You Hurt Me


Hae

¶ Title: You Hurt Me | Author: Areumdaun Lee | Cast: Lee Donghae, Kim Hyunji/YOU | Genre: Hurt | Rating: General | Lenght: Drabble ¶

.

.

Hyunji terus menggenggam tali tas selempangnya saat dirinya duduk di sebelah Donghae. Gadis itu hanya bisa meluruskan pandangannya saat keadaan hening menyelimuti dirinya dan juga Donghae.

Ya, hening.

Hanya itulah yang terjadi di antara mereka saat Donghae dan Hyunji kini tengah duduk di salah satu kursi taman tak jauh dari pusat kota. Hyunji menelan samar saliva-nya. Gadis itu hanya terus mengalihkan fokusnya dari Donghae lantaran saat ini jantungnya terus berdegub kencang. Ia mencoba untuk menghilangkan rasa gugupnya.

“Kim Hyunji.”

Hyunji tertegun. ‘Ya tuhan, dia memanggilku!’ gumam Hyunji dalam hati. Dan detik berikutnya dengan keberanian yang susah payah Ia kerahkan, Hyunji pun memberanikan diri untuk menolehkan wajahnya kemudian menjawab.

“Y–ya?” jawab Hyunji terbata.

Ah, Hyunji tidak bisa melakukannya. Gadis itu tidak bisa untuk bersikap biasa saja di hadapan Donghae. Ck! Rasanya Ia ingin berteriak saat itu juga lantaran jantungnya malah semakin tak karuan di dalam sana setelah tadi Donghae memanggil namanya.

Donghae tidak langsung menyahuti Hyunji, pria itu hanya menatap lurus ke depan sementara dalam diamnya Ia mencoba untuk memilih kata-kata yang tepat yang akan Ia ucapkan nantinya.

Hyunji diam. Ia menunggu Donghae kembali membuka suara saat pria itu hanya meluruskan pandangannya pada hamparan rumput luas di depannya. Persis seperti yang Hyunji lakukan tadi. Namun hingga beberapa detik berikutnya saat Donghae tidak kunjung bicara, akhirnya Hyunji pun memutuskan untuk membuka suara.

“Jika ada yang—”

“Ayo putus.”

“Y–ya?” Ia mengerjapkan matanya cepat saat kalimat Donghae lebih dulu mengudara sebelum dirinya sempat menyelesaikannya. Hyunji menegang. Dan tanpa sadar Ia mengendurkan genggamannya pada tali tas selempangnya.

Apa Hyunji tidak salah dengar?

“Ayo putus. Aku rasa hubungan ini tidak perlu dilanjutkan lagi. Cukup sampai di sini aja.” ucap Donghae lagi.

Demi tuhan, Hyunji tidak tahu harus bagaimana sekarang. Tubuhnya mendadak kaku di sana. Bahkan Ia merasa kini jantungnya seakan sudah tidak berdetak lagi di dalam dadanya. Hyunji merasa terkejut dengan pernyataan yang baru saja Donghae katakan.

Apa yang Donghae katakan tadi? Putus? Ia ingin hubungan ini berakhir? Oh ya tuhan, bagaimana ini?

Hyunji kembali meremas kuat tali tas selempangnya. Ia mencoba untuk menguatkan hatinya saat Ia merasa bahwa dirinya akan menangis di sana. Tunggu Hyunji, tahan air matamu. Jangan sampai menangis. Tidak! Kau tidak boleh menangis dulu. Ayo Kim Hyunji , kuatkan dirimu! Kalimat itu terus tergiang dalam pikirannya. Mencoba untuk memotivasi dirinya agar Ia lebih tegar di depan Donghae.

Hyunji mencoba untuk tersenyum. Ah, tapi itu terkesan sedikit dipaksakan. Senyumannya terlihat aneh, sungguh. Ck, Hyunji selalu saja tidak bisa bersikap senormal mungkin di hadapan Donghae.

Ya, dia selalu saja seperti itu.

“P–putus? Tapi kenapa .. kenapa kita harus putus? Bukankah—”

“Apa?” Donghae dengan cepat langsung menolehkan wajahnya pada Hyunji. Ia menatap gadis itu dengan kedua alisnya yang tertaut. Donghae mendengus kemudian kembali melanjutkan.

“Ya, memangnya kau berharap hubungan ini akan seperti apa eoh? Apa kau .. oh tidak, jangan bilang kau mengharapkan akan terus bersamaku, Hyunji.” Donghae tertawa. Pria itu tertawa lepas saat Ia berhasil menduga apa yang Hyunji pikirkan tentang hubungan mereka.

“Ya ampun, kau menyedihkan sekali, Kim Hyunji!”

Sungguh, kalimat Donghae kali ini terdengar tidak begitu menyenangkan di telinga Hyunji. Terlebih saat Donghae tadi menertawakan dirinya, itu membuat hatinya terasa seperti tertampar. Sesak.

“Jadi selama ini kau tidak mencintaiku?” tanya Hyunji kemudian. Membuat tawa Donghae perlahan mereda saat Ia mendengar pertanyaan yang dilontarkan olehnya.

“Apa? M–mencintaimu?” Donghae tertawa renyah. “Ya, bagaimana mungkin aku benar-benar mencintaimu, Hyunji. Aku bahkan tidak menyukaimu.” lanjut Donghae.

Hyunji menahan napasnya sejenak saat Ia kembali mendengarkan kalimat yang meluncur dari mulut Donghae. Gadis itu lalu menundukkan wajahnya, mencoba untuk menyembunyikan matanya yang kini entah kenapa mulai terasa perih.

“Asal kau tahu, Hyunji ..” suara Donghae kembali terdengar. “Saat aku selalu mengatakan bahwa aku mencintaimu itu hanyalah sebuah sandiwaraku. Selama ini aku bosan jadi aku rasa mungkin jika aku bersamamu rasa bosanku tidak akan berlarut. Dan tentu saja di samping kita menjalin hubungan ini, selama ini aku tidak benar-benar mencintaimu.”

Donghae menghadapkan tubuhnya pada Hyunji. Pria itu menatap Hyunji dengan tatapan enggan. “Ayolah, jangan terlalu diambil hati. Hubungan yang kita jalani terasa menyenangkan. Kau juga merasakannya ‘kan?” Donghae melipat kedua tangannya di dada.

Terlambat, tepat ketika Donghae baru saja menyelesaikan kalimatnya barusan, sebuah kristal bening di pelupuk mata Hyunji akhirnya jatuh. Ia sudah tidak sanggup lagi menahannya lebih lama.

Sakit.

Rasa itulah yang saat ini tengah memenuhi relung hati Hyunji saat Ia mendengarkan semua pernyataan Donghae perihal hubungannya yang selama ini mereka jalani. Hanya sebuah air mata yang saat ini bicara, mewakili perasaan terluka yang Hyunji terima dari Donghae.

“Lee Donghae ..”

Donghae mengangkat kedua alisnya begitu Ia mendengar Hyunji menyebutkan namanya. Pria itu sedikit terkejut saat menyadari bahwa gadis itu kini sedang menangis di depannya.

“Baik. Baik, jika itu sudah menjadi keputusanmu.” Hyunji berusaha keras menahan air matanya, Ia bahkan berusaha untuk menjaga suaranya agar tetap terdengar normal. “Aku setuju denganmu. Ayo kita putus. Kita akhiri saja hubungan ini di sini.”

Donghae mengangguk. “Baik. Kalau begitu kita sudah tidak terikat lagi ‘kan? ” ucapnya kemudian. Donghae lalu bangun dari duduknya, Ia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya kemudian melanjutkan. “Well, karena urusan kita sudah selesai di sini, aku akan pergi sekarang.”

Hyunji mengalihkan wajahnya saat Donghae menatapnya, Ia tidak mau melihat Donghae saat ini setelah Ia mengetahui semua kebenaran yang pria itu sampaikan padanya.

Sementara itu dengan Donghae, Ia tidak terlalu mempedulikan Hyunji saat gadis itu tidak menatapnya ketika Ia mengatakan akan pergi. Dan detik berikutnya Donghae pun sudah mengambil langkah. Ia mulai berjalan menjauh dari kursi taman yang tadi Ia duduki bersama Hyunji. meninggalkan Hyunji yang kini hanya bisa terdiam di tempatnya. Gadis itu hanya diam saat maniknya memperhatikan punggung Donghae sudah menjauh dari pandangannya.

Hyunji hanya terdiam tanpa mampu mengucapkan satu kata pun di sana. Hanya air matanya yang kini menjelaskan bagaimana perasaannya saat ini.

.

.

.

*Fin*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s