanya dengan mendengarkan pria itu memainkan piano saja sudah membuat mereka lupa waktu.

Tepat saat Henry ingin kembali bersuara, seseorang sudah lebih dulu bicara hingga mau tidak mau Henry harus menahan ucapannya.

Henry menoleh, mendapati Yongsub kini tengah berjalan ke arahnya. Pria itu langsung tersenyum senang mendapati kehadiran Yongsub di hadapannya.

“Ya, kalian harus istirahat. Dan kalian tidak boleh membuat Henry oppa kelelahan setelah ini. Henry oppa harus istirahat agar dia bisa tetap memainkan piano nya untuk kalian.”

“Yongsub eonni!” pekik seluruh anak perempuan di sana.

Yongsub tersenyum lembut begitu Ia tiba di depan anak-anak tersebut. Wajahnya yang cantik semakin terlihat cantik saat Ia tersenyum seperti itu.

Gadis itu kemudian melirik Henry yang berdiri beberapa langkah darinya. Keduanya bahkan saling menahan senyum mereka saat pandangan mereka bertemu. Membuat beberapa anak yang menyaksikan itu pun iseng bersiul-siul ataupun berdeham keras untuk menggoda keduanya. Membuat suasana berubah menjadi sedikit berisik.

“Aish .. Noona, kau merusak mata kami jika melihat Henry hyung seperti itu.”

Eoh, itu benar. Ya! Pikiran kami ternoda oleh kalian oppa, eonni!”

Oppa, eonni .. kalian jangan berpacaran di depan kami!”

Henry dan Yongsub langsung menoleh ke arah anak-anak tersebut. Mata mereka sedikit terbelalak saat mendengar kata ‘berpacaran’ yang di lontarkan oleh salah satu anak di sana.

“A—apa?”

Keduanya lalu terlihat salah tingkah begitu mendengar beragam protes yang di lontarkan oleh beberapa anak di sana. Henry bahkan sampai refleks berpura-pura menelusupkan tangannya ke rambutnya, sementara Yongsub sendiri pura-pura merapikan dress nya.

Dan hal itu sontak membuat semua anak yang ada di aula akhirnya tertawa puas menggoda keduanya. Semakin membuat Henry dan Yongsub salah tingkah di depan mereka. Keduanya bahkan bisa merasakan wajah mereka mulai memerah karena malu.

Aigo .. kalian terlihat lucu jika seperti itu oppaeonni.” celetuk Inyoung yang lagi-lagi membuat Henry dan Yongsub menoleh. Kali ini mereka menatapnya seraya melayangkan death glare mereka. Membuat Inyoung langsung tertawa dibuatnya.

Yongsub mengerjap pelan, kemudian berucap. “Y–ya! Inyoung-ah, kau—”

“Ah .. noona tidak usah pura-pura kesal begitu. Aku tahu noona pasti grogi ‘kan sekarang?” sergah Taewoong, membuat Yongsub harus menahan ucapannya. Sialnya, Yongsub bahkan merasa bahwa wajahnya sudah benar-benar merah seperti udang rebus sekarang.

“Ta–Taewoong, jangan seperti itu. Kau membuat kami—”

“Membuat oppa dan eonni grogi? Iya ‘kan?” sahut Hana lebih dulu, membuat Henry juga mau tidak mau harus menggantung ucapannya seperti Yongsub.

Suara tawa pun akhirnya kembali terdengar dari mulut anak-anak tersebut. Membuat seluruh sudut aula lagi-lagi terdengar ramai karenanya. Sungguh, saat ini Henry dan Yongsub benar-benar tidak bisa berkutik. Keduanya bahkan hanya bisa membungkam mulut mereka saat anak-anak itu senang menggoda mereka.

Ya, Henry dan Yongsub sama-sama mati kutu di sana. Terlihat konyol di depan anak-anak tersebut. Mereka hanya bisa menundukkan wajah mereka, mencoba menyembunyikan rona merah di wajah mereka yang terus menerus menggerayangi kulit wajah mereka. Sementara itu bibir mereka tidak bisa berhenti tersenyum karenanya.

Sungguh demi apapun, rona merah di wajah mereka membuat Henry dan Yongsub semakin salah tingkah di hadapan anak-anak itu. Tapi meskpun begitu keduanya diam-diam menikmati saat-saat seperti ini. Diam-diam keduanya merasa bahagia. Entahlah, rasanya seperti ada ribuan kupu-kupu yang menggelitik isi perut keduanya.

Aneh namun menyenangkan.

.

.

.

*Fin*

Hai, Areum nongol lagi di bagian akhir/? *Krikkrikkrik*

Berkaitan dengan ulang tahun oppa ku tercinta yang juga tak luput dari kasih sayangku (okay, ini mungkin agak berlebihan. So, skip aja gapapa) Ini sebenarnya special gift untuk Henry oppa. Karena hari ini kelahiran Henry oppa jadi aku sempet-sempetin buat satu project ff untuknya.

Aku gatau ini jadinya bagus atau ngga. Hm, mungkin keliatannya standar dan ngga berbobot banget deh. Judulnya nyambung apa ngga itu aku ngga tau/? Untuk itu sorry for bad fanfict. Aku cuma bisa buat yang segini-gini aja T.T sorry banget.

Selamat ulang tahun Uri Mochi, Henry Lau♥

Tetap sehat ya di sana oppa, panjang umur juga. Semoga kariernya semakin baik setiap tahunnya. Aku gatau harus ngomong apa lagi, ini takut kepanjangan dan jadinya malah nyepam di sini (Areum takut ada yang protes nantinya-,-) Intinya selamat ulang tahun buat kamu oppa. Aku sayang kamu. Aku juga cinta kamu (tapi porsi full nya cuma buat Donghae ya xD hhehee) Love U oppa! :*

Oh iya, thanks buat yg udah mau mampir. Jangan lupa tinggalin jejak kalian ya. Satu kata pun gapapa, Areum tetep bakal apresiasi-in banget kok ‘-‘ 

Big Thanks~

Your friend — Areumdaun Lee

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s