[SERIES] — Artificial Love #3 LIKE A FOOL


sehun_

¶ Title: Artificial Love | Author: Areumdaun Lee | Cast: Oh Sehun, Kim Haneul/YOU, Kim Joonmyeon | Genre: Romance, Comedy | Rating: General | Length: Oneshoot |

.

.

©AL_2016

.

.

Sehun dan Haneul kini terjebak di dalam situasi yang membuat diri mereka merasa sangat tidak nyaman. Keduanya belum bertemu lagi setelah insiden ‘improvisasi‘ yang dilakukan oleh Sehun ketika mereka melakukan double date bersama Joonmyeon dan Jin Hee di Amusement Park. Dan hari ini genap sudah seminggu lamanya Sehun dan Haneul menjaga jarak, tidak ada kontak sama sekali di antara keduanya. Bahkan untuk sekedar mengambil inisiatif menanyakan kabar di pesan singkat pun mereka tidak sanggup melakukannya. Mereka terlalu malu untuk melakukan itu.

Dibalik situasi yang terjadi diantara Sehun dan Haneul ketika di Amusement Park, mereka sebenarnya bisa saja bersikap baik-baik saja seolah hari itu memang tidak terjadi apapun. Namun hal itu justru tidak bisa mereka lakukan karena setelah insiden itu Sehun dan Haneul tidak bisa melakukan aktivitas mereka dengan benar. Hampir setiap hari mereka melakukan kesalahan, terlalu sering melamun dan bicara sendiri. Bahkan saat mereka hendak tidur pun pikiran keduanya selalu teringat dengan insiden di Amusement Park tersebut.

 “Apa yang kulakukan? Astaga, kau benar-benar sudah gila Oh Sehun!” gumam Sehun dalam hati ketika Ia kembali memikirkan Haneul, bayangan gadis itu lagi-lagi berputar di dalam kepalanya. Tidak, semua ini tidak benar. Jika semua ini tetap berjalan sesuai dengan rencana awal yang menjadi skenario di antara Sehun dan Haneul, mungkin hubungan mereka akan baik-baik saja dan mereka pasti tidak akan menemui kesulitan ini karena insiden tersebut. Tapi apa mau dikata? Sehun yang saat itu merasa tidak terima dengan pernyataan Kim Joonmyeon justru malah mengambil tindakan improvisasi dan yang terjadi setelahnya Sehun malah membuat semuanya terasa semakin sulit. Bahkan unuk dirinya sendiri pun Sehun tidak yakin apa Ia bisa mengatasi semua ketidaknyamanan ini atau tidak.

“Tidak, tidak. Kau tidak seharusnya menjadi pengecut seperti ini, Oh Sehun! Iya, kau pasti bisa mengatasinya. Ini tidak sulit, kau pasti bisa Sehun. Pasti bisa!”

Hampir satu jam lamanya Sehun terus mencoba untuk mengatasi rasa gugupnya dengan terus berbicara sendiri seperti itu. Sejak dari dirinya bangun tidur, mandi, sarapan, dan terakhir sampai saat Sehun sudah dalam perjalanan pun pria itu terus mencoba meyakinkan dirinya bahwa Ia harus bersikap berani untuk bertemu dengan Haneul lagi. Ya, ini memang harus tetap dilakukan. Sehun tidak bisa melangkah mundur lagi, itu tidak boleh terjadi. Dirinya harus kembali bertemu dengan Haneul untuk memutuskan kecanggungan yang terjadi diantara mereka. Itu benar, tidak seharusnya mereka menjauh terlalu lama seperti ini.

Ketika mobil yang dikendarai oleh Sehun hampir sampai di tempat yang menjadi janji temunya dengan Haneul, Sehun sesekali menoleh ke samping kanannya dengan perasaan gugup yang semakin tidak karuan. Di kursi sebelah kanannya terdapat sebuah kotak berukuran lumayan besar dengan pita merah di atasnya yang Sehun beli beberapa saat lalu sebelum dirinya berkendara menuju tempat pertemuannya dengan Haneul.

“Kim Haneul. Kau benar-benar membuatku terlihat konyol.” ucap Sehun pelan ketika pandangannya sudah kembali ke depan lagi, seulas senyum perlahan tampak dari bibir tipisnya. “Sebenarnya apa yang sudah kau lakukan padaku eoh? Kenapa kau terus membuat jantungku berdegub kencang?” lanjut Sehun lagi disertai senyumannya yang semakin merekah ketika Ia lagi-lagi memikirkan Haneul.

.

.

Sementara itu dengan Haneul sendiri, Ia juga sebenarnya merasa sangat cemas ketika dirinya tengah menunggu kedatangan Sehun di tempat yang sudah mereka janjikan. Gadis itu sesekali terus menatap keluar jendela untuk memastikan apakah mobil Sehun sudah tiba atau belum. Setidaknya dengan Ia terus memperhatikan sekitar, dirinya tahu kapan Ia harus mempersiapkan diri sebelum Sehun benar-benar tiba di hadapannya.

“Ya tuhan, ini membuatku gila. Ya, kau pasti sudah gila Kim Haneul. Untuk apa pula kau merasa gugup seperti ini eoh? Ck, yang benar saja.” gumam Haneul ditengah-tengah perasaan gugupnya saat menunggu kedatangan Sehun di sudut kafe.

Kemudian tidak lama setelah itu sebuah mobil sport dengan warna perak muncul dari sebuah pertigaan jalan di depan kafe yang Haneul singgahi. Dengan perasaan gugupnya Haneul bisa menebak dengan yakin bahwa mobil tersebut tidak lain adalah mobil Sehun. Ya, itu tidak salah lagi. Pengemudi mobil sport tersebut pastilah Oh Sehun karena dari yang Haneul ingat sebelumnya, penampilan Sehun memanglah seperti seseorang yang berasal dari kalangan ekonomi kelas atas. Pria itu pasti berasal dari keluarga berada meskipun Haneul tahu sejak awal pertemuannya dengan Sehun, pria itu tidak pernah sekalipun menunjukkan bahwa dirinya adalah seseorang yang berasal dari keluarga kaya raya.

“Ah, ma–maaf aku datang terlambat. Apa kau sudah menunggu lama, Kim Haneul–ssi?” tanya Sehun ketika pria itu sudah berada di dalam kafe dan berdiri dengan canggung di hadapan Haneul. Sehun merasa tidak enak hati karena telah membuat Haneul menunggu.

Haneul menggeleng cepat begitu Sehun bertanya padanya, “Ya? Oh tidak, tidak apa-apa. Sepuluh menit tidak terlalu lama bagiku, Oh Sehun–ssi“. jawab Haneul yang tanpa sadar membuat Sehun merasa semakin tidak enak hati pada gadis itu. Sehun bahkan meringis mendengar jawab Haneul yang terkesan sangat jujur padanya. Ya ampun.

“Silakan duduk, Oh Sehun–ssi.”

“Apa kau sudah memesan minuman, Kim Haneul–ssi?”

Ne?” Baik Sehun maupun Haneul, keduanya sama-sama terkejut ketika mereka saling melontarkan pertanyaan disaat yang bersamaan. Mereka lalu saling melempar senyuman canggung atas apa yang baru saja mereka katakan satu sama lain tidaklah sama dengan intuisi masing-masing.

Karena merasa malu atas apa yang sudah mereka katakan sebelumnya, akhirnya Sehun dan Haneul pun memutuskan untuk duduk lebih dulu. Mereka harus bersikap setenang mungkin meskipun sebenarnya Sehun dan Haneul dalam hatinya sama-sama merasa gugup. Ya, tentu saja mereka merasa sangat gugup. Terlebih lagi jika mengingat kembali kejadian seminggu lalu pastilah tidak mudah bagi keduanya untuk bisa bertatap muka dengan nyaman dan tanpa merasa canggung sama sekali. Untuk beberapa detik Sehun dan Haneul pun sama-sama terdiam dan hanya sibuk dengan isi kepala mereka masing-masing yang setidaknya itu membantu mereka mengalihkan perasaan gugup keduanya.

Lalu ketika suasana hening yang terjadi diantara mereka justru malah semakin membuat keduanya merasa canggung dan aneh, Sehun dan Haneul sempat beberapa kali saling melirik satu sama lain yang tentu saja itu mereka lakukan tanpa sepengetahuan satu sana lain. Kemudian saat keduanya tanpa sengaja saling melakukan eyes eontact, Sehun dan Haneul cepat-cepat mengalihkan perhatian mereka dengan sesuatu di sekitar mereka. Sehun yang beberapa kali terdengar seperti sengaja membuat suara terbatuk-batuk kecil, sementara Haneul langsung pura-pura sibuk dengan melihat ke arah keluar jendela seolah ada sesuatu yang menarik di luar sana.

Haneul yang terus mendengar Sehun terbatuk-batuk kecil seperti itu kemudian diam-diam mencoba untuk melirik Sehun dengan ekor matanya, gadis itu sempat berpikir apakah dirinya harus memesankan minuman untuk pria itu atau tidak. Sama halnya dengan Haneul, Sehun pun diam-diam mencoba untuk melirik Haneul ditengah-tengah batuk kecilnya. Pria itu berpikir untuk memberikan hadiah yang dibawanya, apakah Ia harus memberikan itu pada Haneul sekarang atau nanti saja.

Dan yang terjadi adalah …

“Ini untukmu, Kim Haneul–ssi.”

“Apa sebaiknya kita pesan minuman, Oh Sehun–ssi?”

Reply. Lagi-lagi timing diantara keduanya tidak tepat ketika Sehun dan Haneul menyampaikan sesuatu satu sama lain. Gerakan Sehun yang mencoba untuk memberikan hadiahnya pada Haneul seketika langsung terhenti ketika gadis itu justru malah bertanya hal lain padanya. Sementara itu dengan Haneul, gadis itu perlahan mengatupkan bibirnya seraya menundukkan wajahnya yang bersemu merah karena malu. Oh ya ampun, ini semakin membuat Haneul merasa gugup di depan Sehun, Ia bahkan sesekali tersenyum sendiri menyadari tingkah konyol mereka berdua.

Entahlah, Haneul tidak tahu kenapa dirinya selalu merasa gugup jika bersama Sehun. Dan sebenarnya tanpa Haneul ketahui, Sehun juga merasakan hal yang sama. Pria itu juga selalu merasa gugup setiap kali Ia berada di dekat Haneul. Tanpa mereka sadari sikap gugup mereka justru membuat keduanya tampak begitu lucu setiap kali Sehun dan Haneul sama-sama salah tingkah.

.

.

.

*Fin*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s