When You’re Gone #3


His .. My Star, My Moon

♠ Title: When You’re Gone #3 | Author: Areumdaun Lee | Cast: Lee Donghae, Park Jung Soo, You/Oc | Genre: Drama-Angst | Rating: General | Lenght: Series ♠

.

Previous: [Hyaline] | [She’s Gone] | [Talking To The Moon] | [She’s .. Someone Like You] | [When You’re Gone #1] | [When You’re Gone #2]

.

Di dalam sebuah ruangan yang tidak terlalu besar itu aroma obat dan juga suara bising dari peralatan medis di samping ranjang membuat Hyunmi tidak lagi memusingkannya. Gadis itu hanya terus mengarahkan iris matanya pada seseorang yang kini tengah terbaring tak sadarkan diri.

Hyunmi tersenyum miris.

Tatapan yang terpancar di matanya saat ini terlihat begitu sendu. Seakan menunjukkan bahwa dirinya merasa iba melihat keadaan seseorang tersebut. Seseorang yang tidak lain adalah Lee Donghae.

Hyunmi lalu menundukkan pandangannya, merasa tidak kuasa terus menatap Donghae yang terkulai tidak berdaya di atas ranjang serba putih itu. Kemudian pikirannya kembali teringat pada kejadian beberapa jam lalu saat Ia dan Jungsoo menemukan Donghae di apartemennya dalam keadaan sudah tidak sadarkan diri dan bersimbah darah.

Sungguh, untuk pertama kalinya Hyunmi merasa tidak berdaya saat Ia melihat keadaan Donghae di sana. Hyunmi merasa seketika tubuhnya tiba-tiba mendadak lemas saat menemukan pria itu dengan beberapa luka di tubuhnya. Karena jauh sebelum ini Hyunmi tidak pernah melihat Donghae melakukan hal se-mengerikan itu pada dirinya sendiri.

Ya, Hyunmi tidak pernah melihat pria itu melukai dirinya sendirinya.

Eonni, bagaimana ini?” gumam Hyunmi seraya kembali mendongakkan wajahnya. Memberanikan diri untuk menatap wajah Donghae yang tengah terlelap, kemudian melanjutkan. “Dia telah melukai dirinya sendiri. Bahkan Ia nyaris merenggang nyawa karena kehabisan darah.”

Hyunmi mulai merasakan panas di pelupuk matanya. Pandangan gadis itu perlahan mulai memudar karena kristal bening memenuhi pelupuk matanya.

“Hyunji eonni, aku takut.” gumam Hyunmi lagi. Tangannya tanpa sadar kini mulai meremas tas selempangnya. “Dia berubah setelah kepergianmu. Donghae benar-benar berubah setelah kau pergi, eonni. Sekarang aku harus bagaimana? Kumohon, bantu aku eonni. Bantu aku untuk tetap disini dan memenuhi janjiku padamu.”

.

.

Sementara itu di lain tempat Jungsoo yang semula meminta ijin pada Hyunmi untuk kembali ke apartemen Donghae, kini tidak tahu harus bagaimana saat pria itu sudah berada di kamar Donghae. Tempat yang semula menjadi titik temu saat Donghae bersimbah darah sebelumnya sudah Ia bersihkan. Jungsoo bahkan sudah merapihkan beberapa perabot yang semula berserakan di lantai kamar Donghae.

Saat ini Jungsoo tengah duduk di sisi ranjang, tatapan pria itu terlihat menerawang saat manik matanya tengah tertuju pada sebuah figura berukuran kecil di atas meja nakas di samping tempat tidur.

“Aku merindukanmu, Hyunji.” ucap Jungsoo pelan.

Pikiran Jungsoo saat ini kembali dipenuhi oleh bayang-bayang Hyunji saat gadis itu masih hidup. Kenangannya bersama Hyunji kembali menyeruak memenuhi memorinya, membuat Jungsoo merasa sesak karenanya.

“Kau tahu, Hyunji ..” Jungsoo menggantung kalimatnya. Ia tersenyum tipis seraya mengusap kaca figura yang digenggamnya kemudian melanjutkan. “Keadaan sudah benar-benar berubah sekarang. Bahkan menurutku dunia tidak lagi seindah dulu saat kau masih disini.”

Jungsoo menghela napas berat saat Ia merasakan kedua matanya memanas, perih mulai mengganggu penglihatannya. “Hyunji–ya, aku benar-benar merindukanmu. Rasanya sulit sekali melepaskan semua ingatan tentang dirimu. Bahkan .. aku rasa, aku bahkan sama seperti Donghae. Aku juga belum bisa menerima kepergianmu sepenuhnya.” ucap Jungsoo lagi. Ia semakin mempererat genggamannya pada sisi figura yang dipegangnya. “Hyunji–ya, kau tahu .. setelah kau pergi, kehidupanku dan juga Donghae sudah tidak lagi seperti dulu. Kami benar-benar merasa kehilangan dirimu dan kau pasti tahu itu. Tentu saja, kau pasti tahu itu.”

“Setelah kau pergi kehidupan kami terasa berat, Hyunji. Aku tidak tahu kenapa, tapi .. tapi memang seperti itulah yang kurasakan dan .. Donghae juga pasti merasakan hal yang sama sepertiku. Setelah kau pergi, kami seakan kehilangan arah disini. Rasanya seperti ingin gila dan aku benar-benar merasakannya.” Jungsoo kembali memberi jeda pada ucapannya. Pria itu memilih untuk mengambil napas sejenak setelah tadi bicara cukup panjang dan terkesan tergesa-gesa.

Jungsoo kembali menarik kedua sudut bibirnya, membuat senyum tipis yang terlihat miris itu kembali menghiasi wajahnya. Senyum tipis yang Ia tujukan untuk dirinya sendiri.

.

.

Eoh, kau sudah bangun?”

Sebuah suara masuk ke dalam indera pendengarannya saat Donghae mulai membuka kedua matanya perlahan. Pandangannya masih terlihat kabur saat Ia melihat seseorang tengah berdiri di ambang pintu. Donghae lalu memutuskan untuk bangun dari posisi tidurnya namun gerakannya terhenti saat pria itu mengerang kesakitan.

Akh!” Donghae memegangi perutnya saat perih menggerayangi perutnya. Pria itu kembali menyandarkan kepalanya di bantal seraya memejamkan matanya erat.

“Jangan terlalu banyak bergerak. Kau belum sembuh sepenuhnya.”

Suara itu kembali terdengar, kali ini terdengar begitu dekat. Donghae lantas memutuskan untuk kembali membuka kedua matanya. Dan sungguh, ketika manik matanya menangkap siapa yang tengah berada di hadapannya, Donghae terkejut. Ia seakan tidak lagi merasakan dirinya bernapas dan jantungnya seakan sudah berhenti berdetak di dalam sana.

“Hyu–Hyunji.” gumam Donghae pelan.

Pergerakan tangan Hyunmi yang semula tengah menarik selimut di tubuh Donghae tiba-tiba terhenti saat pria itu menyebutkan nama Hyunji. Gadis itu lantas memberanikan diri untuk mengangkat wajahnya dan menatap Donghae di depannya. Hyunmi menatap Donghae tepat di matanya. Membuat dadanya kembali dipenuhi oleh rasa sesak bercampur perasaan lainnya yang selama ini Ia rasakan setelah Hyunmi memutuskan untuk membenci Donghae sejak beberapa bulan yang lalu.

Entah bagaimana Donghae kemudian malah menarik lengan Hyunmi dan membawa gadis itu kedalam dekapannya. Donghae memeluk erat Hyunmi dan membiarkan dirinya menumpahkan seluruh gemuruh didalam dadanya. Perasaannya menyesal, rindu, dan bahkan marah kini bercampur menjadi satu saat Ia memeluk erat Hyunmi.

Hyunmi terdiam.

Gadis itu hanya menatap lurus ke depan saat Donghae kini tengah memeluknya. Kedua tangannya Ia biarkan tetap berada di sisi tubuhnya. “Aku tahu. Aku tahu ini berat untukmu.” gumam Hyunmi dalam hati. Ia lalu memejamkan matanya, dadanya terlalu sesak saat ini hingga membuatnya tanpa sadar meneteskan sebuah kristal bening di matanya.

“Maafkan aku. Maafkan aku .. Donghae oppa.”

.

.

.

*Fin*

Maaf kalo hasilnya lama banget dan kurang memuaskan T_T

Makasih udah baca dan Sorry for bad fanfict.

Advertisements

2 thoughts on “When You’re Gone #3

  1. Pingback: [FINAL] One Year Later | Areumdaun Lee

  2. Pingback: Dropping Tears | Areumdaun Lee^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s