Dropping Tears


 

My Nemo is My Hae

♠ Title: Dropping Tears | Author: Areumdaun Lee | Cast: Lee Donghae, Kim Hyunmi/YOU | Genre: Drama-Angst | Rating: General | Lenght: Series ♠

.

Previous:  [Hyaline] | [She’s Gone] | [Talking To The Moon] | [She’s .. Someone Like You] | [When You’re Gone #1] | [When You’re Gone #2] | [When You’re Gone #3]

.

“Tadi sore aku melihatnya sedang berjalan dengan seorang gadis. Mereka pergi ke sebuah kafe yang biasa kami kunjungi.”

“Apa? Dia pergi dengan gadis lain? Dengan sekretarisnya lagi? Kang Ji Hyun?”

“Ya, benar. Aku kembali melihatnya pergi bersama Ji Hyun saat aku berniat untuk menemuinya di kantor. Hubungan mereka terlihat semakin dekat, Hyunmi.”

“Eonni ..”

“Hyunmi-ya, aku tahu apa yang sedang kau pikirkan dan mungkin ini terdengar tidak begitu baik untukku. Tapi aku yakin bahwa ini bukan masalah. Mereka dekat pasti karena faktor pekerjaan. Dan di samping itu, aku yakin Donghae tidak mungkin selingkuh dengannya.”

“……….”

Diam. Hanya itulah yang bisa Hyunmi lakukan setelah Ia mendengar cerita sang kakak yang melihat tunangannya pergi dengan gadis lain. Hyunmi tidak tahu harus mengatakan apa pada kakaknya, Ia sendiri terlihat bingung saat mendengar kabar tentang calon kakak iparnya yang seperti itu.

Sementara itu dengan Hyunji, gadis itu hanya bisa menundukkan wajahnya. Berpura-pura sibuk mengaduk minumannya sementara dalam diamnya Ia sendiri memikirkan kejadian tadi sore. Kejadian dimana Ia melihat tunangannya sedang berjalan dengan begitu mesranya bersama gadis lain.

Entahlah. Hyunji bingung.

Ia tidak mengerti kenapa dirinya harus melihat Donghae seperti itu. Hyunji tahu Donghae tidak mungkin melakukan hal yang menyakitkan seperti itu padanya. Mereka sudah bertunangan dan sebentar lagi mereka akan segera menikah dalam kurun waktu dua minggu dari sekarang.

“Eoh, eonni. Aku lupa malam ini aku harus berkemas untuk besok. Aku rasa sebaiknya aku cepat pulang sekarang.”

Hyunji mendongak, menatap Hyunmi dengan raut heran saat adiknya itu mengatakan harus berkemas malam ini.

“Berkemas? Memangnya kau akan kemana Hyunmi?” tanya Hyunji.

Ketika Ia mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Hyunji, Hyunmi menepuk keningnya dengan keras hingga membuat suara ‘ttak’ terdengar begitu jelas. Gadis itu baru menyadari sesuatu.

“Ck, Maaf .. aku lupa memberitahumu, eonni.” ucap Hyunmi seraya menatap Hyunji dengan raut bersalah. Gadis itu lalu menegakkan posisi duduknya kemudian melanjutkan. “Begini .. besok pagi ayah, ibu, Kibum oppa, dan aku akan pindah ke Jepang. Kami akan tinggal di sana selama enam bulan.”

“Apa? Ya, kenapa kau tidak memberitahuku soal ini eoh? Kalau aku tahu, aku kan bisa membantu kalian berkemas.”

“Hehee .. maaf eonni. Aku lupa. Sungguh, aku benar-benar lupa untuk mengatakan ini padamu.”

Hyunji mendengus, menatap sinis adik perempuannya itu kemudian berucap. “Aish, jadi begini? Setelah kau diangkat oleh keluarga Kim dan tinggal bersama mereka selama ini, jadi kau sudah benar-benar melupakanku eoh? Ck, kau kejam Kim Hyunmi.” Hyunji lalu kembali mengaduk minumannya. Gadis itu berpura-pura kesal pada Hyunmi lantaran dirinya sudah tidak lagi diingat oleh adik kesayangannya tersebut.

Hyunmi menatap Hyunji dengan raut bersalah, Ia tidak bermaksud untuk bersikap seperti itu pada kakaknya. Gadis itu lalu meraih tangan Hyunji yang berada di atas meja kemudian Ia menggenggamnya.

“Eonni ..” panggil Hyunmi.

“Hmm.”

“Jangan marah. Maafkan aku. Sungguh, aku tidak bermaksud seperti itu. Maafkan aku, eonni ..”

Hyunji luluh.

Jika Ia sudah melihat Hyunmi merasa bersalah seperti itu, maka seluruh niatnya yang semula ingin mengerjai adiknya itu langsung hilang begitu saja. Hyunji tidak bisa melakukannya. Hingga akhirnya tawa gadis itu pun pecah.

“Eoh, eonni .. kau tertawa? Y-ya! Jadi kau hanya mengerjaiku? Aish .. Kim Hyunji, kau menyebalkan sekali eoh!”

.

.

Hyunmi menghela napas berat saat Ia kembali mengingat percakapannya dengan Hyunji enam bulan yang lalu. Gadis itu menyesal karena saat itu Ia harus pindah ke Jepang dan meninggalkan kakaknya yang sedang dalam masalah.

Sungguh, rasanya sangat menyakitkan ketika kau menyadari bahwa saat seseorang sedang membutuhkanmu tapi kau tidak bisa berada di sampingnya untuk mendampinginya melewati masa-masa sulit.

Dan itulah sekarang dirasakan oleh Hyunmi.

“Hyunmi?”

Hyunmi lantas tersadar dari lamunannya saat suara Donghae terdengar di indera pendengarannya. Gadis itu kemudian mengarahkan pandangannya ke arah Donghae yang sedang bersandar pada kepala tempat tidur.

“Ya? Apa?” sahut Hyunmi.

Donghae tidak langsung menyahuti Hyunmi saat gadis itu menjawab tegurannya. Pria itu hanya diam saat Ia menyadari ekspresi lelah di wajah Hyunmi. Tidak hanya itu, Donghae juga bisa melihat dengan jelas tatapan kehilangan dan menyesal di mata Hyunmi.

“Maafkan aku.” ucap Donghae kemudian.

‘Jangan pernah membencinya. Jangan pernah berhenti menyukainya seperti saat pertama kali aku menceritakan dirinya padamu.  Jika kau membencinya atau marah padanya, cukup lampiaskan saja padaku. Lampiaskan padaku saja, jangan pernah kau lakukan itu padanya. Kumohon ..’

Suara Hyunji lagi-lagi tergiang di telinganya saat Hyunmi menatap Donghae dalam diamnya. Dadanya terasa sesak ketika Ia melihat manik cokelat milik Donghae saat pria itu juga sedang menatapnya tepat di matanya.

Sungguh, rasanya Hyunmi ingin menangis detik itu juga ketika Ia bisa melihat dengan jelas tatapan menyesal di mata Donghae. Hyunmi lalu menundukkan wajahnya. Mencoba untuk tidak menunjukkan air matanya di depan pria yang dulu pernah menyandang status sebagai tunangan kakaknya.

“Maafkan aku, Hyunmi. Sungguh .. maafkan aku.”

Hyunmi menggeleng. Ia menangkup wajahnya saat di rasa air matanya sudah tidak sanggup lagi bertahan di pelupuk matanya. Tidak. Hyunmi tidak bisa menahannya lebih lama. Sungguh.

Sementara itu dengan Donghae, Ia lalu memberanikan diri untuk meraih tangan Hyunmi lalu menggenggamnya. Berniat untuk membuat gadis itu menatapnya, namun Hyunmi langsung menepis pelan tangan Donghae saat pria itu baru menarik tangannya sesaat.

“Hyunmi ..” Donghae masih berusaha menggenggam tangan Hyunmi meskipun gadis itu terus menggeleng, menolak untuk menatapnya.

Donghae tidak menyerah begitu saja hingga akhirnya Ia berhasil menarik tangan Hyunji dan membawa gadis itu jatuh ke dalam pelukannya. Ya, Donghae memeluknya. Dan detik itu juga ketika Ia sudah berhasil merengkuh tubuh Hyunmi, sebuah kristal bening pun berhasil lolos dari kelopak matanya.

Donghae menangis.

Pria itu menangis saat Ia sudah tidak sanggup lagi menahan rasa sesak yang memenuhi rongga dadanya. Donghae memeluk erat tubuh Hyunmi. Dirinya dan juga Hyunmi, keduanya sudah tidak lagi memikirkan ego masing-masing. Mereka hanya terdiam saat tubuh mereka bersatu dalam dekapan hangat yang Donghae berikan.

Ya, Donghae dan Hyunmi saat ini hanya ingin menumpahkan semua perasaan yang memenuhi rongga dada mereka. Saling berbagi luka dan juga rasa kehilangan mereka yang begitu besar atas kepergian Hyunji. Seseorang yang begitu berarti bagi Hyunji dan juga Donghae.

.

.

.

*Fin*

Advertisements

3 thoughts on “Dropping Tears

  1. Pingback: [FINAL] One Year Later | Areumdaun Lee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s