[SERIES] — Artificial Love #1 HE IS MY BOYFRIEND


our-sehun

¶ Title: Artificial Love | Author: Areumdaun Lee | Cast: Oh Sehun, Kim Haneul/YOU, Kim Joonmyeon | Genre: Romance, Comedy | Rating: General | Length: Oneshoot ¶

.

.

©AL_2016

.

.

Pernahkah kalian merasakan sesuatu yang manis melebihi rasa makanan atau minuman yang manis? Pernahkah kalian mengkhayalkan suatu cerita fantasi lebih dari sebuah dongeng tidur anak tentang pangeran dan seorang wanita yang dicintainya? Atau pernahkah salah satu dari kalian mendapatkan sebuah hadiah yang manis seperti misalnya kekasihmu memberikanmu sebuket bunga mawar, sekotak cokelat, dan sebuah boneka yang menggemaskan? Atau mungkin kalian pernah bepergian ke sebuah tempat hanya berdua saja dan menghabiskan waktu seharian dengan melakukan banyak hal romantis?

Pertanyaan itu mungkin bisa terjawab dengan mudah bagi siapapun yang memiliki pasangan. Mereka tentu saja akan melakukan hal-hal romantis seperti yang tadi disebutkan di atas karena sepasang kekasih pastilah saling mencintai. Tapi hal itu justru menjadi sesuatu yang berbeda bagi gadis bernama Kim Haneul, yang sialnya justru bertemu dengan Sehun dengan cara yang tidak biasa. Dan itu masih belum bisa dikatakan sebagai suatu hal yang romantis.

Semua ini berawal dari ide konyol Haneul yang merencanakan sebuah sandiwara gila— itu menurutnya, dimana Haneul berniat untuk membuat mantan kekasihnya cemburu dan kemudian berpikir ulang untuk tidak memutuskan hubungan mereka yang memang sudah berjalan cukup lama. Ya, begitulah Kim Haneul. Gadis itu terlalu keras kepala untuk menyerah begitu saja meskipun mantan kekasihnya itu terus bersikukuh untuk mengakhiri hubungan mereka.

Sandiwara ini sudah berlangsung selama kurang lebih seminggu lamanya. Skenario konyol milik Haneul itu dimulai saat Ia sedang memata-matai mantan kekasihnya di sebuah restoran. Gadis itu menyembunyikan wajahnya dengan menggunakan daftar menu makanan yang Ia dapatkan dari salah seorang pelayan di sana. Haneul yang saat itu sedang duduk di salah satu meja yang berada di paling pojok, menatap tidak suka ke arah seorang gadis yang duduk di meja dekat jendela. Ia terus melipat kulit keningnya setiap kali melihat gadis yang sedang bersama mantan kekasihnya itu tersenyum dan tertawa, rasanya itu membuat Haneul ingin sekali menyiramkan air ke wajah gadis tersebut. Ugh! Apa yang menarik dari gadis itu? Dia bahkan tidak lebih cantik dariku, Kim Joonmyeon. Itulah yang dikatakan Haneul saat Ia sedang mengamati gerak-gerik gadis tersebut.

Tepat ketika Haneul melihat Joonmyeon bangun dari kursinya, gadis itu cepat-cepat menutupi wajahnya begitu mantan kekasihnya tersebut berjalan melewatinya. Ternyata Joonmyeon berniat untuk pergi ke toilet sebentar dan Haneul yang membaca situasi tersebut tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk menghampiri ‘pacar baru’ mantan kekasihnya itu. Haneul sudah tidak bisa menahan diri dengan hanya duduk diam di sana, rasanya ingin sekali Haneul bicara langsung dengan gadis itu kemudian menanyakan kenapa Joonmyeon memutuskan hubungan mereka dan kenapa Joonmyeon memilih dirinya sementara Haneul tidak kurang sedikitpun.

Namun setelah berpikir dua kali, Haneul tidak boleh bertindak gegabah atau nanti dirinya sendiri yang akan merasakan akibatnya. Ia tidak mau mempermalukan dirinya di depan gadis itu. Tidak, itu tidak boleh terjadi. Dirinya harus menyusun sebuah skenario untuk membuat pertemuan mereka terlihat alami dan berjalan dengan baik. Ya, itu harus dipersiapkan matang-matang.

Sementara dirinya berpikir keras untuk menyiapkan skenario pertemuannya dengan gadis itu, di saat yang bersamaan Haneul melihat Joonmyeon kini sudah keluar dari toilet dan sedang berjalan ke arahnya. Gadis itu pun kembali menutupi wajahnya dengan cepat sebelum Joonmyeon benar-benar melewati tempat duduknya. Haneul lalu meringis dalam hati ketika melihat situasi yang terjadi, Ia sadar bahwa dirinya harus bertindak cepat sebelum Joonmyeon dan gadis itu keluar dari restoran ini. Maka saat rasa panik semakin mengerubunginya, Haneul tanpa sengaja melihat seorang pria yang sedang berjalan melewati deretan meja-meja yang sudah terisi di depannya. Tampaknya pria itu baru saja masuk ke dalam restoran dan berniat untuk memilih tempat duduk. Kemudian ..

“Sayang, aku di sini!”

Haneul dengan refleks langsung mengangkat tangan kanannya seraya berseru kepada pria tersebut. Dengan begitu percaya diri gadis itu melambaikan tangannya ke arah pria itu sementara di depannya pria yang tidak tahu apa-apa tersebut langsung menghentikan langkahnya dan hanya menatapnya bingung.

“Ke sini, ayo cepat ke sini!” seru Haneul lagi sambil terus melambaikan tangannya pada pria asing tersebut. Gadis itu bahkan tidak ragu-ragu melemparkan senyumannya. Setidaknya dengan Ia tersenyum pada pria asing itu, Haneul tidak merasa malu ketika orang-orang mulai memperhatikan fokus mereka padanya. Toh, dirinya tersenyum dengan tulus dan itu terlihat alami sehingga hal itu tidak mengundang rasa penasaran yang berlebihan dari orang-orang di sekitarnya.

Karena tidak mau membuat situasi berubah memalukan, akhirnya Haneul pun kemudian segera mengambil tindakan dengan menghampiri pria asing itu yang berdiri beberapa meter di depannya. Haneul lantas menggandeng tangan pria itu tanpa sedikit pun menghilangkan senyum di bibirnya seraya kembali bicara pada si pria asing namun kali ini dengan nada berbisik.

“Maafkan aku. Aku butuh bantuanmu sekarang. Kumohon bantu aku.” bisik Haneul, lalu Ia pun mulai mengambil langkah sambil tetap menggandeng tangan pria asing tersebut.

Pria asing itu menoleh saat gadis itu sudah mulai mengambil langkah dan membawa serta dirinya. Ia menatap Haneul dengan tatapan datar namun Haneul yang sesekali melihat ke arahnya, tahu bahwa pria itu sedang bingung dengan apa yang sedang terjadi padanya saat ini.

“Aku akan menjelaskan semuanya padamu nanti, tapi sekarang aku mohon kau bantu aku dulu.  Kau cukup ikuti aku saja dan jangan memulai percakapan sebelum aku yang bicara. Mengerti?” lanjutnya kemudian seraya terus berjalan melewati deretan meja-meja yang sudah terisi.

Lalu saat Haneul sudah hampir sampai di mejanya, gadis itu justru malah pura-pura tidak sengaja melihat keberadaan Joonmyeon dan kekasih barunya. Haneul pun lantas kembali memimpin langkah untuk berjalan mendekat ke meja Joonmyeon.

“Kim Joonmyeon–ssi?”

Joonmyeon yang sedang mengobrol dengan kekasihnya itu pun lantas menoleh ke arah Haneul saat gadis itu menegurnya. Joonmyeon pun lantas bangun dari kursinya diikuti pula oleh kekasihnya yang duduk di hadapannya. Pria itu menatap Haneul dengan tatapan terkejut. “Eoh, Kim Haneul–ssi?”

Haneul memasang senyum yang sengaja terlihat senang karena baru kembali bertemu dengan Joonmyeon. “Aigooo .. ternyata kau sedang berada di sini juga? Wah, kebetulan sekali kita berada di tempat yang sama seperti ini!” ungkap Haneul dengan nada tidak percaya. Gadis itu bahkan terkekeh pelan menyadari situasi yang terjadi saat ini. Sepertinya aktingnya ini benar-benar luar biasa. Haneul bisa melihat raut terkejut di wajah Joonmyeon meskipun Ia tahu pria itu pasti berusaha menutupi keterkejutannya.

“Apa yang kau lakukan di sini, Haneul?” tanya Joonmyeon dengan nada hati-hati namun penuh selidik.

“Apa kulakukan di sini? Tentu saja aku akan makan malam di sini. Benarkan sayang?” Kali ini Haneul menoleh pada pria asing di sampingnya. Gadis itu masih menggenggam tangan kokoh si pria asing tersebut dengan lembut layaknya pria asing itu benar-benar kekasihnya.

Sandiwara ini harus berjalan dengan mulus, hanya itulah yang terus Haneul pikirkan saat Ia sedang berhadapan dengan Joonmyeon. Dirinya harus bisa meyakinkan mantan kekasihnya itu bahwa pertemuan mereka di sini adalah sebuah kebetulan, maka untuk itu Haneul kemudian memberanikan diri untuk mengajak si pria asing di sampingnya terlibat di dalam percakapan antara dirinya dan Joonmyeon. Haneul harus bisa berakting dengan yakin agar Joonmyeon percaya padanya lalu merasa cemburu dengan keberadaan si pria asing di sampingnya.

Pria asing itu masih diam selama beberapa detik setelah Haneul melemparkan pertanyaan itu padanya. Jujur saja, sebenarnya sekarang pria itu sudah mengerti bantuan macam apa yang sedang dibutuhkan Haneul. Bisa saja dirinya tadi menolak mentah-mentah perintah gadis itu tapi entah kenapa pria itu justru membiarkan Haneul terus bergerak di dekatnya. Pria itu bahkan tidak sadar bahwa kini dirinya sudah terlibat di dalam sandiwara yang disusun oleh Haneul.

Haneul yang berdiri di samping kanannya mulai menatap cemas ke arah si pria asing tersebut saat pria itu belum juga menjawab pertanyaannya. Tangannya tanpa sadar menggenggam kuat tangan si pria dan itu refleks membuat pria asing tersebut menunduk ke arah genggaman tangannya. Dirinya bisa melhat kegugupan Haneul sekarang.

“Iya. Tentu saja kita makan malam di sini, sayang.”

Haneul yang sejak tadi menanti-nanti jawaban seperti apa yang akan dikatakan oleh pria asing itu, kini mendadak tegang di tempatnya berdiri. Gadis itu seketika membeku ketika telinganya mendengar suara di si pria asing tersebut.

Joonmyeon yang berdiri di hadapan mereka hanya pun sekarang terdiam begitu mendengar jawaban pria asing itu. Kening Joonmyeon berkerut saat melihat penampilan pria yang di gandeng oleh Haneul tersebut, dari penampilannya Joonmyeon bisa mengetahui bahwa pria yang berdiri di samping Haneul itu adalah pria yang mapan. Hal itu membuat Joonmyeon entah kenapa menaruh curiga pada mantan kekasihnya tersebut karena Joonmyeon tahu, Haneul tidak mungkin bisa mendapatkan pacar seperti dirinya. Untuk memperjelas rasa penasarannya Joonmyeon pun lantas kembali bertanya pada Haneul.

“Kim Haneul–ssi, apa kau datang bersamanya? Siapa dia?” tanya Joonmyeon. Tanpa sadar Joonmyeon justru menatap pria asing itu dengan tatapan tidak suka.

Dan berkat pertanyaan Joonmyeon barusan, Haneul kini bisa kembali ke dunia nyatanya setelah tadi dirinya sempat melamun. Gadis itu lalu menoleh pada Joonmyeon dan dengan tampang bodohnya Haneul malah berucap, “Eoh, I–iya? Kau tadi tanya apa, Joonmyeon–ssi?”

“Aku tanya, apa kau datang ke sini bersamanya? Siapa dia? Temanmu? Saudaramu? atau mungkin .. pacar barumu?”

Haneul yang ditanya seperti itu oleh Joonmyeon mendadak bingung harus menjawab apa, gadis itu berkali-kali menatap si pria asing di sampingnya dan juga Joonmyeon. Tidak, Haneul tidak boleh mengacaukan rencana ini. Sandiwara ini sudah berjalan dengan baik. Ia tidak boleh terlihat ragu sedikitpun di depan Joonmyeon. Maka untuk itu Haneul pun menatap pria asing itu dengan tatapan yakin hingga akhirnya ketika Ia kembali menoleh pada Joonmyeon gadis itu kemudian menjawab.

“Ehm, maafkan aku yang tidak sopan. Aku lupa mengenalkanmu dengan seseorang.” Haneul tersenyum pada Joonmyeon seraya sekali lagi kembali menoleh pada si pria asing di sampingnya. “Kenalkan, dia pacarku.” ucap Haneul lagi.

Dan Joonmyeon yang mendengar jawaban Haneul seperti itu kini tidak bisa mengatakan apapun lagi. Jawaban Haneul barusan adalah sebuah jawaban telak dan Joonmyeon tidak bisa menanyakan pertanyaan lagi pada Haneul. Pria itu bungkam, mungkin.

Si pria asing itu kemudian mengulurkan tangannya di depan perut Joonmyeon, menatap Joonmyeon dengan tatapan datar namun ekspresi wajah dinginnya tampak begitu berkharisma. Lalu pria asing asing itu kembali bicara,

“Kenalkan, aku Oh Sehun. Dan aku pacar dari Kim Haneul.” jawabnya dengan jelas dan tanpa ragu sedikitpun ketika mengatakan status dirinya sebagai pacar Haneul di hadapan Joonmyeon. Dan karena jawabannya tersebut, tanpa Haneul sadari gadis itu justru tersenyum di sampingnya. Haneul bahkan bisa merasakan jika saat ini jantungnya seperti sudah merosot ke dasar perut saat tahu pria asing yang tidak dikenalnya itu benar-benar mau membantunya menjalankan semua skenario konyol ini hanya demi membuat Joonmyeon merasa cemburu padanya.

.

.

.

*Fin*

Advertisements

6 thoughts on “[SERIES] — Artificial Love #1 HE IS MY BOYFRIEND

  1. komentq yg kmren gk bisa masuk ya???

    kalau aq justru lebih suka series karna kalau chapter biasanya akan lebih rumit ceritanya…
    emang dasarnya aq lebih suka konflik yg ringan dan gk muluk” hehehe 🙂

    ini bagus bgt ceritanya, ditunggu kelanjutannya ya 🙂
    fighting ^__^

    Like

    • Makasih komennya^^
      Kmu benar. Aku emng sengaja buat ceritanya cuma series karena memang takut klo buat chapter malah ngga rampung karena kesulitan di konfliknya. Mohon tunggu kelanjutan seriesnya yaa~

      Makasih jga buat supportnya 🙂
      Author bakal semangat nulisnya^^

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s