[SERIES] – Artificial Love #2 I’LL SHOW YOU


 

cold-sehun

¶ Title: Artificial Love | Author: Areumdaun Lee | Cast: Oh Sehun, Kim Haneul/YOU, Kim Joonmyeon | Genre: Romance, Comedy | Rating: General | Length: Oneshoot ¶

.

.

©AL_2016

.

.

Haneul meringis ketika matanya kembali membaca sebuah tulisan tangan yang tertera pada selembar kertas di tangannya. Itu adalah alamat seseorang yang akan Ia temui hari ini. Haneul harus bersusah payah demi mendapatkan alamat tersebut sampai dirinya harus bertanya pada beberapa kenalannya dan semua itu memakan waktu selama dua minggu. Ia terus menggerutu pelan seiring pikirannya semakin dipenuhi oleh percakapannya dengan mantan kekasihnya beberapa waktu lalu saat mereka terakhir kali bertemu secara tidak sengaja di sebuah restoran.

Haneul merasa sedikit menyesal setiap kali dirinya berhadapan dengan Kim Joonmyeon, dirinya selalu saja berakhir memalukan dan tampak begitu bodoh di depan pria itu. Rasanya Haneul tidak akan pernah berhenti beradu argumen jika mereka bertemu, yang terjadi keduanya justru malah berusaha untuk saling menjatuhkan satu sama lain. Membuat salah satu diantara mereka harus ada yang kalah dan membuat permainan ‘adu pendapat’ yang terjadi diantara mereka benar-benar berhenti.

Seperti sekarang, lagi-lagi Haneul harus melakukan tindakan gila untuk kedua kalinya. Ia harus menyelamatkan dirinya atau Kim Joonmyeon akan benar-benar membuatnya malu— begitulah yang Haneul pikirkan.

Jarum jam pada arloji putih yang melingkar di tangan kiri Haneul kini sudah menunjukkan pukul tujuh malam lebih lima belas menit sejak gadis itu memutuskan untuk menunggu di depan sebuah apartemen pagi tadi. Entah sampai kapan Haneul akan tetap menunggu di sana, duduk diam di dalam mobilnya sementara dirinya sudah tidak tahan lagi untuk segera pergi dari sana. Ia sudah benar-benar suntuk berada di sana, menunggu selama lima jam hanya untuk dapat kembali bertemu dengan pria asing yang tidak ‘sengaja’ Ia libatkan di dalam skenario gilanya beberapa waktu lalu. Haneul bahkan tidak tahu apakah pria asing itu masih mengingatnya atau tidak, tetapi yang penting dirinya harus kembali bertemu dengan pria asing itu jika Haneul tidak ingin membuat Joonmyeon mempermalukan dirinya nanti.

Kemudian tepat ketika Haneul berniat untuk menghidupkan mobilnya dan memutuskan untuk tidak menunggu lebih lama lagi, pergerakan Haneul langsung terhenti saat matanya menangkap sosok pria yang dikenalnya.

“Oh Sehun–ssi!” seru Haneul dengan begitu riangnya sampai Ia menyembulkan kepalanya keluar jendela.

Haneul lantas keluar dari mobilnya untuk segera menghampiri pria tersebut. Ketika sudah berada di hadapan pria itu, Haneul pun melemparkan senyuman manisnya lalu kembali berucap, “Annyeong, Oh Sehun–ssi!”

Sehun yang berdiri di depan Haneul tidak merespon. Ia hanya memperhatikan Haneul dengan kening yang berkerut saat gadis itu berdiri di depannya dengan ekspresi yang begitu senang seolah baru saja mendapatkan apa yang diinginkannya. Cukup lama bagi Sehun untuk membawa ingatannya pada memori beberapa waktu lalu dimana Ia pernah bertemu dengan Haneul. Dan ketika Sehun baru menyadari siapa gadis yang berdiri di hadapannya, perlahan kulit keningnya mulai rileks kembali. Tidak ada lagi ekspresi bingung di wajahnya.

Lantas dengan pelan, satu kata pun meluncur dari bibir mungil Sehun yang tanpa disadari kembali membuat bibir Haneul melengkung.

“Kau .. Kim Haneul–ssi?”

Senyum masih merekah di bibir Haneul saat Ia tahu bahwa Sehun ternyata masih mengingatnya. Bahkan ketika pria itu menyebutkan namanya dengan lengkap seperti itu, Haneul tidak menyadari ekspresi datar di wajah Sehun yang kelihatan bertolak belakang dengan ekspresinya yang sumringah.

Lalu selang beberapa detik kemudian Sehun pun mengajak Haneul untuk duduk di sebuah kursi taman yang berada tidak jauh dari lokasi tempat mereka bertemu. Keduanya berjalan dalam keadaan hening dan tampak begitu canggung, membuat Haneul merasa sedikit tidak nyaman ketika Ia berjalan bersisihan di samping Sehun. Sesekali bibir gadis itu terbuka untuk mengatakan sesuatu namun entah kenapa setiap kali Ia memperhatikan wajah Sehun, Haneul terus mengurungkan niatnya untuk bicara. Mungkin lebih baik jika mereka sudah duduk barulah Haneul akan mengatakan maksud kedatangannya menemui pria itu.

Dan begitu sampai, adalah Sehun yang lebih dulu memulai percakapan. Pria itu tidak sedikit pun menunjukkan ekspresi hangat di wajahnya. Sehun benar-benar terlihat seperti sebuah patung. Seulas senyum tipis pun bahkan tidak Ia tunjukkan pada Haneul, benar-benar pria yang dingin. Ck!

“Kau .. bagaimana kau menemukan alamatku?”

Haneul menoleh pada Sehun di sisi kanannya, “Eoh? Itu, aku memiliki seorang teman yang bekerja di kantor polisi, jadi aku minta bantuannya untuk mencarikan alamatmu.”

Sehun tidak merespon ucapan Haneul, Ia hanya terus menatap Haneul hingga membuat gadis itu menjadi salah tingkah karenanya. Entah Haneul yang merasa terlalu percaya diri atau memang dasar Sehun lah yang sudah seperti patung, pria itu malah tidak peka terhadap situasi yang dirasakan Haneul. Sehun benar-benar tidak mengalihkan iris matanya sedikit pun dari Haneul.

Y–ya! I–itu .. itu salahmu! Iya benar. Semua ini salahmu, Oh Sehun–ssi! Jika saja waktu itu kau menerima teleponku untuk mengajakmu bertemu, aku tidak akan melakukan ini. Ah iya! Kenapa waktu itu kau tidak menerima teleponku eoh? Aku ‘kan jadi tidak perlu repot-repot begini hanya untuk bertemu denganmu lagi.” jelas Haneul panjang lebar, gadis itu terlihat sesekali tergagap ketika bicara. Salahkan saja Sehun yang tidak berhenti menatapnya seperti itu.

Ya, kau tahu apa saja yang harus kulakukan hanya untuk mendapatkan alamatmu? Aish, kenapa kau ini sulit sekali ditemui eoh? Menyusahkan saja.”

“Kenapa?” tanya Sehun lagi.

DEG! Jantung Haneul nyaris berhenti ketika mendengar Sehun masih saja bertanya ‘kenapa’ padanya. Kedua alis Haneul terangkat, kali ini gadis itu terlihat bingung dengan pertanyaan yang dilemparkan Sehun. Hatinya sedikit meringis mendengar pertanyaan tersebut yang terkesan menyudutkannya. Ia tahu bagaimana lagi dirinya harus bicara dengan Sehun.

“Maksudmu?”

Sehun tidak langsung menjawab pertanyaan Haneul, pria itu hanya menatap Haneul dengan tatapan yang sulit diartikan seolah Sehun tengah meminta jawaban pasti dari Haneul. Apa alasan gadis itu kembali menemuinya lagi sampai Ia harus meminta bantuan teman polisinya hanya untuk kembali bertemu dengannya setelah beberapa minggu kemudian. Sehun lantas merubah posisi duduknya menjadi berhadapan dengan Haneul. Ia masih mempertahankan ekspresinya saat bibirnya kembali berucap,

“Kenapa kau menemuiku lagi? Sebenarnya ada apa denganmu, Kim Haneul–ssi?”

Baik Haneul maupun Sehun, keduanya sama-sama tidak mengerti kenapa mereka harus kembali bertemu dan terikat dalam skenario yang sepertinya tidak akan berakhir dalam waktu dekat. Haneul yang berkepribadian keras kepala dan ambisius terhadap sesuatu tidak bisa memahami dirinya saat ini. Ia sendiri tidak mengerti kenapa dirinya harus kembali melibatkan Sehun di dalam skenario konyolnya. Sebenarnya Haneul merasa begitu malu setiap kali Ia berhadapan dengan pria itu, tapi Ia juga tidak bisa pergi tanpa Sehun setiap kali akan bertemu dengan Joonmyeon.

Sementara itu dengan Sehun, pria yang notabene-nya terkesan dingin dan tidak terlalu peduli dengan urusan orang lain, justru menjadi berbanding terbalik dengan kepribadiannya yang seperti biasa. Sehun tidak bisa memahami dirinya lagi sejak setelah dirinya bertemu dengan Haneul. Entah apa yang membuatnya menjadi begitu cepat peduli dengan urusan orang lain dan apa alasan dirinya yang selalu bersedia menerima prtmintaan Haneul, gadis asing yang baru sekali dua kali ditemuinya.

Mungkinkah keduanya merasa saling diuntungkan? Atau .. apa mungkin keduanya mulai merasa terbiasa dengan kehadiran satu sama lain hingga tanpa sadar Sehun dan Haneul ingin terus bersama seiring skenario ini berjalan sampai pada akhir cerita?

Keputusan Sehun yang kembali menerima permintaan Haneul untuk menjadi pacar pura-puranya ternyata bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Dibalik status Sehun sebagai pacar Haneul, Sehun harus rela melakukan sesuatu yang biasanya dilakukan oleh sepasang kekasih pada umumnya. Sesuatu yang tidak pernah Sehun lakukan sebelumnya. Di hadapan Joonmyeon, Sehun harus bisa berakting dengan sangat yakin untuk meyakinkan mantan kekasih Haneul tersebut bahwa kali ini Haneul dan juga dirinya bisa melakukan banyak hal romantis seperti yang dilakukan Joonmyeon bersama kekasihnya.

Ketika Joonmyeon meminta Haneul untuk pergi melakukan double date, Haneul merasa tidak yakin apakah dirinya mampu meyakinkan Sehun untuk kembali menjadi pacar pura-puranya atau tidak. Gadis itu sempat merasa khawatir dengan tantangan yang diberikan Joonmyeon ketika mereka bertemu beberapa pekan lalu. Dan kini ketika Haneul sudah berada pada waktu yang ditentukan oleh Joonmyeon, dirinya tidak bisa menahan perasaan senangnya ketika Ia memperhatikan Sehun yang berdiri di sampingnya. Rasanya seperti mimpi saat pria asing itu berjalan bersisihan dengannya, bahkan Haneul pun merasa tidak percaya jika saat ini mereka berjalan sambil bergandengan tangan seperti layaknya sepasang kekasih sungguhan.

Saat mereka sedang berjalan santai sambil melihat-lihat di sekitar Amusement Park, Choi Jin Hee— pacar Joonmyeon, meminta ijin pada Joonmyeon untuk pergi ke toilet sebentar. Jin Hee bahkan tidak canggung untuk meminta Haneul ikut dengannya. Dan yang tersisa hanyalah Joonmyeon dan Sehun yang kemudian memutuskan untuk menunggu di depan sebuah stand aksesoris yang berada tidak jauh dari tempat mereka berpisah.

Tidak ada percakapan diantara Sehun dan Joonmyeon saat kedua pria itu sedang melihat beberapa aksesoris di sana. Aura di sekitar keduanya terasa dingin, bahkan tak ayal setiap kali Joonmyeon memperhatikan Sehun diam-diam, pria itu terlihat tidak suka pada Sehun.

“Kau benar-benar menyukai Kim Haneul, Oh Sehun–ssi?” tanya Joonmyeon tiba-tiba.

Mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Joonmyeon seperti itu, Sehun langsung menghentikan pergerakan tangannya ketika pria itu sedang memegang sebuah jepit rambut. Ketika mendengar pertanyaan Joonmyeon, Sehun kembali teringat dengan percakapannya bersama Haneul saat gadis itu menemuinya kemarin malam. Dirinya teringat bagaimana Haneul menceritakan alasan hubungannya berakhir dengan Joonmyeon.

Sehun ingat bagaimana Haneul berusaha menahan diri untuk tidak menangis saat gadis itu mengatakan bahwa Joonmyeon meninggalkannya karena pria itu sudah bosan dengan dirinya. Haneul bahkan menceritakan bagaimana Joonmyeon membanding-bandingkan dirinya dengan pacar barunya, tidak hanya itu Haneul juga mengatakan bahwa Joonmyeon menyebut dirinya hanya sebagai gadis singgahan. Joonmyeon menjadikannya pacar karena pria itu hanya ingin mendapatkan popularitas Haneul yang memang dikenal sebagai keluarga berada. Dan sekarang saat Joonmyeon sudah bertemu dengan Jin Hee, pria memutuskan untuk menyudahi hubungan mereka dan memilih untuk bersama Jin Hee sampai pada jenjang hubungan yang lebih serius karena keluarga Joonmyeon memintanya untuk bertunangan dengan Jin Hee dalam waktu dekat. Itu pun karena permintaan ayah Joonmyeon yang merupakan kerabat dekat ayah Jin Hee, jadi Joonmyeon pun tidak bisa menolak permintaan ayahnya yang sebenarnya tidak pernah menyetujui hubungannya saat bersama Haneul dulu.

Setelah mengetahui semua itu Haneul merasa marah dan kecewa pada Joonmyeon. Rasanya ingin sekali Haneul membuat Joonmyeon merasa menyesal atas apa yang sudah pria itu lakukan padanya. Maka untuk itulah Haneul terus meminta bantuan Sehun untuk melakukan aksi balas dendamnya pada Joonmyeon.

“Oh Sehun–ssi, jawab pertanyaanku. Apa kau benar-benar menyukai Haneul? Apa kalian sungguh memiliki perasaan satu sama lain?” tanya Joonmyeon lagi. Membuat Sehun kembali dari lamunannya.

“Hubunganku dengan Haneul hanya aku dan Haneul saja yang tahu. Kau sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengannya bukan? Untuk apa kau bertanya seperti itu?” jawab Sehun dengan nada yang terdengar dingin.

Joonmyeon tertegun mendengar jawaban yang diberikan oleh Sehun. Tidak disangka jika pria dingin itu akan memberikan jawaban diluar dari apa yang Ia duga. Namun meskipun Sehun membuatnya terlihat telak, Joonmyeon tidak lantas mempercayainya begitu saja. Joonmyeon belum bisa menerima fakta bahwa mereka adalah sepasang kekasih seperti yang selalu dikatakan oleh Haneul maupun Sehun. Lalu dengan berani Joonmyeon kembali bicara pada Sehun, kali ini Ia merasa yakin dirinya akan bisa membuktikan apakah Sehun dan Haneul benar-benar menjalin hubungan atau tidak.

“Apa kau bisa berikan aku bukti, Oh Sehun–ssi? Berikan aku bukti bahwa kalian memang benar-benar sepasang kekasih.” pinta Joonmyeon yang kemudian membuat Sehun kini beralih menatapnya. Raut terkejut tampak jelas di wajah Sehun ketika pria itu menoleh dengan cepat pada Joonmyeon. Dan itu membuat Joonmyeon tersenyum penuh kemenangan.

Saat Sehun dan Joonmyeon masih saling beradu tatap, Jin Hee dan Haneul sudah kembali dari toilet. Joonmyeon yang melihat Haneul tengah berjalan sambil sesekali menyelipkan rambutnya di balik daun telinga, bisa mengetahui bahwa gadis itu sedang gugup lantaran tengah berjalan bersisihan dengan Jin Hee. Joonmyeon tahu bahwa Haneul selalu merasa tidak nyaman saat Ia berjalan di dekat gadis lain karena terkadang itu membuat rasa percaya diri gadis itu hilang.

“Lihat. Haneul selalu menyelipkan rambutnya di balik daun telinganya. Itu dia lakukan setiap kali dirinya merasa gugup.”

Joonmyeon kembali menatap Sehun, lalu dengan senyuman miring yang terukir di bibirnya pria itu melanjutkan, “Jika kau bisa melakukan sesuatu yang bisa mengembalikan rasa percaya dirinya, aku rasa aku bisa mempercayaimu bahwa kau memang benar-benar pacar Haneul.”

Sehun menoleh ke belakang setelah Joonmyeon mengatakan itu padanya dan Ia pun bisa melihat bagaimana Haneul saat ini. Benar, gadis itu memang terlihat kurang percaya diri dan terkesan gugup saat berjalan di samping Jin Hee. Lalu saat Haneul dan Jin Hee mulai semakin dekat ke arahnya dan juga Joonmyeon, Sehun tanpa sadar memberikan jawaban pada Joonmyeon yang pada akhirnya akan membuat semuanya berubah. Jawaban yang akan membawanya dan juga Haneul pada sebuah cerita selanjutnya dimana hanya akan ada dirinya dan juga Haneul.

“Baik, aku akan membuktikannya. Dan kuharap kau tidak menyesali keputusanmu, Kim Joonmyeon–ssi.” ucap Sehun seraya tanpa sadar satu tangannya terkepal di sisi tubuh.

Setelah mengatakan itu Sehun pun lantas mengambil langkah untuk menghampiri Haneul yang tinggal beberapa langkah di depannya. Pria itu lalu menangkup wajah Haneul dengan kedua telapak tangannya yang seketika langsung membuat Haneul terkejut dengan sikap Sehun. Kulit wajah Haneul tampak bersemu merah ketika tangan kokoh Sehun menyentuhnya. Gadis itu bahkan mengerjapnya matanya saat Ia menatap manik cokelat milik Sehun dari jarak yang hanya sejengkal saja.

“O–Oh Sehun–ssi ..”

“Haneul–ssi, aku akan mengambil ini darimu. Akan kubuktikan bahwa kau adalah gadis yang pantas untuk dimiliki. Kau pantas untuk merasa dicintai.” bisik Sehun. Pria itu menatap Haneul tepat di kedua manik matanya lalu kembali berucap, “Mianhae, Kim Haneul–ssi.”

“Sehun–ssi, apa yang kau—”

Terlambat.

Sebelum Haneul benar-benar menyelesaikan kalimatnya Sehun sudah lebih dulu membungkam bibirnya. Hal itu membuat Haneul seketika membeku di tempatnya berdiri, gadis itu bahkan menahan napasnya saat merasakan bibir tipis milik Sehun mencium bibirnya. Haneul mengerjapkan matanya pelan saat Ia menyadari betapa dekatnya wajah Sehun di depan wajahnya. Haneul bahkan bisa merasakan hembusan napas Sehun di depan wajahnya.

Sementara itu dengan Joonmyeon dan Jin Hee yang memperhatikan sikap berani Sehun juga terlihat terkejut di tempat mereka masing-masing. Keduanya tidak percaya jika Sehun akan mencium Haneul saat ini. Joonmyeon lah yang paling tidak percaya, Ia tidak menyangka jika ternyata Sehun benar-benar melakukan apa yang Ia katakan pada pria itu. Maka untuk itu terpaksa Joonmyeon harus mengaku kalah pada Sehun dan Ia juga harus menerima fakta bahwa hubungan Haneul dengan Sehun adalah sungguhan.

Waktu terasa berhenti sejenak saat Haneul masih dapat melihat wajah Sehun di depan wajahnya. Mata gadis itu bahkan terus mengerjap pelan beberapa kali. Lalu ketika Haneul merasakan bibir Sehun sudah tidak lagi diam, perlahan kedua kelopak mata Haneul mulai terpejam seiring pergerakan bibir Sehun yang menyapu permukaan bibirnya. Hal itu membuat Haneul merasakan sebuah sensasi aneh dimana rasanya seperti ada ribuan kupu-kupu yang beterbangan di dalam perutnya. Begitu menggelitik perutnya namun juga membuatnya merasakan sesuatu yang manis di saat yang bersamaan.

Dan baik Sehun maupun Haneul keduanya kini hanya saling membalas ciuman satu sama lain. Mereka tidak mau memusingkan apa alasan mereka melakukan ini, keduanya hanya membiarkan ciuman mereka mengalir seperti air. Pelan namun mampu membawa perasaan keduanya terhanyut pada perasaan manis yang tumbuh di dalam hati mereka.

.

.

.

*Fin*

2000> words! Unbelievable! >.<

Fiuuhh~ akhirnya aku bisa nyelesaiin kelanjutan series ini! Benar-benar ngga percaya kalau ternyata series dari Artificial Love yang ke-2 ini bakal makan banyak waktu dan pikiran. Sorry kalau kalian nemu typo ya? Areum gak sempat cek soalnya, udah tinggal 5 watt mataku waktu ngerjain ini.  Huhuhuu~ T_T

Oke, untuk pembacaku, makasih supportnya~ ❤

Jangan lupa kasih feedback-nya yaa^^

With Love— Areumdaun Lee.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s