[I’m] Troublemaker?


My Evil, My Precious

¶ Title: [I’m] Troublemaker? | Author: Areumdaun Lee | Cast: Cho Kyuhyun, Park Hyesub/YOU | Genre: Family–Fluff–Comedy | Rating: General | Length: Oneshoot ¶

AL_2016

Dengan napas yang memburu dan ekspresi wajah yang tidak bersahabat, Hyesub melangkahkan kedua kakinya menuju lantai dua rumahnya. Gadis itu terus menggerutu kesal saat kakinya menapaki setiap anak tangga yang diinjaknya. “Cho Kyuhyun sialan. Awas aja kau evil, kali ini aku tidak akan tinggal diam! Aku akan menghabisimu sekarang juga Tuan Cho!” desis Hyesub seraya menatap kesal sebuah T-shirt berwarna putih ditangannya, tanpa sadar kedua tangan gadis itu pun terkepal erat.

Hyesub menghentikan langkahnya begitu dirinya sampai di depan sebuah pintu bercat putih susu yang tidak lain adalah kamar Kyuhyun. Gadis itu tampak tengah mengatur napasnya sejenak lalu beberapa detik kemudian Hyesub mulai mengetuk pintu tidak berdosa itu dengan gerakan tidak sabaran.

“Ya, Cho Kyuhyun! Cepat keluar dari kamarmu!” seru Hyesub dengan nada tidak sabaran, napasnya kembali memburu sementara tangannya tidak berhenti mengetuk pintu kamar Kyuhyun. “Ya, kau dengar aku Kyu!? Aku bilang cepat keluar sekarang! Cho Kyuhyun nappeun, keluar dari kamarmu sekarang juga!”

Kemudian ketika Hyesub selesai mengatakan kalimat tadi tidak lama setelahnya pintu putih yang menjadi korban pelampiasan kemarahan Hyesub kini terbuka lebar, menampakan sesosok pria yang hanya beberapa centi lebih tinggi dari Hyesub. Kyuhyun muncul sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk seraya menatap Hyesub dengan tatapan bingung bercampur frustasi lantaran tadi mendengar deklarasi kemarahan gadis itu.

“Ya, Hyesub-ah. Apa kau sudah gila eoh? Suaramu itu sangat mengganggu, apa kau— Akh! Y–ya, kenapa kau menendangku?!”

Kyuhyun menatap Hyesub dengan tatapan tidak mengerti bercampur kesal ketika beberapa detik lalu gadis itu mendaratkan tendangannya pada kaki kirinya. Sementara itu Hyesub sendiri yang sedari tadi memang sudah tidak bisa menahan luapan emosinya kali ini sepertinya akan segera meledakkan diri di hadapan Kyuhyun.

“Ya, kenapa kau menatapku seperti itu? Kau membuatku bergidik, Hyesub.” tanya Kyuhyun, merasa aneh ketika Hyesub melemparkan tatapan kesalnya bersamaan dengan matanya yang mulai berkaca-kaca. “Ada apa eoh? Apa terjadi sesuatu padamu?” lanjut Kyuhyun.

Hyesub tidak langsung menjawab pertanyaan Kyuhyun, gadis itu hanya menatap Kyuhyun dengan tatapan seolah Hyesub ingin sekali menelan sepupunya itu bulat-bulat saat ini juga. Napas Hyesub bahkan kembali terdengar memburu ketika melihat ekspresi bingung di wajah Kyuhyun, membuat Hyesub benar-benar ingin meledak detik itu juga di hadapan Kyuhyun.

“Kau tanya apa terjadi sesuatu padaku? Benar. Kau benar sekali, Kyuhyun. Sesuatu baru saja menimpaku saat ini!” ketus Hyesub dengan nada marah.

Kyuhyun mengerjap, Ia lalu langsung menangkup wajah Hyesub. Menatap Hyesub dengan raut wajah yang kini terlihat khawatir. “Benarkah? Kenapa? Apa kau sakit? Apa kau terluka eoh? Dimana? Dimana yang sakit, Hyesub–ah?” Kyuhyun menatap Hyesub dari atas kepala hingga ujung kaki. “Katakan padaku, Hyesub. Bagian mana yang sakit?”

Hyesub memejamkan matanya sejenak, kedua tangan gadis itu terkepal erat di sisi tubuh saat melihat Kyuhyun mencemaskan dirinya. Lalu tepat ketika Hyesub merasakan amarahnya sudah menumpuk sampai ke ubun-ubun gadis itu pun melepaskan tangan Kyuhyun dari wajahnya dengan gerakan kasar. Rasanya Hyesub ingin sekali menangis sekencang-kencang saat ini.

Hyesub mengulurkan tangan kanannya, menunjukkan kaos putih miliknya pada Kyuhyun. “Ini! Kau tahu apa ini?” tanya Hyesub dengan nada suara yang mulai tersendat lantaran tangisnya hampir pecah. “Apa yang sudah kau lakukan pada bajuku, Kyuhyun? Kenapa kau merusaknya eoh?!”

Kyuhyun tercengang saat melihat Hyesub kini menangis tersedu-sedu, menangisi kaos putih yang ditunjukkannya pada Kyuhyun. Pria itu menatap Hyesub dengan raut wajah menyesal seperti baru menyadari sesuatu yang terjadi di antara mereka.

“Ah, itu ..” Kyuhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Menatap kaos putih itu dan juga Hyesub secara bergantian. Terbersit rasa bersalah di hatinya ketika melihat Hyesub menangis di hadapannya.

“Maafkan aku, Hyesub. Aku—”

“Kenapa kau selalu membuat masalah, Cho Kyuhyun!?”

“Apa?”

“KENAPA KAU SELALU SAJA MEMBUAT MASALAH PADAKU? APA AKU TELAH BERBUAT SALAH PADAMU SAMPAI-SAMPAI KAU SELALU MEMPERLAKUKANKU SEPERTI INI EOH?! KENAPA KAU MELAKUKAN SEMUA INI PADAKU, KYUHYUN?! KENAPAAA!!?”

Seperti baru saja di hantam sebuah batu raksasa, Kyuhyun tiba-tiba merasakan lemas di seluruh tubuhnya. Pria itu tercengang mendengar penuturan kalimat yang baru saja dilontarkan Hyesub. Kyuhyun membeku.

Hyesub kini sudah tidak bisa menahan tangisnya lagi. Ia marah, kesal, dan bahkan merasa frustasi di saat yang bersamaan dengan apa yang dihadapinya saat ini. Kali ini masalah yang dihadapinya benar-benar membuatnya ingin meledak. Sungguh, Hyesub tidak mengerti kenapa Kyuhyun— sepupunya itu selalu saja membawa masalah untuknya setiap kali pria itu meminjam barang-barang miliknya. Pasalnya, setiap kali Kyuhyun meminjam sesuatu padanya pria itu tidak pernah sekalipun mengembalikannya dengan keadaan utuh. Semua barang-barangnya selalu kembali dalam keadaan rusak, cacat, dan bahkan lebih parahnya lagi tak ayal barang-barang yang dipinjam Kyuhyun pun menghilang alias lenyap entah kemana.

Sebulan yang lalu saat Kyuhyun meminjam tas ranselnya untuk dipakai pria itu pergi mengkuti kegiatan study tournya Kyuhyun malah membuat tasnya rusak di beberapa bagian. Lalu dua minggu yang lalu saat Kyuhyun meminjam headphone-nya benda itu malah kembali dalam keadaan patah yang tentu saja membuat Hyesub langsung mengadu pada kakaknya, meminta Jungsoo memarahi Kyuhyun tapi Jungsoo malah mengatakan bahwa Kyuhyun tidak sengaja melakukannya dan alhasil karena sikap kakaknya yang seperti itu Hyesub pun mengurung dirinya di kamar, gadis itu terus menangisi headphone kesayangannya tanpa henti selama semalaman. Kemudian lima hari lalu saat Kyuhyun meminjam novel yang Hyesub pinjam dari Donghae benda milik seniornya tersebut malah kembali dalam keadaan tidak berbentuk lantaran beberapa lembar halamannya tampak sedikit robek dan basah lantaran saat itu Kyuhyun pulang kehujanan, karena novel Donghae di rusak oleh Kyuhyun itu sempat membuat Hyesub menghindari Donghae selama beberapa hari ketika gadis itu selalu berpapasan dengan seniornya tersebut.

Hyesub sedih. Sungguh, Ia tidak mengerti kenapa setiap kali berbuat baik pada Kyuhyun pria itu malah membalasnya dengan cara yang tidak terduga. Cho Kyuhyun selalu saja membuat hatinya merasa terpukul setiap kali Ia melihat barang-barangnya kembali dalam keadaan yang ‘tidak sehat’ atau pun ‘tidak berbentuk’ sekaligus.

“Kau tahu ..” Hyesub menyeka air matanya yang sejenak, Ia menatap sedih kaos putih yang digenggamnya. “Aku sebenarnya sangat senang ketika mendapatkan kaos ini dari Eunhyuk oppa. Dia membelikanku kaos ini ketika dirinya sedang berada di Swiss bersama Siwon oppa dan temannya yang berdarah China itu, Zhoumi.” Hyesub sesenggukan ketika Ia membahas bagaimana Ia mendapatkan kaos putih kesayangannya itu. Air matanya kembali mengalir ketika mengingat bagaimana tulusnya Eunhyuk memberikan kaos itu padanya mengingat bahwa pria itu tidak memberikannya secara cuma-cuma.

“Kaos ini mungkin terlihat biasa saja untukmu, tapi bagiku kaos ini lebih berharga di bandingkan dengan barang-barangku yang lain. Aku sangat menyukai kaos ini karena Eunhyuk oppa memberikannya beserta tanda tangan violist yang sangat kukagumi. Eunhyuk oppa memberikannya beserta tanda tangan asli Henry oppa!” tangis Hyesub kembali pecah ketika Ia melihat tanda tangan yang tertera di kaos kesayangannya tersebut. Tanda tangan dari violist yang paling diidolakannya, Henry Lau.

“Hyesub ..”

“Lalu kau meminjam kaos ini dan malah merusaknya! Kau menghancurkan satu-satunya hadiah ulang tahunku yang paling berharga yang pernah kuterima. Selama satu tahun benda ini selalu kujaga baik-baik tapi setelah kau meminjamnya kau malah menghancurkannya. Kau membuatnya robek di beberapa bagian, Cho Kyuhyun!”

Hyesub memukul Kyuhyun dengan membabi buta, tangis gadis itu benar-benar tidak bisa dikendalikan. Kyuhyun sendiri pun tidak bisa berbuat apa-apa ketika Hyesub terus memukulnya tanpa ampun. Kyuhyun sepertinya sudah benar-benar membuat kesalahan yang besar pada sepupunya tersebut.

.

.

Keesokan paginya Hyesub bangun dengan keadaan kedua matanya yang terlihat sembab lantaran selama semalaman penuh Ia terus menangisi kaos putih kesayangannya yang di rusak oleh Kyuhyun. Seperti kejadian saat Kyuhyun mematahkan headphonenya, Hyesub tidak keluar dari kamarnya sama sekali dan bahkan Ia juga tidak ikut makan malam bersama Kyuhyun dan Jungsoo. Hyesub terlalu marah sekaligus sedih untuk bisa duduk satu meja bersama mereka, terlebih lagi Hyesub sedang tidak mau berhadapan dengan Kyuhyun lantaran hatinya masih sangat marah terhadap sepupunya tersebut.

Hyesub lalu merubah posisinya menjadi terduduk, gadis itu kemudian menyandarkan punggungnya pada kepala tempat tidur. Rasa pening di kepalanya masih sangat terasa meskipun Ia sudah terbangun sejak lima menit yang lalu. Kepalanya benar-benar terasa berat seolah-olah sedang ditindih oleh sesuatu yang berat. Dan tepat saat Hyesub berniat untuk menyibak selimutnya, gerakkannya tiba-tiba terhenti saat Ia melihat pintu kamarnya di buka dari luar.

Hyesub menatap datar seseorang yang kini sedang berjalan masuk ke dalam kamarnya. Gadis itu pun urung untuk turun dari tempat tidurnya ketika melihat Kyuhyun kini sudah berada di sisi tempat tidurnya. Hyesub memalingkan wajahnya dari Kyuhyun. Ia tidak mau melihat Kyuhyun pagi ini.

“Kau sudah bangun, Hyesub.”

Kyuhyun meletakkan nampan yang di bawanya di atas meja nakas yang berada di samping tempat tidur Hyesub. “Aku menyiapkan sarapan untukmu. Roti dengan selai cokelat dan susu putih kesukaanmu. Aku juga menyiapkan dua buah apel dan beberapa buah anggur untukmu. Kau pasti lapar kan? Semalam kau tidak ikut makan malam bersamaku dan juga Jungsoo hyung.” jelas Kyuhyun seraya menatap Hyesub dengan tatapan khawatir. Kyuhyun merasa khawatir dengan keadaan Hyesub yang sama sekali tidak mau makan dari semalam setelah gadis itu menangis hebat karena dirinya.

Hyesub masih memalingkan wajahnya dari Kyuhyun. Ia hanya terus menatap ke arah jendela kamarnya meskipun Kyuhyun terus mengajaknya bicara.

“Tidak, terima kasih. Aku tidak lapar.” jawab Hyesub dengan dingin.

“Tapi, Hyesub .. kau harus makan. Kau belum—”

“Apa kau tidak punya telinga? Aku bilang aku tidak lapar. Kenapa kau sangat memaksa sekali eoh?!”

Kyuhyun sedikit terkejut ketika mendengar suara Hyesub mulai meninggi. Pria itu bahkan merasa sedikit takut ketika Ia melihat Hyesub kini menatapnya dengan tatapan tajam dan terkesan dingin. Kyuhyun tahu, Hyesub pasti masih padanya karena insiden tadi malam. Ia pun tidak bisa menampik bahwa yang merusak kaos putih Hyesub adalah dirinya, Kyuhyun memang sempat memakainya dan tanpa sengaja kaos itu robek lantaran dirinya tersangkut di tiang ketika Ia mencoba loncat dari pagar kampusnya.

Kyuhyun menelan samar saliva-nya ketika maniknya bertatapan langsung dengan iris cokelat Hyesub. Kemudian setelah beberapa detik mencoba untuk memberanikan diri, Kyuhyun pun kembali membuka suara.

“Hyesub–ah, aku tahu kau masih marah padaku. Tidak apa-apa, aku mengerti kenapa kau seperti itu.” ucap Kyuhyun pelan. Pria itu lalu menundukkan wajahnya, menautkan jemarinya di depan perut seraya memikirkan kalimat selanjutnya yang akan Ia ucapkan pada Hyesub. “Aku tahu aku salah. Aku memang selalu membawa masalah untukmu. Tidak seharusnya aku selalu menyulitkanmu seperti ini, aku menyesal Hyesub. Sungguh, maafkan aku. Maaf karena aku sudah menyulitkanmu setiap saat. Maafkan aku, Hyesub.” lanjut Kyuhyun lagi. Pria itu masih tertunduk ketika Ia mengatakan semua kalimat itu pada Hyesub, Kyuhyun merasa tidak berani menatap Hyesub lantaran Ia tahu bahwa sepupunya itu sedang tidak ingin bertatap muka dengannya.

Hyesub menghela napas pelan ketika Ia merasakan atmosfer di antara dirinya dan juga Kyuhyun kini berubah menjadi sedikit melankolis ketika Kyuhyun menyampaikan permintaan maaf padanya. Hyesub paling tidak bisa melihat seseorang murung seperti Kyuhyun, itu akan membuatnya kesulitan menghadapi keadaan tersebut dan terlebih lagi Hyesub paling rentan dengan sesuatu hal yang menyentuh. Lalu setelah selama beberapa saat hening setelah Kyuhyun mengungkapkan rasa bersalahnya, kini Hyesub-lah yang merasa bersalah padanya hingga akhirnya gadis itu pun meraih tangan Kyuhyun, meminta pria itu untuk mendekat ke arahnya. Kyuhyun sendiri tidak tahu dengan apa yang baru saja Hyesub lakukan padanya, pria itu hanya menurut ketika Ia Hyesub menarik pelan tangannya hingga akhirnya Kyuhyun kini terduduk di sisi ranjang. Hyesub sudah tidak lagi menatap Kyuhyun dengan tatapan dingin, gadis itu kini menatapnya dengan tatapan lembut sebagaimana tatapan seorang kakak pada adiknya.

“Berhenti menundukkan wajahmu. Lihat aku, aku berada di depanmu. Bukan di bawah kakimu.” ucap Hyesub ketika Ia melihat Kyuhyun masih terus menundukkan wajahnya. Ia lalu menangkup wajah Kyuhyun, membuat pria itu kini benar-benar menatapnya. Hyesub pun menatap Kyuhyun tepat di matanya seraya kemudian kembali bicara. “Kau benar. Kau memang selalu menyulitkanku, Cho Kyuhyun. Kau memang selalu membawa masalah untukku setiap waktu. Aku bahkan nyaris gila menghadapi ‘penyakit’ akut yang kau miliki itu. Tapi Kyuhyun ..”

Hyesub menggantung kalimatnya sejenak. Gadis itu kemudian beralih menggenggam tangan Kyuhyun dengan erat. Kali ini perasaan bersalah benar-benar menyelimuti hatinya setelah Ia mengatakan kalimat yang tidak seharusnya Ia ucapkan. Hyesub merasa bahwa sekarang dirinya lah yang seharusnya minta maaf pada Kyuhyun karena sudah melukai perasaan Kyuhyun dengan kata-katanya yang kasar.

“Meskipun aku tahu kau selalu menyulitkanku dengan kebiasaan anehmu itu, aku sama sekali tidak membencimu. Ya, bagaimana bisa aku melakukan itu? Kau sepupuku. Aku sangat menyayangimu, Kyuhyun.”

“Hyesub ..”

You are not troublemaker, Cho KyuhyunMaaf karena aku sudah bersikap kasar padamu. Tidak seharusnya aku bersikap seperti itu. Chingu?” Hyesub lalu mengacungkan jari kelingkingnya pada Kyuhyun. Gadis itu tersenyum ketika Ia mengatakan kata ‘teman’ pada Kyuhyun, meminta Kyuhyun untuk berbaikkan dengannya.

Melihat Hyesub menunjukkan senyum seraya mengacungkan jari kelingkingnya, Kyuhyun pun ikut tersenyum ketika melihatnya. Pria itu lantas mengangguk kemudian menautkan kelingkingnya pada kelingking Hyesub.

Eum! Teman.” ucap Kyuhyun dengan senang. Pria itu kini sudah kembali tersenyum cerah lagi pada Hyesub. Kini kedua saudara sepupu itu sudah tidak lagi bertengkar, Hyesub bahkan sudah kembali menunjukkan senyum cerahnya pada Kyuhyun. Membuat Kyuhyun kini menyadari bahwa meskipun dirinya selalu membawa masalah untuk Hyesub, Ia tahu gadis itu pasti akan kembali tersenyum padanya. Hal itu membuat Kyuhyun menjadi sangat menyayangi Hyesub melebihi dirinya sendiri.

.

.

*Fin*

Special thanks to Leeteuk, Eunhyuk, Siwon, Zhoumi & Henry oppa. Happy birthday for Eunhyuk oppa & Siwon oppa (mianhae aku telat oppa T_T) And Happy 8th Anniversary for Super Junior M!! ^^ Yeay~ Saranghaeyo oppadeul! ❤ :*

Dan untuk para pembaca setia Areum, makasih untuk yang udah sempetin mampir & baca ini sampai akhir. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya? ^^ *wink*

With Love— Areumdaun Lee.

Advertisements

3 thoughts on “[I’m] Troublemaker?

  1. Makasih untuk komentarnya, dear.
    Tetep sayang ‘kan sama Gui Xian walaupun cuma sekedar sepupu? Think about it again. Sepupu lebih lucky daripada pacar. (Ini pendapat pribadiku *abaikanaja*) Hhehee ^^

    Like

  2. punya saudara kayak kyuhyun mendinga kagak dech ah itu mah keterlaluan banget apa apa dirusakin
    dan gk ada pertanggungjawaban
    tapi hyesub menerimanya dengan lapang dada

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s