Under The Tree [There Is Story Between Us] — Chapter #1


Seventeen Cover

♥ Title: Under The Tree | Author: Areumdaun Lee | Cast: Jeon Wonwoo, Song Yikyung/YOU, Kim Mingyu, Choi Hansol, Eun Hyejoo (oc) | Genre: School Life–Friendship–Romance | Rating: Teenage | Lenght: Chaptered ♥

©AL_2016

.

WARNING!!

THIS IS PURE MINE! DON’T TRY TO COPY-PASTE MY FANFICTION!

PLEASE, STOP PLAGIARISM!

.

Liburan musim dingin sudah berlalu beberapa minggu yang lalu, kini saatnya semua kembali ke sekolah untuk melanjutkan kegiatan proses belajar mengajar di semester yang baru. Beberapa anak terlihat riang melangkahkan kaki mereka ketika memasuki gerbang sekolah. Diantara mereka ada yang terlihat tengah bercanda ria dengan teman-temannya, ada yang saling bertukar cerita liburan mereka satu sama lain, bahkan tak jarang diantara mereka pun masih ada yang terlihat jahil mengganggu teman mereka dengan cara memukul puncak kepalanya atau jika memang sifat jahil mereka keterlaluan maka mereka tidak akan segan menendang teman mereka yang pada akhirnya bukan kekesalan atau kemarahan yang nampak di wajah mereka. Melainkan sebuah tawalah yang terdengar diantara setelah mereka melakukannya. Tidak ada emosi ataupun dendam sekalipun.Semuanya yang ada hanyalah ekspresi senang dan rindu yang terpancar di wajah-wajah pelajar tersebut.

Namun sepertinya hal itu tidak terlalu nampak pada gadis bernama Song Yikyung.

Yikyung, gadis yang duduk di tingkat kelas terakhir itu terlihat begitu cuek dengan keadaan sekitarnya. Tidak ada senyum ataupun aura bahagia sedikitpun di wajahnya seperti yang terlihat pada anak-anak yang lainnya. Yikyung terlihat begitu diam dan bahkan langkah kakinya terkesan berat begitu Ia memasuki halaman sekolah. Entahlah, gadis itu sepertinya sedang tidak dalam keadaan baik.

Sesampainya di kelas, Yikyung bahkan tidak terlalu peduli dengan keadaan kelasnya yang sudah terlihat gaduh meskipun jam pelajaran belum dimulai. Gadis itu hanya terus berjalan melewati beberapa deret kursi dengan langkah santai, kemudian ketika sampai di tempat duduknya Yikyung langsung terduduk seraya merebahkan kepalanya di atas meja. Menyanggahnya dengan tangan kanannya.

“Song Yikyung!”

Seruan seorang gadis membuat Yikyung akhirnya kembali mengangkat kepalanya dari meja, Ia lalu menatap gadis yang baru saja memanggil namanya tersebut yang tidak lain adalah sahabatnya, Eun Hye Joo. Hyejoo yang terlihat begitu girang ketika Ia memanggilnya ternyata begitu sampai di hadapan Yikyung, gadis itu malah langsung memukul pundak Yikyung cukup keras hingga membuat gadis itu sedikit meringis karenanya. Sungguh, sikap Hyejoo yang satu ini selalu sulit ditebak.

Namun meskipun begitu Yikyung tidak sedikitpun menunjukkan raut kesal di wajahnya lantaran Ia sudah cukup mengenal baik tabiat Hyejoo dan Yikyung sudah terbiasa oleh hal itu. Sahabatnya itu mungkin memang terlihat tidak terduga, ah tidak! Mungkin Hyejoo memang sedikit keterlaluan karena terlalu sering memukul dirinya. Tapi meskipun begitu Yikyung maklum akan perilaku sahabatnya tersebut. Ia tahu bahwa Hyejoo adalah gadis yang memiliki budi pekerti baik dibalik sikap ‘menjengkelkannya’ yang satu itu. Hyejoo juga merupakan sahabat yang pengertian. Itu menurut Yikyung yang sudah sangat mengenalnya selama tujuh tahun belakangan ini.

“Ya, Song Yikyung! Kemana saja kau selama di Jeju eoh!? Kenapa kau tidak mengabariku selama satu minggu penuh? Apa kau sengaja menghilang dari kehidupanku?!” semprot Hyejoo seraya menunjukkan raut pura-pura kesalnya. See, seperti itulah Hyejoo.

Dan Yikyung yang mendengar pertanyaan Hyejoo tersebut hanya bisa menghela napas ketika tahu sahabatnya mengajukan pertanyaan itu. Yikyung sudah menduga hal ini. Dan ya, perlu kalian ketahui sebenarnya pertanyaan Hyejoo saat ini adalah sesuatu yang sangat ingin Yikyung hindari. Jujur saja, Ia tidak mau menjawab atau membahas apapun perihal ‘menghilangnya’ Ia dari Hyejoo selama Ia berada di Jeju saat liburan lalu.

“Hyejoo–ya ..”

“Jangan berusaha mengalihkan pembicaraan ini, Song Yikyung. Jawab pertanyaanku atau aku tidak akan mau istirahat denganmu nanti.” Ancam Hyejoo lebih dulu saat Yikyung berniat untuk menolak menjawab pertanyaannya.

“Eun Hyejoo, kau—“ Yikyung berusaha untuk tidak menampakkan ekspresi tanpa minatnya di hadapan Hyejoo saat ini. Ia tahu jika Ia melakukan itu maka sahabatnya itu tidak akan berhenti untuk terus memberondongnya dengan pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya menurut Yikyung tidaklah terlalu penting.

“Kau mau aku memberikan jawaban seperti apa, hm?” tanya Yikyung kemudian.

“Berikan aku jawaban yang jujur, singkat, dan jelas.”

“Itu saja?”

Eum! Itu saja. Itu sudah cukup.”

“Kau yakin hanya itu? Kau tidak mau jawaban yang panjang, lebar, padat, dan berbobot?”

Hyejoo menggeleng dengan tegas ketika Yikyung bertanya seperti itu padanya. “Tidak.” jawabnya.

“Sungguh?”

“Ya! Song Yikyung! Kau mau menjawab pertanyaanku atau mau terus meledekku eoh?!”

Tawa. Itulah yang kemudian terdengar dari mulut Yikyung ketika Ia berhasil membuat Hyejoo kesal. Hyejoo yang mendengar Yikyung tertawa karenanya segera kembali memukul pundak gadis itu hingga membuatnya kembali meringis. Tapi sungguh, ketika Hyejoo mulai terlihat kesal hal itu benar-benar membuat Yikyung senang ketika berhasil membuat Hyejoo menjadi bahan kejahilannya. Hyejoo itu polos dan terlalu baik, hal itu pulalah yang membuat Yikyung sangat menyukai pribadi sahabatnya tersebut.

Mpptth— Maaf. Oh, ya baiklah. Aku akan menjawab pertanyaanmu.” Ucap Yikyung kemudian ketika tawanya sudah mereda. Yikyung kemudian menarik pelan pergelangan tangan Hyejoo, memintanya untuk duduk di depannya. Setelah Hyejoo sudah duduk berhadapan dengannya, Yikyung tidak langsung memberikan jawaban seperti yang tadi dijanjikannya. Raut wajah Yikyung bahkan perlahan mulai berubah sendu ketika Ia kembali memikirkan pertanyaan Hyejoo beberapa saat lalu. Gadis itu hanya diam dan tertunduk cukup lama. Kemudian selang beberapa detik setelah itu Yikyung pun kembali bicara.

“Aku putus dengan Jun.” bisik Yikyung.

“APA?! KAU PUTUS DENGAN JUN!? LAGI!?”

Sstt!! Hyejoo–ya!” Yikyung dengan cepat langsung mencubit lengan Hyejoo seraya berusaha untuk menutup mulut sahabatnya tersebut ketika gadis itu nyaris berteriak dan membuat seisi kelas nyaris memperhatikannya jika saja Yikyung tidak mengambil tindakan tersebut.

Hyejoo yang tidak sabaran ingin segera kembali mengatakan sesuatu, Ia langsung melepaskan tangan Yikyung yang menutup rapat-rapatnya mulut dengan gerakan kasar.

“Kenapa— ah tidak! Bagaimana bisa? Bagaimana bisa kalian putus lagi? Ck, Song Yikyung, bagaimana bisa kalian putus untuk yang ke seratus kalinya!? Ya, kali ini apa lagi yang terjadi dengan kalian eoh?!” bisik Hyejoo seraya mengguncang-guncang tubuh Yikyung. Memaksa gadis itu untuk segera memberikan klarifikasi terkait pertanyaan yang baru saja Ia katakan tersebut.

.

.

“Wonwoo hyung!”

Terdengar sebuah seruan yang cukup keras dari belakang ketika Wonwoo— si empunya nama tersebut baru saja hendak menaikki tangga. Wonwoo kemudian menoleh ke belakang dimana seruan tadi berasal. Dilihatnya dua orang pria berseragam sama dengannya kini tengah berjalan ke arahnya. Sebuah senyuman sumringah merekah di bibir kedua orang pria tersebut ketika mereka melambaikan tangan mereka padanya.

Eoh. Mingyu–ya, Hansol–ah.”

“Good Morning, Jeon hyung!” sapa Hansol ketika pria itu sudah berdiri di sampingnya seraya merangkul akrab Wonwoo.

Wonwoo hanya tersenyum ketika Hansol merangkul bahunya, kemudian Ia pun menjawab. “Morning too.”

Hyung, tadi aku berniat untuk berangkat bersamamu. Tapi ibumu bilang kau sudah berangkat duluan. Ada apa? Tidak biasanya kau berangkat sepagi ini. Apa lagi di tahun ajaran baru seperti ini.” Kali ini suara Mingyu yang terdengar.

Wonwoo yang mendengar pertanyaan Mingyu tidak lantas langsung menjawab. Pria itu malah kembali berniat mengambil langkah, yang kemudian tanpa di sadari Mingyu dan Hansol pun mengikuti langkah kakinya. Ketiganya pun menaikki tangga sambil mengobrol ringan.

“Tidak apa-apa. Aku hanya ingin berangkat pagi saja.” Ucap Wonwoo kemudian.

Woo, hanya ingin berangkat pagi? Ck, aku penasaran. Aku rasa bukan itu alasan satu-satunya.” Celetuk Hansol yang kemudian di sahuti anggukan kepala olehnya dan juga Mingyu.

Eum! Hansol benar, hyung. Aku rasa alasanmu datang sepagi ini bukanlah karena hal itu. Hm, kira-kira apa ya? Sepertinya ada hal lain yang membuatmu tertarik untuk datang lebih pagi dari biasanya.”

Mendengar persekongkolan dua sahabat karibnya, Wonwoo kemudian menghentikkan langkahnya yang otomatis membuat langkah Mingyu dan Hansol juga terhenti karenanya. Ia lalu menunjukkan jari telunjuknyadi depan wajah Mingyu dan Hansol lalu berucap, “Ya! Kim Mingyu, Choi Hansol. Jangan mulai kalian. Ini masih terlalu pagi untukku menghukum otak jahil kalian. Mengerti?”. Setelah Wonwoo mengatakan itu, Ia pun kembali melanjutkan langkahnya. Meninggalkan Mingyu dan Hansol begitu saja.

Melihat Wonwoo yang pergi begitu saja, Mingyu dan Hansol hanya terkekeh di pertengahan anak tangga saat mereka melihat perubahan sikap pria tersebut ketika keduanya berhasil jahil menggodanya. Namun selang beberapa detik bel sekolah pun terdengar, Mingyu dan Hansol pun segera berlari mengejar Wonwoo yang sudah berada jauh dari keduanya. Mereka segera memasuki ruang kelas untuk memulai jam pelajaran pertama di tahun ajaran baru ini.

.

.

.

To Be Continue.

Welcome Seventeen! ^^

Ini ff pertama tentang Seventeen. Hm, sebenarnya aku ngga ada niat buat ff ber-chapter yg baru (mengingat banyak banget utang ff aku ke kalian T_T) dan sebenarnya ini juga aku ngga yakin bisa terus ngelanjutinnya atau ngga. Aku ngga tau. Untuk itu, mohon dukungan dan saran kalian. Khusunya, penggemar Seventeen. Tolong berikan dukungan kalian ya 🙂

Thank’s for your attention, readers!

Sorry for bad fanfict.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s