[Sequel Of Secret Admirer] — LOVE THAT I NEED


My My, My Everything Lee Donghae - Aiden Lee

♥ Title: LOVE THAT I NEED | Author: Areumdaun Lee | Cast: Lee Donghae, Kim Hyunji/YOU, Cho Kyuhyun, Park Hyesub/OC | Genre: Fluff | Rating: General | Length: Oneshoot ♥

©AL_2017

Read the previous first! → SECRET ADMIRER ←

.

.

Jika kau memang menyukaiku, maka ijinkan aku untuk membalas perasaanmu. Dan akan kupastikan kau menjadi milikku. Would you be mine?

.

.

Jam makan siang sebentar lagi akan segera berakhir namun beberapa mahasiswa ternyata masih enggan meninggalkan kafetaria lantaran masih ingin berlama-lama di sana. Beberapa di antaranya bahkan sampai ada yang berniat untuk tidak mengikuti kelas selanjutnya dan lebih memilih untuk pergi ke tempat lain di sekitar kampus kemudian bersembunyi sampai kelas berakhir. Hal itu tentu memang terlihat biasa bagi mereka yang sudah terbiasa melakukan ‘pelanggaran’ seperti itu namun tidak bagi gadis bernama lengkap Kim Hyun Ji.

Hyunji menolak keras ajakan Kyuhyun ketika pria muda itu justru mengajaknya membolos siang ini. Sahabat karibnya yang sejak dibangku SMA itu memang terkenal keras kepala dan terkadang suka melakukan pelanggaran-pelanggaran kecil sejak SMA dulu. Kyuhyun bersikeras untuk mengajak Hyunji ikut bersama dengannya siang ini, Ia juga tidak tanggung-tanggung untuk merengek di hadapan Hyunji hanya demi gadis itu ikut membolos bersamanya.

“Hyunji–ya, ayolah .. sekali ini saja. Kali ini saja kumohon ikut denganku, hm? Aku akan kesepian tanpa dirimu, Hyunji.” rengek Kyuhyun dengan nada suara yang dibuat-buat terdengar menyedihkan agar bisa membuat Hyunji merasa iba padanya.

Hyunji menggeleng tegas, “Tidak, Kyuhyun. Aku tidak mau ikut denganmu. Kalau kau memang ingin bolos siang ini, yasudah sana bolos saja sendiri. Lagipula aku tidak mau mencari masalah dengan dosen Jung.” ucap Hyunji dengan tegas, berharap Kyuhyun akan berhenti merenggek padanya.

Kyuhyun cemberut ketika Hyunji justru membiarkannya membolos sendirian. Ia kemudian mengambil ponsel Hyunji yang tergeletak di atas meja ketika Hyunji sedang mengembalikan nampan makan siangnya. Kyuhyun pun lalu mulai mengetikkan sesuatu di ponselnya tanpa sepengetahuan Hyunji yang tentu saja pasti akan membuat gadis itu mencarinya setelah ini. Dan ketika Hyunji sudah kembali ke mejanya, gadis itu terlihat bingung saat mendapati Kyuhyun tengah memegang ponselnya dengan raut wajah serius.

“Kau sedang apa, Kyu?” tanya Hyunji curiga.

Kyuhyun terkejut begitu mendapati Hyunji tengah berdiri di hadapannya sambil menatap curiga padanya saat Ia tengah mengetik sesuatu di ponsel gadis itu tanpa ijinnya. Ia pun langsung menyerahkan ponsel Hyunji kembali seraya bangun dari tempat duduknya.

“Aku hanya memijam ponselmu untuk mengirimkan pesan pada atasanku. Maaf aku tidak meminta ijinmu dulu.”

Kening Hyunji bertaut, Ia tidak mengerti maksud ucapan Kyuhyun. “Atasanmu? Kau bekerja paruh waktu, Kyuhyun–ah?”

Eoh, aku bekerja paruh waktu dan itu bukan urusanmu, Nona Kim.”

Ya, kenapa kau berubah sinis padaku? Aku kan hanya—”

“Sudahlah, aku mau pergi saja. Aku akan membolos sendirian jadi sampai ketemu nanti malam di rumahmu.” sahut Kyuhyun lebih dulu sebelum Hyunji sempat menyelesaikan kalimatnya. Pria itu kemudian pergi meninggalkan Hyunji tanpa memberikan kesempatan untuknya bicara. Bahkan Kyuhyun pergi dengan ekspresi wajah yang terlihat kesal.

Hyunji menatap punggung Kyuhyun yang perlahan mulai menjauh darinya, dirinya merasa bersalah pada Kyuhyun lantaran tidak bisa menemaninya. Lantas Ia pun beralih ke ponselnya ketika Kyuhyun sudah benar-benar menghilang dari pandangannya. Gadis itu menatap layar ponselnya lagi-lagi dengan alis yang tertaut, tidak mengerti.

“Dia bilang tadi dia meminjam ponselku untuk mengirimkan pesan pada atasannya. Tapi kenapa pesannya tidak ada di kontak terkirim?” gumam Hyunji. Sempat terbesit di dalam pikirannya bahwa mungkin saja Kyuhyun sudah menghapus pesannya lebih dulu sebelum mengembalikan ponselnya tadi. Setelah itu Hyunji pun bergegas meninggalkan kafetaria untuk mengikuti kelas selanjutnya yang akan dibimbing oleh dosen Jung.

.

.

Jam kuliah sudah sejak sepuluh menit lalu berakhir namun sepertinya malam ini Hyunji akan pulang agak terlambat karena Ia harus pergi ke perpustakaan untuk mencari beberapa buku referensi untuk tugas essainya. Setelah mencoba bernegosiasi dengan petugas perpustakaan akhirnya Hyunji mendapatkan ijin memakai perpustakaan sampai batas waktu maksimal setengah jam untuk mencari buku-buku yang diperlukannya.

Ruang perpustakaan yang begitu luas dengan cahaya lampu yang masih menyala membuat Hyunji masih bisa bernapas lega karena dengan begitu Ia tidak perlu khawatir soal dirinya yang akan berada di sana dalam keadaan gelap gulita. Hyunji pun mulai mencari buku yang Ia perlukan untuk tugas essainya dengan cepat agar waktu yang Ia punya tidak terbuang sia-sia.

Lima menit berlalu, Hyunji masih belum menemukan buku yang dicarinya. Gadis itu mulai gusar ketika mengingat waktu yang Ia punya tinggal dua puluh lima menit. Ya, Hyunji memang gadis yang seperti itu. Ia sangat memperhitungkan waktu, Hyunji memang tipikal gadis yang tidak bisa mengacuhkan keadaan di sekitarnya. Terlebih jika itu soal waktu, Hyunji akan berusaha untuk bergerak cepat agar apapun yang Ia lakukan bisa diselesaikan tepat waktu.

Ponsel Hyunji bergetar di balik saku celananya, membuat Hyunji segera mengeluarkannya dan menerima panggilan di ponselnya.

Eoh, Hyesub–ah?” sapa Hyunji seraya kembali fokus pada buku-buku yang berjejer rapih di rak. Ia melanjutkan pencariannya.

“…..”

Hyunji sedikit membungkuk untuk melihat deretan buku yang diletakkan di bawah. “Aku masih di kampus, sedang mencari buku referensi untuk tugas essai dosen Nam. Kau sendiri sedang dimana?” jawab Hyunji lagi ketika Hyesub menanyakan dimana dirinya.

“…..”

Gerakan tangan Hyunji terhenti sejenak ketika Hyesub menyebutkan nama Donghae di sana. Gadis itu tertegun saat Hyesub justru menanyakan seniornya pada dirinya. “Tidak, aku sedang tidak bersama Donghae sunbae. Memangnya kenapa? Apa terjadi sesuatu dengan Donghae sunbae?”

“…..”

“Apa? Tidak, aku baik-baik saja. Hyesub, saat ini aku sedang di perpustakaan. Siapa yang bilang aku pergi minum sampai mabuk, hah? Dan itu, kau serius Donghae sunbae saat ini sedang mencariku?”

“KIM HYUN JI!”

Hyunji menoleh ketika telinganya mendengar seseorang menyerukan namanya, gadis itu bahkan sampai tidak bisa mendengar jawaban Hyesub dengan jelas di seberang sana ketika Ia justru mengalihkan pandangannya ke arah asal suara.

Sunbae?”

Jantung Hyunji seketika langsung berdetak kencang begitu mendapati Donghae kini tengah berdiri beberapa meter darinya. Pria itu menatapnya dengan raut wajah cemas yang jelas kentara, Hyunji pun bisa melihat dengan jelas napas Donghae yang terlihat ngos-ngosan. Lalu tanpa bisa Hyunji duga Donghae kemudian menghampirinya dengan langkah yang terkesan terburu-buru. Dan ketika Donghae sudah tiba di hadapan Hyunji pria itu pun langsung merengkuh tubuhnya, memeluknya dengan sangat erat hingga membuat Hyunji seketika langsung menahan napasnya.

Sunbae!” jerit Hyunji dalam hati ketika Donghae memeluk tubuhnya erat-erat.

Donghae tidak mengatakan apapun ketika dirinya tengah merengkuh tubuh mungil Hyunji. Saat ini Donghae hanya ingin memeluk Hyunji untuk beberapa saat hingga dirinya merasa sedikit tenang.

“Satu menit. Biarkan aku memelukmu selama satu menit, Kim Hyunji.” ucap Donghae pelan seraya semakin mempererat pelukannya.

Demi tuhan, Hyunji pun seketika tidak bisa berbuat apa-apa. Gadis itu bingung harus bagaimana merespon ucapan seniornya tersebut, pasalnya saat ini yang Hyunji rasakan adalah sepertinya jantungnya sudah mendarat ke dasar perut lantaran saking terkejutnya dengan sikap Donghae.

.

.

“Kau yakin ini akan baik-baik saja? Bagaimana jika nanti Hyunji marah besar?”

“Tidak akan. Gadis itu tidak akan pernah bisa marah padaku sekalipun aku melakukan hal yang membuatnya benar-benar naik pitam.”

“Tapi Kyuhyun–ah, kita sudah mengerjainya seperti ini. Bukankah ini sudah kelewat batas dengan melibatkan Donghae sunbae juga? Mereka berdua pasti akan menghukum kita habis-habisan setelah ini.”

Ya, Park Hyesub. Tenanglah, Hyunji tidak akan marah besar atau memusuhi kita hanya karena kita mengerjainya seperti ini. Lagipula coba kau pikir, bukankah ini demi kebaikan Hyunji juga? Kita sengaja mengatur semua ini demi mengungkapkan perasaan Hyunji pada Donghae sunbae. Dan tentu saja, Donghae sunbae juga sepertinya tidak akan keberatan setelah tahu bahwa ternyata semua ini sudah di setting sedemikian rupa oleh kita. Aku hanya sudah tidak tahan lagi dengan sikap Hyunji yang selalu menyembunyikan perasaannya untuk Donghae sunbae selama dua tahun ini. Dan lagi, Donghae sunbae juga sudah tahu soal perasaan Hyunji padanya. Jadi kurasa sudah saatnya mereka bersatu dan menjadi sepasang kekasih daripada keduanya tidak tahu perasaan terhadap satu sama lainnya.”

Park Hyesub, sahabat kedua Hyunji yang mengenal Hyunji sejak di taman kanak-kanak dulu, kini terdiam setelah mendengarkan penjelasan panjang lebar yang baru saja dituturkan oleh Kyuhyun. Gadis itu berpikir sejenak, merenungkan semua kata-kata yang meluncur dari bibir Kyuhyun mengenai ‘jebakan’ yang mereka lakukan untuk Hyunji dan juga Donghae sekaligus dampak apa yang akan diterima oleh kedua anak manusia tersebut.

Lama Hyesub terdiam dan sibuk dengan pikirannya sendiri ternyata membuat Kyuhyun gemas melihatnya. Pria itu bahkan sampai tersenyum sendiri ketika melihat Hyesub beberapa kali mengerutkan kulit keningnya saking seriusnya memikirkan apa yang Ia katakan pada gadis itu. Sungguh, tingkah lucu Hyesub itu membuat Kyuhyun rasanya ingin sekali mencubit kedua pipinya. Ah, tidak. Bahkan di saat-saat seperti ini pun otak jahil Kyuhyun mulai bekerja untuk melancarkan aksi jahilnya pada Hyesub.

Ya, Park Hyesub.” panggil Kyuhyun, membuat Hyesub langsung menoleh padanya dan menatap Kyuhyun dengan ekspresi polos.

“Iya?”

Setelah Hyesub menyahuti panggilan Kyuhyun tadi, Ia tidak mendapatkan jawaban lagi dari Kyuhyun melainkan Hyesub justru menerima ciuman singkat dari pria tampan tersebut.

Ya, Cho Kyuhyun!”

Kyuhyun tidak langsung menanggapi keterkejutan Hyesub, pria itu justru terlihat tenang dan hanya menatap Hyesub dengan tatapan hangatnya yang tanpa Kyuhyun sadari itu membuat jantung Hyesub bergedub kencang di dalam dadanya.

“Apa? Jangan bilang saat ini kau benar-benar sedang memikirkan kedua anak manusia itu.” ucap Kyuhyun kemudian. Ia lalu memperhatikan wajah Hyesub lamat-lamat dan berhasil membuat jantung Hyesub lagi-lagi semakin berdetak tak karuan. “Sudah kubilang ‘kan padamu, kau tidak perlu khawatir soal itu. Percayalah padaku, semuanya akan baik-baik saja. Hm?” lanjut Kyuhyun lagi seraya kemudian menangkup wajah Hyesub.

Demi tuhan, seandainya jika Kyuhyun bukanlah sahabat Hyunji mungkin saat ini Hyesub sudah menampar pipinya dengan keras atas sikap kurang ajarnya yang barusan mencium bibirnya tanpa permisi. Namun Hyesub juga tidak tahu bagaimana Ia harus bereaksi pada Kyuhyun mengingat bahwa diam-diam Ia menyukai pria itu sejak SMA dulu.

Hyesub lalu mengangguk menanggapi ucapan Kyuhyun beberapa saat lalu. Dan hal itu pun sontak membuat Kyuhyun tersenyum puas seraya mengusap pelan puncak Hyesub. Kyuhyun bahkan tidak ragu untuk menyentuh kedua pipi Hyesub dan mencubitnya pelan.

Good girl. Itu baru gadisku.” ucap Kyuhyun kemudian yang berhasil membuat kedua pipi Hyesub bersemu merah sekaligus juga nyaris membuat jantungnya berhenti berdetak karena pernyataannya yang tidak terduga tersebut.

.

.

Hening.

Tidak ada percakapan antara Donghae dan Hyunji setelah keduanya keluar dari perpustakaan, keduanya hanya terus diam sejak tiga menit yang lalu. Mereka bahkan belum bicara lagi setelah insiden Donghae yang memeluk Hyunji secara tiba-tiba. Entahlah, mungkin Donghae dan Hyunji mencoba untuk memikirkan kalimat yang pas untuk disampaikan. Ya, mungkin saja. Lagipula saat ini keduanya benar-benar merasa canggung sekali mengingat bahwa Donghae dan Hyunji memang nyaris tidak pernah memiliki waktu berdua seperti ini.

Lee Donghae, mahasiswa tahun ke empat yang sebentar lagi akan segera lulus itu seketika dibuat mati kutu oleh gadis bernama Kim Hyunji yang berada dua tingkat di bawahnya. Donghae yang dikenal sebagai pribadi yang cerdas dan pandai menyampaikan argumen-argumennya ketika dalam diskusi atau debat saat ini tidak tahu apa yang harus Ia lakukan di hadapan Hyunji. Pasalnya pria itu kini justru bingung bagaimana Ia harus memulai percakapannya dengan Hyunji mengingat bahwa gadis yang diketahui menyimpan perasaan padanya itu sekarang berada di sampingnya.

Ya, benar. Donghae sudah mengetahui perasaan Hyunji sejak lama. Pria itu tahu bahwa Hyunji menyukainya sejak gadis itu pertama kali masuk di kampus yang sama dengannya. Donghae tahu bahwa selama ini Hyunji diam-diam selalu mengamatinya dari jauh. Hal berjalan cukup lama hingga akhirnya Donghae kemudian menyadari betapa menariknya Hyunji sampai dirinya bertekad untuk memiliki Hyunji seutuhnya. Setelah setahun Donghae mengetahui perasaan Hyunji terhadap dirinya, pria itu pun diam-diam melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Hyunji.

Jika dulu Donghae jarang sekali memperhatikan mahasiswa atau mahasiswi lain di kampusnya, sejak Ia menyadari dirinya begitu tertarik pada Hyunji, Donghae justru diam-diam mulai memperhatikan Hyunji. Donghae sering kali mengikuti Hyunji ketika gadis itu akan berganti jam kuliah yang diikuti, Donghae suka mengamati Hyunji ketika gadis itu sedang memilih buku di perpustakaan, bahkan Donghae pun tidak ragu untuk mengambil foto Hyunji secara diam-diam baik ketika Hyunji sedang tersenyum, tertawa, melamun, atau bahkan saat Hyunji sedang tertidur di perpustakaan sekaligus.

Semua hal itu dilakukan Donghae karena Ia sadar bahwa jauh di dalam lubuk hatinya, dirinya sangat menginginkan Hyunji. Donghae jatuh hati pada Hyunji. Ia menyukai Hyunji selama setahun belakangan ini dan hal itu membuatnya tidak pernah bisa melupakan bayangan gadis itu dari pikirannya. Maka itu untuk, malam ini adalah saatnya bagi Donghae untuk menyatakan perasaannya pada Hyunji sekaligus membalas perasaan Hyunji. Donghae akan segera lulus dan Ia tidak mau kehilangan Hyunji lalu menyesal di kemudian hari lantaran tidak mengungkapkan perasaannya pada gadis itu.

“Kim Hyunji.”

Hyunji yang sejak tadi diam dan hanya menundukkan wajahnya seketika langsung menoleh ke samping kanannya begitu Donghae memanggil namanya. “Ne, Sunbae?” sahutnya kemudian.

“Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu. Aku ingin kau mendengarkannya baik-baik.”

Hyunji meremas tali tas selempangnya ketika Donghae tengah bicara serus padanya. Ia lalu mencoba untuk tetap terlihat tenang di depan seniornya tersebut. Sebelum mulai mengatakan apa yang ingin disampaikan Donghae pada Hyunji, pria itu lebih dulu mengatur napasnya agar jantungnya bisa merasa sedikit lebih tenang. Lalu setelahnya Donghae pun mulai membuka suara.

“Aku tahu jika selama dua tahun belakangan ini kau menyukaiku.”

Hyunji tertegun, “Ne?!”

“Benarkah begitu? Apa benar jika selama ini kau diam-diam menyimpan perasaan padaku?” tanya Donghae yang detik itu juga berhasil membuat Hyunji malu lantaran ditanyai seperti itu olehnya.

Hyunji membeku. Sungguh, ucapan Donghae barusan benar-benar membuatnya terkejut. Dan lagi, bagaimana pria itu mengetahui soal dirinya yang menyimpan perasaan untuknya? Bagaimana Donghae tahu jika selama ini dirinya telah menyukainya selama dua tahun?

Susunbae.”

Mati kau Kim Hyunji, mati kau. Oh ya tuhan, mimpi apa Ia kemarin malam sampai harus di hadapkan oleh keadaan ini? Hyunji tidak tahu bagaimana di depan Donghae, oh ya ampun dirinya benar-benar malu saat ini.

Donghae tidak langsung menanggapi Hyunji, pria itu justru hanya tersenyum ketika melihat Hyunji menjadi begitu gugup di depannya. Donghae tahu Hyunji pasti akan merasa malu jika Ia melontarkan pertanyaan tadi padanya, namun dirinya benar-benar sudah tidak bisa menahan diri lagi untuk tidak bertanya pada Hyunji. Donghae sungguh ingin mengetahui semua kebenarannya, apakah Hyunji memang menyukainya atau tidak.

“Tidak apa-apa. Kau tidak perlu menjawab pertanyaanku, Hyunji. Kurasa aku sudah tahu jawabannya. Aku sudah tahu bahwa kau memang menyimpan perasaan padaku selama dua tahun belakangan ini. Maaf jika aku terlambat mengetahuinya.”

Hyunji bungkam, Ia tidak bisa mengatakan sepatah kata pun untuk menanggapi ucapan Donghae. Gadis itu bingung dan sekaligus gugup lantaran Donghae tiba-tiba melemparkan ‘bom’ pertanyaan dan juga pernyataan-pernyataan yang tidak pernah diduganya. Dan setelahnya Donghae malah memberikan pertanyaan terkait dengan pernyataan mengenai apa yang Hyunji rasakan terhadapnya.

“Maaf jika aku terlambat untuk menyadarinya. Maaf jika aku terlambat untuk membalas semua perasaanmu yang sudah kau tumbuhkan sejak lama. Maafkan aku, Hyunji karena terlambat menyadari bahwa aku juga memiliki perasaan yang sama denganmu.”

Sunbae ..”

“Jika kau memang menyukaiku, maka ijinkan aku untuk membalas perasaanmu. Dan akan kupastikan kau menjadi milikku. Would you be mine?”

Hyunji tidak langsung memberikan jawaban pada Donghae, gadis itu hanya terus menatap Donghae dengan tatapan haru dimana Hyunji mulai merasakan kedua matanya mulai memanas lantaran air matanya mendesak untuk keluar. Lalu ketika Hyunji mengedipkan matanya sebuah kristal bening pun jatuh mengenai kulit wajahnya. Hyunji menangis. Gadis itu menangis namun di saat yang bersamaan Ia juga tersenyum seiring air matanya yang terus mengalir membasahi kulit wajahnya.

“Kim Hyunji, kau menangis? Kenapa kau menangis? Apa aku mengatakan sesuatu yang salah?” tanya Donghae seraya menatap Hyunji dengan raut cemas, Ia takut jika dirinya benar-benar telah membuat kesalahan.

Bukan, Hyunji menangis bukan karena Donghae yang telah melakukan kesalahan. Pria itu sama sekali tidak pernah melakukan kesalahan apapun padanya. Melainkan alasan mengapa gadis itu menangis adalah karena malam ini dirinya merasa bahagia. Ya, Hyunji bahagia karena malam ini akhirnya Ia bisa mendengar dan melihat bagaimana perasaannya terbalas setelah selama dua tahun ini dirinya berusaha kuat menyembunyikan perasaaannya rapat-rapat.

Hyunji bahagia karena akhirnya Donghae membalas perasaannya.

.

.

.

*Fin*

Holla! I’m back with My Everything Donghae & My Vitamin Kyuhyun!♥
(I miss Donghae, I miss Kyuhyun, and I miss you all~)

Semoga suka ya sama sequel absurd nan abal-abal punyaku ini. Maaf kalo masih ada typo di sana-sini, masih kurang jelas ataupun kurang memuaskan ceritanya, dan maaf banget kalo endingnya gak sesuai ekspentasi kalian (karena memang judulnya juga kayanya gak nyambung deh yaa .. T_T)

But .. jangan sungkan untuk komen terus kasih kritik & saran ke aku yaa? ^^

Sorry for bad fiction.

Saranghae♥ ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s