Love Letter #3 — Sweet Strange Feeling


IMG_20151019_095542

¶ Title: Love Letter | Author: Areumdaun Lee | Cast: Lee Donghae, You/OC, Kim Yerim, Park Jung Soo | Genre: Romance-Angst-Friendship | Rating: General | Length: Multichapter ¶

.

.

AN: Hai~ long time no see. Do you miss me? Kkk~ Oya, ngomong-ngomong selamat tahun baru yaa semuanyaaa~ *yeeaayy* xD (Tebar fly kiss :v hahaa)
Well, Areum balik post lagi dan kali ini bawain fanfictnya Donghae yang ‘Love Letter’. Masih ingatkah? Yaaa, aku harap sih masih ada yg ingat yaa. Hhehee.
Okee no bacot lagi, mending lanjut cus aja yuk scroll .. scroll .. ^^
But~ sebelum baca chapter yang ini, supaya gak bingung sama alurnya Areum kasih saran ya? Kalian coba baca chapter sebelumnya deh. So, silakan di klik preview-nya ya dear.

Previous? Klik me~ ⇒ [1 — #Prologue] , [#2— Maybe Tomorrow]

HAPPY READING AND ENJOY~ ^^

.

.

Langit sudah berubah gelap saat sebuah audy hitam yang membawa Donghae dan Yeri memasuki pelataran rumah, mereka baru kembali setelah tadi sore keduanya pergi berkeliling di sekitar Seoul. Donghae tampak tidak begitu bersemangat ketika pria itu keluar dari mobil. Hal itu membuat Yeri yang berdiri menatapnya dalam diam tampak merasa bersalah lantaran sudah meminta Donghae untuk menemaninya sepanjang sore. Pria itu pasti kelelahan karena menemaninya pergi setelah pulang sekolah tadi. Kemudian tanpa berkata apapun pada Yeri, Donghae melenggang pergi begitu saja dari hadapan gadis itu. Ia berjalan dengan langkah pelan menuju pintu rumahnya lalu masuk ke dalam tanpa menoleh ke belakang sedikit pun.

“Kim Ahgassi, Anda baik-baik saja?”

“Ya?” Yeri menoleh begitu Ia mendengar suara Ahn Ahjussi, lelaki yang berusia akhir empat puluh tahunan itu tampak khawatir padanya. Yeri pun lantas mencoba untuk tersenyum pada Ahn ahjussi agar supir pribadinya itu tidak mengkhawatirkan dirinya. “Ah .. ya, aku baik-baik saja, ahjussi. Ayo masuk, kita harus membawa semua barang-barang ini ke dalam.” kata Yeri kemudian. Ia pun mengambil beberapa kantung belanja yang tadi sore dibelinya bersama Donghae.

Ahjussi, aku akan masuk duluan. Tolong bawakan beberapa sisanya dan hati-hati dengan beberapa kantung berwarna cokelat itu. Itu hadiah untuk seseorang yang spesial.” ucap Yeri lagi seraya mengingatkan satu hal pada supir pribadinya tersebut. Dan Ahn Ahjussi pun hanya mengangguk mengiyakan permintaan puteri majikannya tersebut sebelum akhirnya Yeri berbalik dan berjalan masuk ke dalam rumah yang ditinggali Donghae bersama kakak sepupunya.

Begitu Yeri membuka pintu, gadis itu mendengar suara seorang pria yang bicara dengan nada setengah berteriak. Gadis itu tidak merasa terkejut ketika melihat pemandangan yang tersaji di depan matanya, Ia justru tersenyum ketika melihat pria itu mengacungkan telunjuknya ke udara seperti tengah mengancam seseorang.

Ck, dasar anak nakal. Pergi hingga malam begini tidak mengabariku. Awas saja jika dia melakukannya lagi, aku tidak akan melepaskannya seperti tadi.” gerutu pria itu seraya memutar tubuhnya perlahan hingga Ia pun berhadapan dengan Yeri yang masih berdiri di dekat pintu. Gadis itu semakin melebarkan senyumnya ketika akhirnya Ia berhasil bertatap muka dengan pria tersebut.

Omo! Kau .. kau siapa?” tanya pria itu setelah tadi sempat terkejut saat melihat Yeri.

Yeri tidak langsung menjawab pertanyaan pria itu melainkan Ia justru terkekeh pelan ketika gadis itu melihat pria jangkung di hadapannya menatapnya dengan ekspresi bingung bercampur kaget.

Annyeong. Long time no see’s, Jungsoo oppa.”

“Yeri?” Jungsoo mengernyitkan alisnya ketika Ia mencoba mengingat gadis yang berdiri beberapa langkah di depannya. Rasanya tidak asing ketika telinganya mendengar suara gadis yang Ia panggil Yeri tersebut.

Omo! Kim Yerim?! K-kau .. kau Kim Yerim? Ah, maksudku Yeri? Baby Kim? Kim Yerim?”

 Jungsoo terkejut begitu Ia mulai ingat pada gadis cantik di depannya, pria itu bahkan tidak bisa menyembunyikan perasaan senangnya ketika akhirnya Yeri mengangguk mengiyakan semua pertanyaan yang diajukan Jungsoo. Dan Jungsoo yang melihat reaksi Yeri pun segera menghampiri gadis itu kemudian memeluk tubuh mungil milik Yeri dengan sangat erat. Yeri pun hanya bisa tertawa melihat Jungsoo yang sangat kegirangan seperti itu.

Jungsoo lalu melepaskan pelukannya, Ia kini beralih menatap Yeri dengan tatapan tidak percaya. Sungguh, kepulangan Yeri ke Korea benar-benar tidak pernah diduga oleh Jungsoo. Ia tidak menyangka jika dirinya akan kembali bertemu dengan gadis kecil yang dulu pernah ditemuinya saat Yeri berusia enam tahun dan sekarang Jungsoo melihat betapa banyak perubahan yang terjadi pada Yeri. Gadis itu tumbuh dengan sehat dan Yeri juga terlihat begitu cantik malam ini.

Ya! kapan kau sampai di sini eoh? Kenapa tidak memberitahuku jika kau akan pulang ke Korea? Kalau aku tahu akan begini aku pasti akan menjemputmu di bandara.” Jungsoo terlihat kecewa mengingat bahwa Yeri tidak mengabarinya perihal kepulangan gadis itu.

Yeri menunjukkan cengiran khasnya, “Hehee, mianhae oppa. Aku lupa mengabarimu. Saat aku baru sampai tadi sore, aku langsung pergi ke sekolah Donghae oppa karena ingin langsung bertemu dengannya. Mianhae, aku lupa mengabarimu oppa.” jawabnya kemudian.

Aish, keterlaluan. Orang pertama yang selalu kau cari pasti hanya Donghae. Ya, apa kau tidak pernah memikirkan orang lain selain Donghae eoh? Kau selalu saja menomor satukan anak itu.”

Yeri mencoba berpikir sejenak seolah pertanyaan yang diajukan oleh Jungsoo adalah pertanyaan sulit baginya. Dan sejurus kemudian gadis itu dengan polosnya menjawab, “Yaaa … kurasa karena memang hanya Donghae oppa satu-satunya, jadi aku tidak pernah memikirkan orang lain di kepalaku. Tentu saja setelah kedua orangtuaku, hanya Donghae oppa seorang yang selalu ada di pikiranku.”

Ya! kau ini … aish.” Jungsoo tidak melanjutkan kalimatnya, Ia mendegus ketika dirinya tidak tahu harus mengatakan apa lagi untuk membalas argumen Yeri tersebut.

Yeri dan Jungsoo kemudian sama-sama tertawa ketika akhirnya Jungsoo merasa kalah berdebat dengan Yeri. Pria itu tahu bahwa sampai kapanpun Ia tidak akan bisa menyaingi argumen Yeri karena memang pada dasarnya Yeri adalah gadis yang keras kepala dan cukup berpendirian teguh dengan semua ucapannya. Setelah itu Jungsoo pun kemudian mengajak Yeri untuk kembali melanjutkan percakapan mereka di ruang keluarga dan Yeri pun menanggapinya dengan senang hati. Malam ini keduanya larut dalam percakapan hangat yang tidak pernah mereka lakukan setelah Yeri bertolak ke luar negeri beberapa tahun lalu.

Namun di saat yang sama keadaan justru berbeda dengan apa yang dihadapi Donghae hari ini. Pria itu justru terlihat kurang bersemangat, terlebih lagi dengan kepulangan Yeri tadi sore Donghae juga menunjukkan reaksi yang tidak biasa. Karena jika biasanya dia bertemu dengan Yeri, Donghae akan senang ketika melihat gadis itu. Tapi tadi sore Donghae malah terlihat terkejut dan kurang ceria menyambut kepulangan Yeri.

Entahlah, Donghae tidak tahu kenapa dirinya seperti itu. Ia bahkan tidak merasa aneh sedikitpun dengan keadaan yang terjadi di sekitarnya. Sampai akhirnya ketika Donghae kembali teringat dengan amplop biru pemberian sahabat penanya, pria itu baru menyadari sesuatu bahwa Ia belum menuliskan apapun sebagai balasannya pada Kim.

.

.

“Hyunji–ya.”

Langkah kaki seorang gadis seketika terhenti ketika Ia mendengar seseorang menyebutkan namanya, Ia pun lantas menoleh ke sumber suara untuk mengetahui siapa yang baru saja memanggilnya. Hyunji, gadis itu tampak sedikit terkejut ketika manik matanya mendapati sosok seorang pria yang dikenalnya tengah berdiri beberapa meter dari tempatnya berdiri. Pria itu tersenyum padanya saat Hyunji menatapnya dan tidak lama setelah itu pria itu pun mendekat ke arah Hyunji.

Dan Hyunji yang melihat pria itu kini bergerak mendekat ke arahnya tiba-tiba merasakan jantungnya berdegub dua kali lebih cepat. Hyunji gugup. Ya, gadis itu sekarang terlihat gugup ketika menyadari bahwa pria yang disukainya kini tengah berjalan ke arahnya. Rasanya sangat tidak nyaman ketika kau bisa mendengar suara detak jantungmu sendiri namun di saat yang bersamaan kau juga tidak ingin menghilangkan momen dimana kau bisa merasakan degub jantungmu sendiri.

Rasanya sangat menyenangkan dan terkadang sulit dideskripsikan dengan satu kata saja.

Seperti itulah yang saat ini tengah dirasakan oleh Hyunji. Gadis itu tahu bahwa saat ini dirinya tengah dirundung perasaan gugup yang luar biasa namun di saat yang bersamaan Hyunji juga ingin tetap berada di saat-saat yang seperti ini. Dan meskipun Hyunji merasa sangat gugup sekalipun, gadis itu tetap berusaha bersikap tenang seperti biasanya. Ia tidak mau perasaan gugupnya terlihat kentara di depan pria yang disukainya.

Eoh, Kibum–ah.” gumam Hyunji ketika pria bernama Kibum itu sudah berdiri dekat dengannya. Ia bahkan tidak tidak sadar jika dirinya bisa menyebutkan nama pria itu dengan baik ditengah-tengah perasaan gugupnya.

Kibum, pria tampan nan manis itu lagi-lagi tersenyum pada Hyunji yang tentu saja membuat gadis itu malah semakin gugup ketika Ia melihat senyum manis pria itu. Kibum lalu melirik ke arah tangan Hyunji dimana kedua tangan gadis itu tengah memegang dua kantung plastik berukuran cukup besar.

“Kau baru kembali dari supermarket?” tanya Kibum.

“Ya?” Hyunji melihat kantung plastik di kedua tangannya lalu dengan cepat kembali menatap Kibum seraya menjawab, “Oh, ini. I–iya, aku baru saja selesai belanja beberapa makanan ringan dan buah.”

Kibum hanya mengangguk mendengarkan jawaban Hyunji, pria itu lantas mengulurkan tangannya pada Hyunji untuk membantu gadis itu membawakan belanjaannya. “Kalau begitu sini berikan saja padaku kantung plastiknya.”

“Ya?”

Kibum tidak menyahuti Hyunji, pria itu malah mengambil kedua kantung belanja di tangan Hyunji dan membuat gadis itu terkejut dengan aksinya tersebut. Kibum lalu mengangkat kantung belanja yang sudah berpindah tangan ke tangannya tersebut sejajar dengan dadanya.

“Seharusnya pria yang membawa barang-barang berat seperti ini. Kau, seorang gadis tidak boleh membawa yang berat-berat sekalipun.” ucap Kibum kemudian seraya kembali melemparkan senyum manisnya.

Hyunji mengerjapkan matanya, gadis itu sepertinya baru mengerti maksud Kibum yang memintanya untuk memberikan kantung belanjaan itu padanya.

“Hm, Hyunji. Apa kau ada waktu sebentar?” Kibum kembali bersuara setelah tadi sempat hening sejenak diantara keduanya. Lalu selang detik brikutnya pria itu kembali melanjutkan kalimatnya, “Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu.” kata Kibum.

Setelah Kibum mengatakan semua kalimat itu, Hyunji kini terdiam di tempatnya berdiri. Gadis itu tidak mengatakan apapun untuk menjawab pertanyaan sekaligus ajakan Kibum yang memintanya untuk bicara sebentar. Hyunji membeku—ah tidak, mungkin satu kata itu tidaklah cukup untuk mendeskripsikan bagaimana keadaannya saat ini. Yang pasti tanpa sepengetahuan Kibum saat ini Hyunji merasa semakin gugup dihadapan pria itu. Bahkan dirinya tidak tahu perasaan apakah yang sebenarnya Ia rasakan saat ini.

.

.

.

To Be Continue.

Sorry for typo & sorry for bad fict. ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s