[SERIES] — Artificial Love #4 REAL CONFENSSION


mr-cold-oh-sehun

¶ Title: Artificial Love | Author: Areumdaun Lee | Cast: Oh Sehun, Kim Haneul/YOU, Kim Joonmyeon | Genre: Romance, Comedy | Rating: General | Length: Oneshoot ¶

.

.

AL_2016

.

.

Suasana hening masih terus berlanjut ketika Sehun dan Haneul kini tengah berada di dalam mobil yang sama. Mereka belum bicara lagi sejak keduanya bertemu di depan apartemen Haneul saat Sehun menjemputnya beberapa menit lalu. Bicara pun mereka hanya sekenanya saja dan itu ketika mereka bertemu di depan apartemen Haneul saat keduanya saling menyapa. Namun sekarang keduanya hanya sibuk dengan pikiran mereka masing-masing, sama sekali tidak ingin membicarakan sesuatu kecuali itu menyangkut ‘skenario’ kencan mereka.

Ya, benar. Skenario kencan.

Ternyata setelah urusan kecanggungan mereka beberapa minggu lalu, Sehun dan Haneul masih belum bisa lepas dari peran mereka sebagai pacar satu sama lain. Haneul masih membutuhkan sosok Sehun untuk bisa menyelesaikan semua cerita yang Ia bangun di awal pertemuan mereka setengah bulan yang lalu. Dan beginilah jadinya, Sehun akhirnya harus mau kembali bertemu dengan Haneul untuk bisa membantu gadis itu.

Malam ini Sehun akan menemani Haneul bertemu dengan Joonmyeon lagi. Ia diberitahu oleh Haneul bahwa Joonmyeon ingin mengundang mereka makan malam sekaligus ingin menyampaikan sesuatu yang penting pada mereka. Inilah kenapa sekarang Sehun dan Haneul berada di satu mobil yang sama. Mereka bahkan berpakaian formal untuk acara makan malam ini. Sehun mengenakan jas berwarna merah maroon, sedangkan Haneul memakai dress hitam selutut dengan tampilan rambutnya yang dibiarkan tergerai bebas.

.

.

Setelah hampir lima belas menit perjalanan akhirnya Sehun dan Haneul pun sampai di restoran yang mereka tuju. Sehun yang turun lebih dulu segera berjalan ke sisi mobilnya yang lain untuk membukakan pintu dan membantu Haneul turun. Pria itu sebenarnya merasa canggung melakukan ini untuk pertama kalinya, tapi Sehun tidak bisa diam saja ketika Haneul turun dari mobilnya. Ia pun menadahkan tangannya di depan Haneul, berniat untuk memperlakukan Haneul dengan sangat baik walaupun Ia tahu bahwa ini hanyalah sebuah skenario lanjutan cerita mereka.

Keduanya kemudian mulai memasuki restoran. Haneul yang berjalan di sisi kiri Sehun beralih menyampirkan tangannya di lengan Sehun. Sontak saja itu sempat membuat Sehun terkesiap, Ia pun menghentikan langkahnya dan menatap sejenak jemari Haneul yang mengenggam lengannya. Sehun lalu menatap Haneul dengan tatapan terkejut atas sikap Haneul tersebut.

Mi–mianhae, Sehun–ssi. Aku tidak bisa mengatasi rasa gugupku. Apa kau keberatan jika aku menggenggam lenganmu?” bisik Haneul pada Sehun. Raut wajah gadis itu benar-benar terlihat begitu gugup, bahkan ketika Ia menunggu respon dari Sehun pun Haneul merasa gugup lantaran Ia khawatir akan membuat Sehun tersinggung atas tindakan tersebut.

Sehun tidak menjawab pertanyaan Haneul melainkan Ia hanya menatap Haneul dengan tatapan dinginnya. Tatapan dinginnya yang sulit diartikan. Lalu dua detik setelahnya tangan kanan Sehun kemudian bergerak menyentuh jemari Haneul yang berada di lengannya. Sehun menepuknya dengan lembut seraya kembali berucap,

“Tidak apa-apa. Kau bisa menggenggam tanganku kapanpun kau merasa gugup, Haneul–ssi. Jadi kau tidak perlu khawatir untuk itu.”

Blush. Kali ini Haneul yang terdiam di tempatnya berdiri. Gadis itu menatap Sehun dengan tatapan terkejut ketika pria itu justru memberikan respon diluar dari yang Haneul kira. Kulit wajah Haneul bahkan sampai dibuat merona karena ucapan Sehun tersebut. Ugh! Sehun memang benar-benar kelewatan. Kalau begini terus Haneul mungkin akan merasa gugup berada di samping pria itu.

“Ayo kita masuk. Kurasa kita sudah membuat mereka menunggu di dalam.” ucap Sehun lagi, mengajak Haneul untuk kembali melanjutkan langkah. Haneul pun hanya mengangguk menjawab ajakan Sehun tersebut.

Begitu Sehun dan Haneul sudah berada di dalam restoran, Joonmyeon dan Jin Hee pun langsung menyambut keduanya dengan hangat. Joonmyeon lantas mempersilakan Sehun dan Haneul untuk duduk di kursi seberang meja. Namun sebelum duduk Sehun mengingatkan Haneul untuk melepas mantelnya lebih dulu. Haneul pun hanya mengangguk dan membiarkan Sehun membantunya melepaskan mantel yang Ia dikenakan.

Melihat apa yang dilakukan oleh Sehun untuk Haneul, Joonmyeon seketika langsung menundukkan wajahnya. Pria itu sepertinya belum terbiasa dengan keberadaan Sehun di samping Haneul. Ya, Joonmyeon memang masih belum bisa melepaskan Haneul sepenuhnya meskipun ketika Ia telah bertaruh dengan Sehun beberapa waktu lalu bahwa dirinya akan percaya pada hubungan keduanya. Joonmyeon sudah berjanji akan merelakan hubungan mantan kekasihnya itu dengan Sehun, tapi entah kenapa melihat kehadiran Sehun malam ini dirinya merasa kurang menyukai pria tersebut.

“Oh Sehun–ssi, kau begitu memperhatikan kekasihmu. Kurasa Kim Haneul–ssi menjadi gadis yang sangat beruntung karena bisa memilikimu, Sehun–ssi.”

Mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Choi Jin Hee, baik Sehun maupun Haneul keduanya langsung menatap gadis yang menyandang status sebagai kekasih Joonmyeon tersebut. Jin Hee pun hanya tersenyum kepada keduanya saat Sehun dan Haneul menatapnya, sementara dengan Joonmnyeon yang berdiri di samping Jin Hee pria itu juga menatap Sehun dan Haneul secara diam-diam.

Sehun tersenyum menanggapi ucapan Jin Hee seraya berucap, “Ah, tidak. Kurasa ini adalah hal yang memang seharusnya dilakukan oleh pria saat mereka bersama kekasih mereka bukan?”. Sehun kemudian melirik Joonmyeon dengan tatapan dinginnya seolah Ia tengah menyindir pria itu di hadapan Jin Hee. Sehun lalu kembali menatap Jin Hee dan melanjutkan ucapannya. “Kim Haneul adalah pacarku, jadi kurasa memang sudah seharusnya aku memperlakukan dia dengan sangat baik.”

Haneul yang saat itu mendengarkan semua yang dikatakan Sehun seketika mematung di tempatnya berdiri. Gadis itu menatap wajah Sehun lamat-lamat seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan pria tampan tersebut. Rasanya seperti mimpi namun Haneul merasa senang ketika Sehun mengatakan hal-hal manis seperti itu. Meskipun Sehun terkesan dingin di matanya, Hanuel tahu bahwa sebenarnya Ia adalah pria yang baik.

.

.

Malam semakin berlanjut namun Sehun dan Haneul belum juga meninggalkan restoran. Mereka masih asyik berbincang bersama Joonmyeon dan Jin Hee, mulai dari obrolan yang tidak begitu penting sampai pada obrolan yang sangat penting yang sebenarnya sangat Haneul hindari malam itu.

Usai makan malam Joonmyeon dan Jin Hee menyampaikan sesuatu pada Sehun dan Haneul. Diawali dengan Joonmyeon yang mencoba untuk menjelaskan segalanya pada Haneul terkait apa yang pernah terjadi diantara mereka. Joonmyeon berusaha untuk mengurai kesalahpahaman yang terjadi diantara Haneul dan dirinya. Bahkan Joonmyeon pun menjelaskan bagaimana dirinya bisa bersama dengan Jin Hee saat ini. Haneul pun dengan tenang mencoba untuk mendengarkan semua penjelasan Joonmyeon dan menerima semua yang dikatakan oleh pria itu.

Rasanya memang sulit untuk Haneul mencerna semua kata-kata Joonmyeon saat itu namun Ia juga tidak boleh terus berpaling dari kenyataan, karena pada akhirnya Haneul harus tetap menerima keputusan mantan kekasihnya tersebut. Joonmyeon juga menjelaskan pada Haneul mengenai hubungannya dengan Jin Hee saat ini, pria itu mengatakan bahwa Ia dan Jin Hee akan melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius. Joonmyeon dan Jin Hee akan segera melaksanakan pertunangan mereka dalam beberapa hari lagi.

“Haneul–ya ..” panggil Joonmyeon pelan.

Haneul langsung menatap Joonmyeon begitu Ia mendengar pria itu memanggil namanya dengan bahasa informal. Gadis itu sedikit terkejut dengan sikap Joonmyeon barusan. Sementara itu dengan Sehun dan Jin Hee yang juga mendengarnya, mereka hanya menatap Haneul dan Joonmyeon dalam secara bergantian. Merka menunggu kalimat yang akan diucapkan oleh Joonmyeon selanjutnya.

“Aku tahu aku telah banyak menyakitimu dan sering membuatmu menangis. Maafkan aku, Haneul. Tapi ada hal yang perlu kau ketahui bahwa saat kita bersama semua itu adalah sesuatu yang tidak akan pernah kulupakan.” ucap Joonmyeon dengan lembut, pria itu juga menatap Haneul dengan hangat seperti saat keduanya pernah bersama. Membuat Haneul yang menatapnya seolah kembali terbawa oleh pesona Joonmyeon. Kemudian detik berikutnya pria itu kembali melanjutkan ucapannya. “Aku tahu ini mungkin terdengar sedikit aneh ketika kau mendengarnya, tapi aku tidak mau terus menyimpan perasaan tidak nyaman ini. Kim Haneul, terima kasih karena kau pernah menjadi seseorang yang berarti untukku di masa lalu. Aku bahagia saat aku bisa memilikimu meskipun tahu apa yang kulakukan padamu selalu menyakitimu, aku tahu aku memanglah bukan pria yang baik untukmu. Setelah semua yang pernah kulakukan padamu dan juga semua perlakuan orangtuaku yang sangat buruk terhadapmu, kurasa aku tidak akan pernah mendapatkan maaf darimu. Tapi tidak apa-apa, kau boleh tidak memaafkanku, Haneul. Tapi ketahuilah, semua perasaanku untukmu saat kita bersama adalah nyata. Aku pernah mencintaimu, Haneul dan aku ingin kau mengetahui itu.”

Usai mengatakan semua kalimat itu Joonmyeon kemudian tersenyum pada Haneul, senyuman yang terlihat begitu tulus. Dan Haneul yang melihat senyuman itu pun seketika luluh. Gadis itu lantas menundukkan wajahnya, menyembunyikan matanya yang mulai terasa perih. Sementara Sehun yang duduk di sebelahnya segera meraih tangan Haneul dan mengenggamnya dengan erat. Sehun tahu bahwa saat ini Haneul pasti membutuhkan seseorang di sampingnya untuk menenangkan perasaannya. Haneul lalu menoleh pada Sehun di sampingnya, Ia menatap Sehun yang juga sedang menatapnya dengan tatapan lembutnya. Sehun pun kemudian menyentuh kulit wajah Haneul, Ia mengusap lembut pipi Haneul untuk menenangkan perasaan gadis itu.

Dan malam itu pun menjadi sebuah malam yang indah bagi keempatnya. Haneul telah mendapatkan semua jawaban atas pertanyaannya selama ini dan penjelasan Joonmyeon tersebut sudah cukup baginya. Perasaan bencinya terhadap mantan kekasihnya tersebut kini seolah lenyap ketika Ia melihat keberanian Joonmyeon dimana pria itu berani mengungkap semuanya dengan cara yang dewasa, bahkan ketika Jin Hee berada di samping pria tersebut Joonmyeon tetap menyampaikan perasaannya terhadap Haneul dengan cara yang gentle.

.

.

Setelah acara makan malam bersama Joonmyeo dan Jin Hee selesai, kini Sehun dan Haneul sudah berpindah ke tempat lain. Sehun membawa Haneul ke sungai Han, pria itu ingin membuat Haneul merasa tenang setelah gadis itu mendengarkan semua penjelasan Joonmyeon beberapa saat lalu. Sehun tahu saat ini Haneul pasti sedang merasa bingung dengan perasaannya sendiri.

Mereka duduk di sebuah undakan anak tangga yang ada di sekitar sungai Han. Keduanya hanya terdiam untuk waktu yang lama, sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Haneul yang sibuk dengan semua penuturan Joonmyeon beberapa saat lalu, sementara Sehun disibukkan dengan perasaan gundahnya terhadap gadis yang saat ini sedang berada di sampingnya. Ya, benar. Sehun sedang memikirkan Haneul.

Perasaannya terhadap Haneul beberapa waktu belakangnya ini memang terasa tidak wajar. Sehun tidak mengerti kenapa selama beberapa waktu belakang ini hatinya selalu merasa resah setiap kali Haneul tidak berada di sampingnya. Namun kini, ketika Haneul sudah berada di sampingnya Sehun justru merasa tidak tenang juga ketika melihat gadis itu lebih banyak terdiam usai acara makan malam tadi. Ugh! Demi tuhan, Sehun tidak habis pikir kenapa Ia merasa sangat resah malam ini, dirinya bahkan tidak mengerti kenapa Ia terus bertingkah aneh seperti ini. Entahlah, mungkin semua ini karena Haneul. Ya, itu benar. Sehun menjadi seperti ini pastilah karena gadis bernama Kim Haneul tersebut. Memangnya siapa lagi yang saat ini sedang dekat dengan Sehun selain Haneul?

“Kim Haneul–ssi, kau .. baik-baik saja?” tanya Sehun pelan, suaranya memecahkan keheningan yang terjadi diantara mereka.

Haneul tidak menoleh ketika Sehun melemparkan pertanyaan itu padanya, gadis itu hanya terus menatap lurus ke arah sungai Han di depannya seraya menjawab pertanyaan Sehun, “Hm, aku baik-baik saja.”

Mendengar jawaban yang diberikan Haneul, Sehun merasa tidak yakin jika gadis itu memang benar-benar merasa baik-baik saja. Ia tahu Haneul pasti tidak sepenuhnya merasa baik-baik saja, gadis itu pasti hanya berusaha untuk meneguhkan perasaannya. Sehun lantas menyentuh kulit wajah Haneul dengan tangan kanannya yang sontak saja membuat gadis itu terkesiap atas tindakan Sehun tersebut dan membuat Haneul menatapnya dengan tatapan terkejut. Kemudian lagi-lagi tanpa diduga oleh Haneul, Sehun kembali menyentuh kulit wajahnya. Pria itu sempurna menangkup wajah Haneul dengan tangan kokohnya, membuat gadis itu bisa merasakan kehangatan yang tersalurkan dari tangan Sehun tersebut.

Lalu dengan ekspresi wajah yang serius dan juga suara yang pelan, Sehun kembali bicara pada Haneul. Pria itu bertekad untuk menyampaikan seluruh perasaannya terhadap gadis itu malam ini. Ya, benar. Sehun harus segera menyampaikan seluruh isi hatinya pada Haneul agar semua perasaan resahnya berkurang sedikit. Sehun harus bisa mengatakannya atau Ia akan menyesal setelah ini. Dan akhirnya semua kalimat itu pun terucap dari bibir tipis Sehun.

“Menangislah saat kau ingin menangis dan tertawalah saat kau ingin tertawa. Jangan biarkan semua perasaan gundahmu menumpuk, hal itu tidak baik dilakukan jika kau terlalu lama menyimpannya sendiri.” Sehun menghentikan ucapannya sejenak, pria itu menatap Haneul tepat di kedua matanya. Ia menatap Haneul dengan tatapan yang intens namun terlihat begitu menenangkan. Membuat Haneul yang menatapnya merasa tenang. Lalu detik berikutnya Sehun kembali melanjutkan ucapannya, “Kim Haneul. Malam ini aku ada bersamamu, kau bisa menumpahkan seluruh perasaan gundahmu padaku. Tidak apa-apa jika kau juga ingin menangis, aku akan menyerahkan pundakku agar kau bisa bersandar padaku.”

“Oh Sehun–ssi ..”

Sehun tersenyum tipis ketika Haneul menyebutkan namanya. Ia tahu dirinya pasti telah membuat Haneul terkejut dengan semua kata-katanya barusan, namun Sehun tidak bisa terus diam ketika Ia melihat gadis yang dicintainya terus merasa tidak nyaman dengan perasaan yang disimpannya sendiri.

“Aku berjanji akan selalu berada di sisimu setelah ini. Apapun yang terjadi, aku tidak akan pernah meninggalkanmu bahkan ketika kau terjatuh ataupun berada dalam keterpurukan sekalipun. Aku akan menjadi orang yang selalu ada untukmu. Untuk itu, maukah kau menerimaku sebagai seseorang yang bisa kau andalkan?”

Haneul tidak bisa mengatakan apapun saat ini, gadis itu hanya terdiam sambil terus menatap Sehun dengan tatapan haru. Kedua matanya bahkan nampak berkaca-kaca ketika Ia mendengar semua kalimat yang dikatakan Sehun. Kemudian tanpa diduga Haneul pun segera melingkarkan kedua tangannya di tubuh Sehun. Ia memeluk Sehun dengan sangat erat lalu menangis di dalam dekapan Sehun ketika pria itu membalas pelukannya. Saat itu juga ketika Sehun memeluk tubuh Haneul, sebuah kristal bening jatuh mengenai kulit wajahnya.

“Aku mencintaimu, Kim Haneul.” bisik Sehun ditengah-tengah pelukan erat mereka. Membuat Haneul yang mendengarnya seketika langsung tersenyum senang. Gadis itu lantas menutup kedua matanya seraya semakin mempererat pelukannya dan membalas ucapan Sehun.

“Aku juga mencintaimu , Oh Sehun–ssi.” bisik Haneul.

Dan keduanya lalu sama-sama menutup kedua mata mereka. Sehun dan Haneul tidak mengatakan apa-apa lagi selain keduanya hanya sama-sama terhanyut dalam perasaan mereka. Malam ini benar-benar menjadi malam terindah bagi Sehun dan Haneul setelah apa yang mereka lalui bersama selama ini. Ya, benar. Mereka saling mencintai satu sama lain. Mereka saling jatuh hati ketika keduanya sama-sama tidak menyadari perasaan mereka sendiri. Sebenarnya Sehun menyukai Haneul ketika mereka pertama kali bertemu di sebuah restoran sebulan yang lalu, sedangkan Haneul baru menyadari perasaannya ketika mereka melakukan double date bersama Joonmyeon dan Jin Hee di Amusement Park. Perasaan sukanya terhadap Sehun terus tumbuh seiring Haneul terus bersama Sehun beberapa waktu belakangan ini.

Sekarang Sehun dan Haneul telah jatuh bersama di dalam lubang yang sama. Sebuah lubang yang telah mereka buat sendiri dari sandiwara mereka. Sehun dan Haneul kini saling teringkat satu sama lain setelah apa yang selama ini mereka lakukan justru membuat keduanya saling jatuh hati. Cinta buatan yang mereka bangun justru merubah keduanya menjadi sepasang kekasih dengan cinta yang sesungguhnya.

.

.

.

*Fin*

Haloooooo~ long time so see! I miss you readers! >.<

Apa kabar? Semoga semuanya baik ya~^^

Areum balik bawa postingannya Hunnie dan ini .. ohh long shooottt!! I’m so happy reader-deul. Gila, ini benar-benar part series paling panjang yang pernah aku buat. makasih buat Sehun yang udah ngasih aku imajinasi dan feeling yg kuat untuk ngebangun fict ini. Hohoo~ senang banget deh! ^^

Well, makasih juga untuk semua pembacaku. Aku cinta kalian. *big hug*

Sorry for bad fict ya. maaf juga kalo ada typo xD

Daaaannn …

JANGAN LUPA UNTUK MAMPIR KE KOLOM KOMENTAR, YA~ OTEH? ^^

With LoveAreumdaun Lee.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s