ENDLESS MOMENT


 

donghae

¶ Title: ENDLESS MOMENT | Author: Areumdaun Lee | Cast: Lee Donghae, Kim Hyunji/YOU, Cho Kyuhyun, Park Jung Soo | Genre: Sad–Angst | Rating: General | Length: Oneshoot ¶

©AL_2016

.

.

.

Keringat dingin itu terus mengucur dari pelipis Donghae seiring kakinya terus berlari mengejar waktu. Ya, benar. Donghae berusaha mengalahkan sang waktu dimana yang setiap detiknya waktu bisa saja merenggut hal yang paling berharga darinya. Donghae kalap, lelaki itu sudah tidak lagi mempedulikan tatapan orang-orang di sekitarnya ketika Ia melewati kerumunan orang banyak. Donghae takut, marah, khawatir, bahkan bingung di saat yang bersamaan. Ia takut jika dirinya tidak bisa datang tepat waktu. Ia marah jika dirinya sampai datang terlambat walau sedetik pun. Ia khawatir jika saja dirinya melewati detik-detik yang berharga. Donghae bingung, dirinya tidak tahu apa yang harus Ia lakukan sekarang. Yang Ia tahu hanya satu hal, yaitu tiba di rumah sakit tepat waktu atau dirinya akan benar-benar menyesal seumur hidupnya.

Saat Donghae masih terus berlari, sebuah memori hitam putih muncul di dalam pikirannya. Memori yang membawa bayangan tentang seorang wanita yang sangat Ia kenali. Bayangan tentang wanita yang amat dicintainya tiba-tiba muncul di dalam kepalanya bersamaan dengan perasaan takut yang semakin besar.

“Donghae-ya, kau harus melakukan yang terbaik. Jangan sampai kalah, hm?”

Sebuah suara lalu muncul dalam indera pendengaran Donghae, membuatnya tanpa sadar meneteskan air mata ketika kalimat itu terngiang di telinganya.

“Ayo semangat! Kau pasti bisa, Donghae. Kau pasti bisa melakukannya!”

Suara itu kembali terngiang di telinganya dan kali ini terdengar begitu bersemangat menyorakinya. Bahkan dalam benaknya Donghae bisa membayangkan bagaimana wanita itu tersenyum padanya sambil mengangkat banner namanya tinggi-tinggi. Siluet wanita itu membuat Donghae kemudian kembali meneteskan air mata sekaligus membuatnya semakin mempercepat laju larinya.

“Lee Donghae, fighting! Jangan menyerah oke? Aku mencintaimu!”

Lagi-lagi suara itu kembali terngiang di telinga Donghae, lalu .. BRUKK!
Kalimat itu berhasil membuat pertahannya hancur. Membuat Donghae seketika langsung tersungkur di aspal begitu telinganya menangkap kata terakhir yang diucapkan oleh wanita tersebut. Ia jatuh dengan keadaan tengkurap dimana itu membuat lengan dan dadanya menghantam permukaan aspal cukup keras. Namun di saat yang seperti ini, hal itu justru tidak membuat Donghae kesakitan sekalipun. Lelaki itu justru lebih merasa takut ketika mengingat wanita itu dalam benaknya. Hal itu juga membuat Donghae kemudian semakin terisak, membuat beberapa orang yang melewatinya menatapnya semakin bingung dan merasa aneh terhadapnya.

“Hyunji–ya, tunggu aku. A-aku akan datang. Aku akan datang.” Donghae berusaha untuk bangun namun beberapa kali sempat jatuh kembali karena Ia tidak bisa mengendalikan tubuhnya. “Tunggu aku, Kim Hyunji!” teriak Donghae kemudian. Lelaki itu marah dan menangis di saat yang bersamaan ketika bayangan Hyunji dengan wajah pucat dan selang oksigen di hidungnya muncul di dalam benak Donghae. Membuat Donghae semakin merasa takut akan kehilangan wanita itu.

.

.

.

“Hyunji–ya! Kim Hyunji!”

Semua orang di depan ruang UGD sontak langsung menoleh begitu mendengar seseorang berteriak di sana. Beberapa dari mereka langsung terisak begitu mengetahui siapa seseorang yang baru saja berteriak, termasuk orangtua Hyunji dan adik sepupu Hyunji.

“Dimana Hyunji? Aku harus bertemu dengannya, hyung. Katakan dimana dia?” ucap Donghae begitu Ia berpapasan dengan kakak sepupunya— Park Jungsoo. Donghae menatap Jungsoo dengan tatapan cemas, lelaki itu bahkan mendesak Jungsoo untuk segera memberitahunya.

“Donghae, tenanglah. Kau tidak boleh—”

“Katakan saja dimana Hyunji, hyung! Cepat katakan padaku dimana dia?!” bentak Donghae ketika Jungsoo belum sempat menyelesaikan kalimatnya. Donghae semakin kalap dan itu membuat beberapa anggota keluarganya dan juga keluarga Hyunji menatapnya dengan sedih.

Donghae menatap wajah anggota keluarga Hyunji dan juga wajah anggota keluarganya satu per satu ketika diantara mereka tidak ada yang sanggup memberikan jawaban padanya. Lantas Donghae pun kemudian mendekati Kyuhyun yang berdiri di dekat pintu UGD.

“Kyuhyun–ah. Kenapa kau menundukkan kepalamu? Ada apa? Apa yang terjadi eoh? Dimana Hyunji? Ayo katakan padaku, jangan diam saja. Kau membuatku takut, Kyuhyun.”

Tidak ada jawaban dari Kyuhyun. Lelaki muda berusia enam belas tahun itu terus menundukkan wajahnya, menyembunyikan tangisnya dari Donghae. Sungguh, Kyuhyun tidak sanggup menjawab pertanyaan Donghae meskipun Ia tahu apa yang terjadi saat ini. Terlebih lagi, sebenarnya Donghae tidak perlu bertanya dimana Hyunji karena dirinya sendiri sudah berada di tempat yang sama dengan Hyunji. Namun karena stress berat dan juga emosi Donghae saat ini, lelaki itu bahkan tidak menyadari dimana Ia berada saat ini.

Arrgghh!!! Kenapa semua orang mendiamkanku!? Ada apa dengan kalian eoh?! Aku tanya dimana Hyunji? Katakan dimana sekarang?!” Donghae kembali berteriak ketika tidak ada satu orang pun yang menjawab pertanyaannya tentang keberadaan Hyunji. Lelaki itu bahkan sampai menyakiti dirinya sendiri dengan cara memukul-mukul dingin secara membabi buta. Sontak saja hal itu membuat semua orang di sana panik. Bahkan Kyuhyun yang berdiri paling dekat dengannya pun sampai harus memeluknya untuk menahan aksi Donghae tersebut.

Hyung, hentikan! Tenangkan dirimu!” teriak Kyuhyun ketika Ia berusaha menahan Donghae. Lelaki muda itu bahkan menangis karena tidak sanggup melihat Donghae menjadi seperti kehilangan arah. Kyuhyun tidak sanggup melihat Donghae seperti itu karena Ia tahu bagaimana sakitnya berada di posisi Donghae saat ini.

Dan karena Donghae terlalu emosi dan begitu kelelahan akhirnya Ia pun tidak sadarkan diri di dalam dekapan Kyuhyun. Donghae pingsan ketika Kyuhyun masih menahan tubuhnya tadi. Hal itu sontak saja langsung membuat Jungsoo segera menghampirinya dan membantu Kyuhyun menahan tubuh Donghae. Karena kejadian itu baik keluarga Donghae maupun keluarga Hyunji, kini mereka sangat mengkhawatirkan kondisi Donghae.

.

.

.

 Suasana pagi ini tidak datang seperti biasanya. Matahari tidak muncul dan bersinar sehangat hari-hari kemarin. Bahkan biasanya ketika hari cerah burung-burung suka terlihat berterbangan kini tidak ada satu pun dari burung-burung tersebut melintas di langit.

Orang-orang berpakaian serba hitam berdiri dalam barisan yang teratur di sekitar makam. Mereka berdiri sembari memayungi tubuh mereka ditengah hujan, menangis dalam keheningan ketika selama proses pemakaman berlangsung. Semuanya terlihat tenang namun dalam diam mereka tidak bisa menahan perasaan duka mereka. Air mata mereka terus jatuh bersamaan dengan titik-titik hujan yang juga belum berhenti sejak setengah jam lalu.

Adalah Donghae yang berdiri paling depan di dekat makam. Lelaki itu berdiri menatap nisan yang saat ini sedang di letakkan di atas makam. Wajah Donghae terlihat pucat dan tatapan matanya terlihat kosong. Sungguh, keadaannya saat itu benar-benar terlihat tidak begitu baik. Namun meskipun kondisi fisiknya sedang tidak baik Donghae tetap saja memaksakan diri untuk hadir di pemakaman walaupun sebenarnya Ia sudah dilarang untuk datang mengingat kondisi tubuhnya yang sedang tidak fit.

Kemudian Kyuhyun yang berdiri di samping Donghae sejak awal proses pemakaman kini mulai mengkhawatirkan keadaan lelaki tersebut. Pasalnya Kyuhyun tahu Donghae semakin lama semakin terlihat menyedihkan ketika lelaki itu justru menatap makam di depannya dengan tatapan kosong. Kyuhyun tahu, Donghae pasti sangat terpukul atas kepergian Hyunji. Terlebih lagi Kyuhyun tahu bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang sangat dicintai ketika kita pulang membawa hasil yang membanggakan untuk orang tersebut.

Sungguh, Kyuhyun tahu perasaan itu. Dan itu benar-benar sesuatu yang tidak akan bisa sembuh dalam waktu singkat. Bahkan dalam jangka waktu panjang pun luka yang Donghae rasakan kemungkinan akan terus Ia ingat seumur hidupnya.

Kyuhyun lalu menyentuh bahu kiri Donghae, Ia menepuk pelan bahu Donghae untuk memberikannya semangat bahwa Donghae tidak sendiri di sana.

“Jangan menyakiti dirimu sendiri, hyung.” bisik Kyuhyun di tengah suara rintik hujan yang jatuh di atas payungnya. Kyuhyun menatap ukiran nama Hyunji di atas nisan kemudian beralih menatap Donghae di sampingnya seraya kembali bicara.

“Biarkan Hyunji noona pergi dengan tenang di sana. Karena dia pergi bersamaan perasaan yang kau berikan padanya, jadi setelah ini jangan menyakiti dirimu sendiri atau itu akan membuatnya sedih.”

Setelah Kyuhyun selesai mengatakan deretan kalimat itu, di saat yang bersamaan sebuah kristal bening di pelupuk mata Donghae jatuh membasahi pipinya. Lelaki itu kembali menangis untuk kesekian kalinya. Entah sudah berapa kali Donghae menangisi Hyunji terhitung sejak lelaki itu mencoba untuk datang ke rumah sakit kemarin sore.

Dan ini adalah moment terakhir dimana Donghae bisa melihat Hyunji sebelum wanita itu pada akhirnya kebumikan. Sungguh, hal ini tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Donghae. Lelaki itu tidak percaya jika akhirnya Hyunji ternyata pergi meninggalkannya tepat setelah dirinya berhasil memenangkan sebuah olimpiade renang kemarin. Dan seperti inilah akhirnya, Donghae hanya bisa berdiri dalam keadaan terpukul atas kehilangan wanita yang dicintainya. Ia menangis dalam keheningan di tengah hujan seraya menggenggam erat sebuah medali emas di tangannya. Medali emas yang sebelumnya Ia janjikan untuk Ia berikan pada Hyunji.

.

.

.

*Fin*

Hai~ ^_^//

Cuma selingan (lagi). Itung-itung buat ngisi kekosongan otakku ketika mencoba buat ff yg lalu-lalu. Semoga suka dan banyak yg mengirimkan respon positif.

ThanKYU yaa~ ^^

(Btw, sorry untuk typo yg bertebaran & sorry for bad fict too. Author-nya masih dalam proses belajar ya dear~ xD hhehee)

With Love — Areumdaun Lee.

Advertisements

2 thoughts on “ENDLESS MOMENT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s