Missing You


Hae

¶ Title: Missing You | Author: Areumdaun Lee | Cast: Lee Donghae and Kim Hyunji/YOU | Genre: Comedy (just a little bit)–Fluff–Romance | Rating: General | Length: Ficlet ¶

@AL_2016

“Lee Donghae-ssi! Lee Donghae-ssi! Ya, Lee Donghae!”

Seruan seseorang dari belakang membuat Donghae yang sedang berjalan di lorong seketika langsung menghentikan langkahnya. Pria itu menatap seorang pria yang tengah berlari ke arahnya dengan napas terengah-engah lantaran berusaha keras mengejarnya sejak tadi. Donghae menatapnya polos kemudian ketika pria itu sudah berada di hadapannya Donghae pun angkat bicara.

“Oh, Nam Seok-ssi. Ada apa?” tanya Donghae.

Pria yang tadi menyerukan namanya itu sempat mendengus ketika mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Donghae. Namun selang beberapa detik kemudian pria itu merogoh sesuatu di dalam saku celananya dan langsung menyerahkannya pada Donghae.

Pria itu lalu menunjuk sebuah amplop berwarna biru yang kini sudah berpindah ke tangan Donghae. “Itu surat untukmu. Satu jam lalu aku berusaha mencarimu untuk langsung memberikannya tapi karena aku baru ingat kau sibuk, jadi aku menyimpannya selama sementara di sakuku.” jelas Nam Seok panjang lebar.

Mendengar apa yang dikatakan oleh temannya, Donghae tanpa sadar menarik kedua sudut bibirnya. Pria itu menatap amplop biru di tangannya dengan tatapan senang. Wajahnya bahkan terlihat cerah kembali setelah tadi dirinya sempat merasa lelah lantaran banyak pekerjaan yang harus dilakukannya.

“Terima kasih sudah menyimpannya untukku.” Donghae tersenyum tulus pada lelaki jangkung di hadapannya tersebut. “Oh ya, terima kasih juga sudah mau mengejarku seperti tadi. Hahaa, kau terlihat lelah sekali mengejarku.” lanjutnya lagi.

Nam Seok mencibir ketika Donghae membahas perihal dirinya yang tadi susah payah mengejar Donghae, lalu dengan nada yang pura-pura dibuat kesal Nam Seok mengatakan, “Ck, jika saja aku tidak memiliki sifat sabar yang diwariskan oleh ibuku mungkin aku sudah memukul kepalamu dengan tongkat bisbol tadi. Kau itu menyusahkan sekali, kau tahu huh?”

Donghae tidak menyahuti ucapan Nam Seok, Ia malah tertawa ketika teman sekaligus rekan satu tim di kamp militernya tersebut memasang wajah yang dibuat pura-pura kesal. Donghae kemudian menepuk pundak Nam Seok seraya berucap. “Ya, kau tenang saja. Lain kali kau boleh memukulku jika aku semakin menyusahkanmu. Pukul aku sepuas yang kau mau. Bagaimana?”

Nam Seok langsung menatap Donghae dengan tatapan heran sekaligus merasa sedikit tertarik juga ketika Donghae memberikannya penawaran seperti itu. “Benarkah? Aku boleh memukulmu sepuasnya jika aku merasa kau semakin menyulitkanku? Apa kau sungguh-sungguh, Donghae–ssi? Kau benar-benar memberiku ijin untuk itu?” tanya Nam Seok berturut-turut.

Donghae kembali tertawa ketika Nam Seok melemparkan pertanyaan beruntun itu padanya. Pria itu lalu menoleh pada Nam Seok bersamaan dengan ekspresi wajahnya yang berubah polos. Kemudian dengan santainya Donghae mengatakan,

“Apa kau sudah gila? Tentu saja tidak.” jawabnya.

Ya!” Nam Seok langsung berseru begitu tahu bahwa Donghae ternyata hanya mengerjai dirinya. Pria itu berdecak pelan, menatap Donghae dengan tatapan yang kini benar-benar terlihat kesal. Nam Seok tahu jika Donghae memang terkenal usil di kalangan teman-teman satu kampnya, tapi anehnya ternyata dirinya juga terkena getah usil Donghae meskipun Ia sudah mengetahui keusilan Donghae.

“Sudahlah, lebih aku kembali bekerja saja. Perasaanku panas jika aku terus-menerus berhadapan denganmu, Lee Donghae–ssi. Annyeong!”

Donghae mengerjapkan matanya melihat Nam Seok begitu ingin cepat pergi darinya sebelum Ia menjawab ucapannya. Pria itu lalu hanya menatap kepergian temannya dengan tatapan polos, namun ketika Nam Seok sudah benar-benar menghilang dari pandangannya Donghae lagi-lagi tertawa mengingat bagaimana Ia mengerjai Nam Seok tadi. Donghae lalu berbalik dan kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan lorong sepi tersebut.

.

.

.

Di dalam kamar yang di tempatinya selama berada di kamp, Donghae duduk bersandar pada bagian kepala tempat tidur seraya terus menatapi amplop berwarna biru di tangannya. Pria itu tidak henti-hentinya tersenyum ketika menatapi amplop tersebut. Sesekali otaknya berimajinasi, membayangkan bagaimana isi dari amplop itu. Lalu dengan senyuman yang masih terukir di bibirnya Donghae pun lantas membuka amplop itu dan mengeluarkan selembar kertas yang terlipat di dalamnya. Sebuah surat dari seseorang yang sangat Ia rindukan saat ini.

Saat Donghae bersiap membaca tulisan di surat tersebut, pria itu sempat beberapa kali menarik napas lebih dulu lantaran terlalu gugup untuk mengetahui isi surat yang diterimanya. Dan ketika Ia sudah merasa siap maka Donghae pun mulai membaca baris demi baris tulisan tangan yang terukir di surat tersebut.

Dear, My Donghae ..

Tidak terasa sudah setahun terlewati hari-hariku tanpa hadirmu di sini. Sepi begitu menyiksa diriku sejak setelah keberangkatanmu di hari itu. Bagaimana kabarmu di sana? Apakah semuanya baik-baik saja? Apakah kau tidur dengan nyenyak? Lalu bagaimana kesehatanmu? Apakah kau mampu mengontrol semua pekerjaanmu di sana dan melewati semua kesulitan di sana?

Dear, My Donghae ..

Sebenarnya aku tidak mengharapkan banyak hal di tahun ini dan juga tahun berikutnya. Aku bahkan tidak tahu apa yang aku inginkan, entah kenapa aku merasa tidak membutuhkan apapun untuk tahun ini hingga setahun kedepan. Tapi Donghae, apa kau tahu jika aku hanya meminta satu hal pada Tuhan?

 Hanya sesuatu yang sederhana dan itupun tidak untukku.

Kau tahu, aku hanya minta pada Tuhan untuk menjagamu selama kau melaksanakan tanggung jawabmu di militer. Hanya itu. Aku percaya Tuhan pasti memenuhi doaku itu karena aku tahu aku memintanya bukan untuk diriku pribadi. Hanya untukmu.

Dear, My Donghae ..

Aku akan terus menunggumu di sini sampai kau kembali. Aku janji.
Di sini aku hanya akan menunggumu dan hanya mengharapkan dirimu. Tidak peduli jika aku harus menghadapi sepi dan bertemankan rindu selama dirimu tidak di sisiku. Percayalah, setiaku hanya untukmu Lee Donghae. Tidak akan pernah ada orang lain selain dirimu. Tidak akan.

Kasihku, Setiaku, Janjiku, dan Cintaku itu semua hanya untuk dirimu. Aku sangat mencintaimu. Sangat, sangat, sangat, dan sangaaattt .. mencintaimu.
Tetaplah sehat dan cepat kembali.

Aku akan menunggumu.

Tertanda,
Seseorang yang merindukanmu dalam sepi.

Kim Hyunji.

Donghae terdiam begitu Ia selesai membaca surat di tangannya, Ia menatap surat tersebut dengan tatapan sendu begitu mengetahui seluruh isinya yang Hyunji tuliskan di sana. Donghae tiba-tiba merasa sangat rindu pada Hyunji mengingat bagaimana wanita yang dicintainya tersebut menjalani hari-harinya sendiri tanpa kehadirannya. Hatinya bahkan merasa sedikit tidak tega ketika tahu bahwa Hyunji bertekad menunggunya seperti itu.

Donghae lalu menyeka sudut matanya ketika sebuah kristal bening mulai menyeruak di matanya dan membuat matanya terasa perih. Donghae tersenyum, Ia merasa sangat bersyukur memiliki Hyunji. Dirinya begitu beruntung bisa mendapatkan Hyunji yang begitu sabar dan setia padanya. Sungguh, cintanya pada Hyunji terasa semakin dalam.

Donghae lalu menoleh ke samping kirinya, matanya tertuju pada sebuah figura yang diletakkan di atas meja nakas di samping tempat tidurnya. Pria itu lalu tersenyum menatap foto dirinya bersama seorang wanita yang tengah merangkulnya dari belakang. Dan dalam diam ketika Donghae terus menatapi foto itu, bibirnya kemudian berucap,

“Aku merindukanmu. Aku sangat merindukanmu, Kim Hyunji.”

.

.

.

*Fin*

Hai, lama ngga nulis sesuatu di blogku tercinta. Maaf, Areum menghilang selama beberapa bulan ini. Kalian apa kabar? Aku harap semuanya dalam keadaan baik ya ^^

I miss you, all. 🙂

With Love — Areumdaun Lee.

Advertisements

2 thoughts on “Missing You

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s