My Best (Boy) Friend


 

cho

¶ Title: My Best (Boy) Friend | Author: Areumdaun Lee | Cast: Cho Kyuhyun, Park Hyesub/YOU | Genre: Humor-Romance | Rating: General | Length: Oneshoot 

©AL_2017

.

.

THIS FICTION IS MINE!
SO, STOP PLAGIARISM! OKAY!?

.

.

Sudah lebih dari setengah jam Hyesub mematut di depan cermin, gadis itu sedari tadi masih belum juga beranjak dari sana. Entah sudah keberapa kalinya Ia menatap dirinya di depan cermin, berganti-ganti pakaian demi mencoba mencocokkan warna yang pas untuk penampilannya hari ini. Beberapa kali gadis itu mengeryitkan alisnya ketika melihat baju yang membalut tubuh mungilnya terasa kurang cocok dan tidak sesuai dengan apa yang diinginkannya.

Ya, kau akan pergi mengikuti kencan buta itu lagi?”

Hyesub menoleh begitu suara yang terdengar familiar masuk ke dalam indera pendengarannya, “Eoh, Kyuhyun-ah. Kau datang?” tanyanya lalu kemudian kembali menatap ke cermin, memperhatikan pantulan dirinya sekali lagi sebelum akhirnya gadis itu mengangguk tanda Ia menyukai pilihan baju yang dikenakannya. Hyesub pun lantas duduk di depan meja riasnya untuk mulai memoleskan riasan pada wajahnya.

“Iya, hari ini aku mengikuti kencan buta lagi. Kenapa? Kau juga ingin ikut bersamaku?”

Kyuhyun mendengus pelan begitu Hyesub melemparkan pertanyaan itu padanya, pria itu lantas berjalan masuk ke dalam kamar Hyesub lalu duduk di atas tempat tidur Hyesub yang terbalut seprai berwarna biru langit.

“Kalau aku ikut denganmu, kurasa nanti aku malah mengenalkan diriku sebagai pacarmu di depan teman kencan itu. Bagaimana? Apa aku boleh melakukan itu?”

Hyesub tertegun mendengar ucapan Kyuhyun, Ia bahkan sempat mengerjap beberapa kali karenanya. Sungguh, dirinya tidak menduga jika Kyuhyun akan menyahutinya seperti itu.

“Apa? Y-ya, kau cari mati eoh? Kau ingin menghancurkan kencan butaku lagi?”

“Tidak berniat menghancurkan. Aku hanya ingin memberi sedikit ‘bumbu’ pada kencan butamu kali ini.”

Hyesub yang sedang menepukkan bedak di wajahnya seketika langsung menoleh begitu mendengar ucapan Kyuhyun, Ia melayangkan death glarenya pada lekaki yang berusia setahun lebih tua darinya tersebut.

Ya, Cho Kyuhyun. Jangan berani-berani bertindak gila di acara kencan butaku kali ini. Awas saja jika kau berani mengacaukannya lagi, aku akan marah besar padamu dan tidak mau bertemu denganmu lagi. Kau mengerti?” ucap Hyesub panjang lebar, mengancam Kyuhyun dengan kalimat intimidasi tersebut. Dan setelahnya gadis itu kembali merias wajahnya di depan cermin seraya merutuk Kyuhyun dalam hati seolah menyesali kehadiran pria itu di kamarnya.

“Oh ya tuhan, tolong aku. Jangan biarkan Kyuhyun semakin membuatku berharap. Aku tidak mau perasaan ini semakin menggangguku.”

Sementara itu reaksi yang diberikan Kyuhyun justru kontradiksi dengan ancaman Hyesub barusan. Kyuhyun tidak sedikitpun menunjukkan raut khawatir jika Hyesub nanti akan benar-benar marah padanya soal Ia yang berniat mengacaukan kencan buta gadis itu. Tatapan dan ekspresi wajah Kyuhyun lebih menunjukkan bahwa pria itu memang berniat kembali mengacaukan kencan buta Hyesub untuk yang kesekian kalinya.

.

.

“Park Hyesub-ssi?”

Hyesub menoleh ketika seseorang menyebutkan namanya, gadis itu lantas berdiri menyambut kedatangan seorang pria bertubuh tegap dengan penampilan formalnya. Hyesub sempat terpaku sesaat begitu melihat penampilan teman kencannya kali ini, gadis itu lalu memberikan senyum terbaiknya demi memberikan kesan pertama yang baik di depan pria tersebut. Ia bisa tahu hanya dari penampilan pria itu bahwa sepertinya teman kencannya kali ini bukanlah orang sembarangan, untuk itu Hyesub berusaha untuk tampil menawan di hadapannya agar Si Pria merasa tertarik padanya.

Ne. Aku Hyesub.” jawab Hyesub seraya mengangguk singkat pada teman kencannya. “Apa .. kau Yoo Ji Hoo?” tanyanya kemudian seraya ragu-ragu menunjuk si pria bertubuh tegap tersebut.

Pria yang ternyata diketahui bernama lengkap Yoo Ji Hoo tersebut lantas mengangguk mengiyakan pertanyaan Hyesub. Ji Hoo juga tidak lupa membalas sapaan Hyesub sebelumnya, pria itu bahkan tidak ragu untuk membungkukkan tubuhnya di depan Hyesub hingga mau tidak mau membuat Hyesub juga balas membungkuk dengan canggung. Kemudian setelah keduanya mengenalkan diri masing-masing, Hyesub dan ji Hoo pun mengambil posisi duduk di kursi yang telah disediakan di kafe tempat mereka berada.

Sementara Hyesub dan Ji Hoo kembali melanjutkan obrolan mereka ke topik yang lebih intim dimana keduanya berusaha untuk saling mengenal lebih dalam soal diri mereka satu sama lain, jauh dari tempat duduk mereka ternyata sejak tadi seseorang tengah memperhatikan mereka di sana. Ia mengamati setiap gerak-gerik keduanya hingga Hyesub dan Ji Hoo semakin larut dalam keakraban di tengah jalannya kencan buta tersebut.

“Park Hyesub. Kau menyukai pria dengan tipe seperti itu? Heol, yang benar saja. Dia hanya menang di penampilannya saja dan kurasa dia juga tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan diriku.” gumam seseorang itu dengan nada sinis seolah Ia sangat tidak menyukai teman kencan Hyesub tersebut.

“Lihat saja, akan kubuktikan padamu bahwa tidak semua pria berpenampilan ‘wow’ adalah pria baik-baik. Lihat saja. Lebih baik kau siapkan hatimu, Park Hyesub.”

.

.

Tidak terasa hari sudah beranjak malam saat Hyesub dan Ji Hoo baru saja keluar dari Amusement Park. Tadi siang, setelah makan siang di salah satu restoran yang direkomendasikan oleh Hyesub, Ji Hoo pun mengajak Hyesub untuk pergi ke Amusement Park. Mereka pun menghabiskan waktu di sana dengan mencoba berbagai macam wahana dan taman hiburan bahkan Ji Hoo pun tidak ragu untuk membelikan boneka atau apapun yang diinginkan oleh gadis itu.

“Ji Hoo-ssi, terima kasih untuk hari ini. Tadi itu sangat menyenangkan.” ucap Hyesub saat Ia dan Ji Hoo sedang berjalan bersisihan di sisi trotoar. Gadis itu tersenyum senang mengingat semua yang Ia lakukan bersama Ji Hoo sejak siang hingga saat ini.

Ji Hoo terkekeh pelan mendengar ucapan Hyesub, pria itu lantas menoleh seraya menjawab. “Sungguh? Apa kau menyukainya?”

“Tentu saja aku menyukainya. Semua yang kita lakukan sejak siang hingga saat ini terasa begitu menyenangkan. Dan sepertinya aku bahkan semakin menyukaimu, Ji Hoo-ssi. Kau juga orang yang menyenangkan.”

Ji Hoo tersenyum lebar begitu mendengar Hyesub memuji dirinya, “Oh, benarkah? Wah .. aku merasa sangat tersanjung jika kau benar-benar menyukaiku, Hyesub-ssi. Sepertinya aku tidak akan menolak jika ada gadis secantik dirimu yang menyukaiku.” ucap Ji Hoo kemudian yang membuat Hyesub kembali tersenyum karenanya.

Namun ketika Hyesub dan Ji Hoo tengah menikmati sisa waktu kebersamaan mereka, tiba-tiba seorang gadis datang menghampiri keduanya dengan ekspresi marah. Gadis itu lalu menampar Ji Hoo dengan cukup keras hingga membuat Hyesub yang berdiri di samping pria itu dibuat terkejut karenanya. Gadis yang tidak dikenal Hyesub itu mengamuk di hadapan Ji Hoo dengan terus memukuli tubuh Ji Hoo secara membabi buta. Membuat Ji Hoo terlihat begitu kesakitan hingga mau tidak mau Hyesub bahkan harus turun tangan untuk melindungi Ji Hoo dari serangan gadis asing tersebut.

Ahgassi, hentikan! Apa yang lakukan? Kau menyakitinya!”

Gadis asing itu kemudian menghentikan pukulannya ketika melihat Hyesub berusaha melindungi Ji Hoo, Ia lalu menatap Hyesub dengan tatapan penuh amarah seraya menunjuk Hyesub dan berucap, “Ya! Siapa kau berani menghalangiku hah? Aahh .. jadi kaukah Si Gadis Genit yang berhasil merayu pacarku? Kaukah yang merebut Ji Hoo dariku, iya!?”

Ji Hoo berusaha menahan tubuh gadis asing itu agar Ia tidak menyerang Hyesub secara tiba-tiba, “Ya, apa yang kau lakukan? Hentikan!”

“Apa?” Hyesub menatap gadis asing itu dengan tatapan tidak mengerti, “Ji Hoo .. Yoo Ji Hoo .. di-dia pacarmu?” tanya Hyesub tergagap, mencoba untuk mengklarifikasi pernyataan gadis asing itu.

Eoh! Yoo Ji Hoo pacarku. Kenapa? Kau mau mengaku kalau kau memang merebutnya dariku?”

“Ji Ae Hyun!” Ji Hoo membentak gadis asing bernama Ji Ae Hyun tersebut, pria itu bahkan menatap marah padanya seraya menggenggam lengan Aehyun dengan kencang. “Ikut aku sekarang!” Ji Hoo kemudian lantas membawa Aehyun pergi dari hadapan Hyesub agar tidak memperparah keadaan.

Setelah Ji Hoo dan gadis asing yang tidak dikenal Hyesub itu pergi meninggalkannya, Hyesub tetap bergeming di tempatnya berdiri. Ia masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya. Apa Ji Hoo baru saja mempermainkan dirinya? Benarkah Ji Hoo telah membohonginya? Apa benar pria itu masih memiliki hubungan dengan kekasihnya?

.

.

Kyuhyun terus menatap cemas ke arah jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 20.00 pm. Pria itu juga terlihat tidak henti-hentinya berusaha menghubungi nomor ponsel Hyesub namun berulang kali juga telepon Kyuhyun tidak diangkat oleh Hyesub. Kyuhyun khawatir jika nanti terjadi sesuatu pada gadis itu karena dirinya yang terlambat memberitahu Hyesub soal siapa sebenarnya Yoo Ji Hoo. Ya, sejak siang tadi Kyuhyun memang berusaha mencari tahu latar belakang teman kencan Hyesub tersebut melalui bantuan salah seorang temannya yang bekerja sebagai detektif di kepolisian. Namun sayang, Kyuhyun tidak bisa langsung memberitahu gadis itu lantaran Ia kehilangan jejak Hyesub setelah acara makan siang keduanya.

Tepat ketika Kyuhyun hendak pergi mencari Hyesub menggunakan mobilnya, pria itu sudah lebih dulu menangkap sosok Hyesub di kejauhan. Kyuhyun pun langsung berlari menghampirinya, berniat menanyakan dimana saja gadis itu pergi dan kenapa teleponnya tidak dijawab. Namun belum sempat Kyuhyun bertanya pada Hyesub, gadis itu lebih dulu menatap Kyuhyun dengan tatapan sendu dan ekspresi wajah yang tidak bersemangat seperti siang tadi.

“Hyesub-ah, ada apa? Apa terjadi sesuatu?” tanya Kyuhyun khawatir.

Hyesub tidak menjawab pertanyaan Kyuhyun melainkan Ia justru langsung memeluk tubuh Kyuhyun erat-erat dan menyembunyikan wajahnya di permukaan dada bidang pria itu.

“Kau kenapa, Hyesub? Katakan padaku, apa terjadi sesuatu padamu?” tanya Kyuhyun sekali lagi seraya mencoba melepaskan tangan Hyesub di pinggangnya agar Ia bisa melihat wajah gadis itu. Namun bukannya melepaskan tangannya dari tubuh Kyuhyun, Hyesub justru malah terlihat sesenggukan di pelukan Kyuhyun. Dan hal itu pun berhasil membuat gerakan tangan Kyuhyun terhenti sejenak ketika telinganya mulai mendengar suara isakan kecil Hyesub.

Kemudian di detik berikutnya tanpa diberitahu pun Kyuhyun sudah menebak apa yang sebenarnya sedang terjadi, Ia tahu Hyesub pasti sudah mengetahui soal Yoo Ji Hoo adalah pria yang seperti apa. Dan Kyuhyun tidak mau membuat Hyesub merasa sesak karena menahan perasaannya jadilah Ia membiarkan Hyesub menangis untuk beberapa saat. Detik berikutnya Kyuhyun pun melingkarkan kedua tangannya di tubuh Hyesub, balas memeluk gadis itu tak kalah eratnya hingga berhasil membuat Hyesub semakin terisak di pelukan pria itu seiring tangan Hyesub yang juga semakin mempererat pelukannya di tubuh Kyuhyun.

Selang beberapa menit setelah tangis Hyesub sudah mereda dan gadis itu juga sudah sedikit lebih tenang, Kyuhyun lantas melepaskan pelukannya secara perlahan. Pria itu lalu menatap Hyesub dengan tatapan hangatnya seraya menghapus jejak-jejak air mata di wajah Hyesub dengan jemarinya. Hyesub pun membiarkan Kyuhyun menghapus air matanya, Ia sama sekali tidak tidak peduli jika nanti Kyuhyun akan meledek mata bengkaknya setelah ini.

“Sudah cukup. Kau tidak layak menangisinya lagi, Hyesub. Dia bukan pria yang berhak mendapatkan tangisan berhargamu.” ucap Kyuhyun pelan tanpa sedikitpun mengalihkan tatapannya dari mata cokelat Hyesub. Dan Hyesub sendiri juga hanya terus menatap Kyuhyun seolah saat ini dirinya akan merasa lebih baik jika Ia terus melihat Kyuhyun seperti ini.

Kyuhyun kembali melingkarkan tangannya di pinggang Hyesub dan kembali melanjutkan ucapannya, “Ya, Park Hyesub. Apa kau ini sungguh bodoh eoh?”

Hyesub mengeryitkan alisnya begitu Ia mendengar Kyuhyun mengejek dirinya, gadis itu bahkan memasang wajah cemberut ketika Kyuhyun yang diharapkan bisa mengurangi perasaan terlukanya justru malah meledeknya seperti itu. Tapi Hyesub sama sekali tidak tersinggung dan terus diam demi mendengar kalimat selanjutnya yang meluncur dari mulut pria bermarga Cho tersebut.

“Sudah jelas-jelas di sini ada pria yang sudah lama mengenalmu, tapi kenapa kau malah pergi mengikuti kencan buta itu? Apa kau tidak menyadarinya juga bahwa pria yang selalu kau anggap sebagai teman baikmu itu ternyata sudah menyukaimu sejak lama?”

Hyesub tercengang begitu mendengarkan pertanyaan-pertanyaan yang Kyuhyun lontarkan padanya, gadis itu pun berniat melepaskan tangannya dari tubuh Kyuhyun namun oleh Kyuhyun justru malah ditarik kembali agar Hyesub tetap memeluk tubuhnya. Hal itu sukses membuat Hyesub semakin tercengang karenanya.

Ya, aku belum selesai bicara.” ucap Kyuhyun seraya melayangkan death glarenya pada Hyesub. “Dengarkan aku baik-baik, Park Hyesub. Aku hanya akan mengatakan ini sekali, awas saja jika kau berani menutup indera pendengarmu itu. Aku akan menciummu. Aku akan sungguh-sungguh menciummu.” lanjut Kyuhyun sambil mengancam Hyesub yang tentu saja langsung membuat gadis itu melotot padanya.

Ya!”

“Aku menyukaimu, Hyesub.”

Hyesub bungkam. Kini Ia benar-benar dibuat tercengang oleh Kyuhyun. Sungguh, kalimat itu terasa seperti sebuah panah beracun yang ditembakkan ke dadanya dan membuat detak jantungnya berdegup sedikit lebih cepat. Sementara itu dengan Kyuhyun, pria itu masih terus menatap Hyesub dengan intens dan raut wajah seriusnya.

“Aku tidak sedang bercanda. Kali ini yang kukatakan padamu adalah kesungguhanku. Aku benar-benar menyukaimu, Park Hyesub. Dan .. kurasa perasaanku ini dimulai sejak aku mengenalmu sepuluh tahun lalu dimana selama ini kau selalu menganggap perasaanku hanya lelucon. Aku sama sekali tidak marah soal itu karena aku memang benar-benar menyukaimu. Aku bahkan sama sekali tidak marah ketika kau selalu mengelak ucapanku setiap kali aku mengatakan ‘aku menyukaimu’.”

“Kyuhyun-ah ..”

“Aku tahu, aku tahu. Kau memang hanya menganggapku sebagai teman baikmu, Hyesub. Aku tahu itu.” Kyuhyun memotong ucapan Hyesub lebih dulu saat gadis itu berusaha mengatakan sesuatu padanya. “Tapi .. bisakah aku berhenti menjadi teman baikmu, Hyesub-ah? Aku tidak mau menjadi teman baikmu lagi dan membuatmu merasa tidak nyaman dengan sikapku. Aku ingin kita menjalin hubungan lebih dari seorang teman baik karena jujur saja, aku sendiri sudah tidak bisa menahan perasaanku lebih lama lagi. Park Hyesub, bisakah kau melihatku sebagai seorang pria? Aku ingin melihatmu menyukaiku sebagai pria, bukan sebagai teman baikmu.”

Setelah mendengar semua kalimat panjang yang diucapkan Kyuhyun, kini Hyesub tidak tahu bagaimana di hadapan pria itu. Hyesub tidak tahu bagaimana dirinya harus bereaksi di depan Kyuhyun setelah Ia mendengar semua pernyataan Kyuhyun mengenai perasaan pria itu padanya. Namun di satu sisi Hyesub juga menyadari sesuatu bahwa dirinya juga sebenarnya memang selalu merasa terganggu dengan sikap Kyuhyun. Hyesub selalu merasa terganggu setiap kali Kyuhyun mengatakan padanya secara terang-terangan bahwa pria itu menyukainya. Hyesub juga selalu merasa terganggu setiap kali Kyuhyun selalu mengikutinya pergi ketika Ia akan mengikuti kencan buta. Dan bahkan lebih gilanya lagi, Kyuhyun juga pernah muncul secara tiba-tiba di tengah-tengah kencan buta Hyesub lalu mengatakan bahwa Ia adalah pacar Hyesub. Alhasil karena pernyataan Kyuhyun tersebut acara kencan buta Hyesub pun kacau balau karena ulah iseng pria itu.

Maka untuk itu rasanya jika Hyesub memang merasa terganggu dan merasa tidak nyaman dengan Kyuhyun, bukankah akan lebih baik jika Ia membuka hatinya untuk Kyuhyun dan mulai menerima pria itu? Bukankah lebih baik jika Hyesub belajar menerima setiap kasih sayang dan cinta yang diberikan oleh Kyuhyun untuknya? Dengan begitu maka Hyesub tidak akan merasa terganggu lagi dengan kehadiran Kyuhyun didekatnya karena Ia sudah menerima Kyuhyun seutuhnya.

Kemudian tanpa memberikan jawaban apapun pada Kyuhyun, Hyesub kembali memeluk tubuh Kyuhyun dengan erat. Gadis itu bahkan menutup matanya ketika Ia kembali menyandarkan kepalanya di permukaan dada bidang Kyuhyun. Diam-diam ternyata Hyesub tengah mendengarkan detak jantung Kyuhyun yang ternyata detaknya sama kencangnya dengan miliknya. Hyesub pun tersenyum karenanya ketika tahu ternyata pria itu juga sama gugupnya seperti dirinya. Lalu selang beberapa detik berikutnya Kyuhyun tahu bahwa Hyesub hanya akan menjadi miliknya setelah pria itu mendengar kalimat yang meluncur di bibir tipis Hyesub.

“Tidak. Aku tidak mau melupakanmu sebagai teman baikku. Tapi aku akan belajar menerimamu sebagai seseorang yang akan kucintai dengan tulus.”

Mendengar itu Kyuhyun pun kembali melingkarkan tangannya di tubuh Hyesub. Kyuhyun kembali memeluk Hyesub dengan sangat erat seraya tersenyum senang mengingat bahwa kini Hyesub sudah tahu soal perasaannya dan gadis itu juga mengatakan bahwa Ia akan mencintainya dengan tulus.

.

.

.

*Fin*

Update:
Sorry untuk typo yang berceceran dimana-mana xD kkk~

Advertisements

4 thoughts on “My Best (Boy) Friend

  1. Horeeee jadiannnnnnn

    Cieeeeeee stelah puluhan tahun tahan perasaanny dia jadian jg kan

    Knp ga dr dulu aj kyu ngaku

    Penasaran mereka udh jadian nanti

    Mereka tetanggan ap mmg udh tinggal bareng y

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s