It’s Okay Even That’s Hurts


1356998753582

¶ Title: It’s Okay Even That’s Hurts | Author: Areumdaun Lee | Cast: Lee Donghae, Cho Kyuhyun | Genre: Angst-Drama-Family | Rating: General | Lenght: Oneshoot ¶

©AL_2017

.

.

.

Seorang pria yang membawa nampan makanan terdiam sejenak setelah Ia sudah berada di dalam sebuah kamar yang menjadi tujuannya mengantar makanan yang dibawanya. Pria itu menatap punggung seorang pria yang tertidur membelakanginya, tatapannya terlihat iba saat Ia menatap punggung yang tersembunyi dibalik selimut berwarna putih. Ia menghela napas berat, terlihat nyaris putus asa mengingat entah ini sudah yang keberapa kalinya Ia berusaha membujuk pria yang berada di hadapannya tersebut.

Hyung.” panggilnya pelan. Jelas sekali suaranya menunjukkan kekhawatiran pada pria yang dipanggil hyung olehnya itu. “Ini aku, Kyuhyun. Aku membawakan makan malam untukmu.” ucap pria bernama Kyuhyun lagi. Namun tidak ada jawaban sama sekali yang diterima Kyuhyun di sana. Pria di hadapannya itu tetap membisu dibalik selimut putihnya.

“Bangunlah. Kau harus makan, hyung. Jangan seperti ini terus, kau bisa sakit nanti.”

Hening. Tidak ada jawaban sama sekali meskipun Kyuhyun membujuknya dua kali. Kyuhyun menghela napas melihat pria yang sedang dibujuknya itu tetap tidak menunjukkan respon apapun padanya. Hal itu membuat Kyuhyun yang melihatnya semakin merasa iba dan Ia juga semakin tidak tega melihat kenyataan bahwa pria yang tidak lain adalah sepupunya itu, semakin terpuruk dan berada dalam kondisi yang jauh dari kata baik. Sungguh, membujuk sepupunya itu adalah hal tersulit baginya dibandingkan jika dirinya harus membujuk seorang kakek tua. Sepupunya itu tidak pernah mau mendengarkannya atau menurut padanya setiap kali Kyuhyun berusaha mengajaknya makan atau melakukan aktivitas lain selain berdiam diri di kamar. Rasanya sesak ketika Kyuhyun harus terus membujuk sepupunya untuk makan, bahkan tidak hanya itu saja. Kyuhyun juga harus berusaha keras demi mengurus pria yang dua tahun lebih tua darinya tersebut agar mau bergerak.

Demi tuhan, Kyuhyun tidak memiliki cara lain lagi untuk membuat sepupunya mau mendengarkannya. Tapi di satu sisi dirinya akan sangat menyesal jika Ia tidak membantu sedikitpun untuk membawa sepupunya beranjak dari kesedihannya. Ya, kesedihan. Kyuhyun tahu betul apa yang sebenarnya membuat sepupunya itu menjadi seperti sekarang ini. Dan mengetahui fakta itu memang amat menyakitkan meskipun dirinya tidak mengalaminya sendiri. Kyuhyun kemudian meletakkan nampan yang dibawanya di atas meja nakas yang berada di samping tempat tidur. Ia lalu duduk di sisi tempat tidur sebelum akhirnya berani bicara pada sepupunya dengan ‘menembak’ langsung ke inti masalah, yang Ia tahu itu merupakan kelemahan sepupunya dan akan menyebabkan luka sepupunya itu semakin meluas.

“Donghae hyung ..”

Kyuhyun tertunduk, Ia mulai memainkan jemari tangannya sendiri ketika dirinya merasa gugup memikirkan kalimat yang harus Ia ucapkan selanjutnya.

“Maafkan aku. Maafkan aku jika aku kembali mengungkit hal ini, tapi aku tidak bisa terus diam melihatmu seperti ini. Kau harus tetap hidup dan meninggalkan apa yang sudah terjadi di belakang. Kau tidak bisa menariknya kembali dan membuatnya tetap seperti sedia kala seolah tidak terjadi apa-apa saat itu. Semua itu sudah berlalu, hyung. Dan aku tahu apa yang kukatakan ini sebenarnya menyakitimu. Aku juga tahu sebenarnya kau membenciku setelah kejadian mengerikan itu. Maafkan aku, hyung. Aku benar-benar minta maaf mengenai apa yang terjadi waktu itu, jika saja—”

Kyuhyun menggantung kalimatnya, Ia memberikan jeda sejenak demi mengatur emosi di dalam dadanya saat dirinya semakin jauh membahas luka kelam yang juga menjadi mimpi buruknya. Napas Kyuhyun sempat tertahan ketika pikiran kembali mengingat kejadian mengerikan yang nyaris menimpanya saat itu, Ia bahkan nyaris menumpahkan air matanya saat itu juga lantaran tidak bisa menahan sesak yang menekan dadanya.

“Jika saja ..” suara Kyuhyun tercekat, matanya terlihat semakin merah karena air mata yang memenuhi pelupuk matanya. Dan sekali lagi, Kyuhyun berusaha untuk melanjutkan kalimatnya setelah sebelumnya Ia sempat menarik napas dalam-dalam lebih dulu. Mencoba untuk mengusir perasaan gelisah dan juga rasa bersalahnya. “Jika saja saat itu aku tidak memintanya untuk menemaniku mencari CD Game StarCraft edisi terbaru mungkin saat ini kau masih bisa menghabiskan waktu bersamanya. Jika saja saat itu aku tidak memohon padanya mungkin dia juga tidak akan membujukmu untuk mengijinkannya pergi denganku. Dan, jika saja … jika saja saat itu aku tidak bercanda dengannya dan bermain kejar-kejaran mungkin saat itu dia tidak akan—”

Kyuhyun kembali menggantung kalimatnya ketika lidahnya tidak sanggup melanjutkan ucapannya. Kali ini Ia juga tidak lagi menahan diri, Kyuhyun membiarkan seluruh emosi yang sejak tadi ditahannya melebur begitu saja. Ia bahkan sudah mengalah dengan tangisnya yang sejak tadi ditahannya, Kyuhyun membiarkan air matanya membasahi kulit wajahnya bersamaan dengan rasa bersalah dan penyesalannya.

“Maafkan aku, hyung. Sungguh, aku benar-benar minta maaf. Semua ini adalah salahku. Kau boleh memarahiku, membentakku, menghujatku dan bahkan jika kau memang membenciku tidak apa-apa. Kau boleh melakukannya karena kau memang berhak untuk melakukan itu, hyung.”

Air mata Kyuhyun semakin deras membasahi kulit wajahnya, namun Ia tetap berusaha menahan suara tangisnya agar tidak membuat Donghae membalikkan tubuhnya dan mengetahui dirinya tengah menangis saat ini. Kyuhyun akan sangat malu jika sepupunya itu akan benar-benar melihatnya menangis. Terlebih Kyuhyun juga tidak ingin membuat Donghae merasa iba padanya hanya karena air matanya yang Ia tumpahkan saat ini. Dirinya hanya ingin membuat pengakuan dan Ia juga tidak berharap banyak jika nanti akan memaafkannya atau tidak.

Hyung, kau tahu .. sebenarnya kejadian mengerikan yang nyaris menimpaku saat itu merupakan mimpi buruku yang paling buruk. Aku benar-benar menyesal karena tidak menyadarinya dan tidak sempat menyelamatkannya, karena .. karna semua itu sungguh terjadi dalam waktu yang sangat cepat. Aku terlalu kaget saat dia mendorong keras tubuhku ke pinggir jalan, aku bahkan tidak sempat menyadari apa yang terjadi saat dia mendorongku. Dan begitu aku menoleh ke arahnya tiba-tiba saja aku melihat tubuhnya sudah terlempar jauh dari tempatnya berdiri ketika truk besar itu menabraknya.”

Kyuhyun meremas kuat tangannya sendiri dan menggigit bibirnya hingga nyaris membuatnya berdarah. Sungguh, pengakuannya ini adalah hal paling menyakitkan yang pernah Ia lakukan. Terlebih lagi ketika Kyuhyun harus membicarakan kejadian kelam itu, dirinya benar-benar tidak bisa melupakan setiap detik kronologisnya dimana kejadian itu telah merenggut sesuatu yang berharga milik Donghae. Hal itu semakin membuat Kyuhyun merasa sesak hingga tangisnya sungguh tidak dapat dihentikan saat itu juga. Kyuhyun merasa sangat bersalah pada Donghae karena dirinya telah menyebabkan wanita yang dicintai Donghae merenggang nyawa demi menyelamatkannya dari kecelakaan mengerikan itu.

“Aku melihatnya, hyung— dia tertabrak dan terhempas jauh setelah truk itu menabraknya. Aku melihatnya tergeletak bersimbah darah dan yang kulakukan saat itu hanyalah melihatnya karena aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana saat itu. Aku hanya melihatnya, hyung ..” Kyuhyun memejamkan matanya, dirinya kembali mengingat bagaimana wajah wanita yang telah menyelamatkannya itu. Kyuhyun kembali teringat bagaimana wanita yang dicintai oleh Donghae itu menatapnya dengan lembut meskipun saat itu tubuhnya bersimbah darah. Lalu ketika Kyuhun melihat senyum wanita itu dalam ingatannya, Ia pun kembali melanjutkan ucapannya. “Aku nyaris terdiam begitu lama karena shock jika saja dia tidak memanggil namaku. Ya, dia memanggil namaku dan itu yang membuatku akhirnya tersadar kemudian segera berlari ke arahnya. Dan kau tahu apa yang dia yang lakukan pertama kali setelah aku tiba di sana, hyung?”

Kyuhyun kembali mengarahkan iris matanya pada Donghae yang membelakanginya, pria itu tersenyum pahit padanya meskipun Donghae tidak mengetahuinya.

“Dia tersenyum melihatku dan menanyakan keadaanku, apakah aku baik-baik saja. Dia hanya mengkhawatirkanku sementara di sana dirinya sedang terluka parah, hyung. Hyunji noona, dia—”

“Cukup, Kyuhyun.”

“Dia yang terluka parah karena menyelamatku tapi Hyunji noona justru lebih mengkhawatirkan keadaanku. Bukankah itu salah, hyung? Seharusnya aku yang bertanya lebih dulu padanya kenapa dia melakukan itu untukku? Kenapa dia menyelamatku? Bukankah aku yang seharusnya melakukan itu untuknya dan seharusnya aku juga yang tergeletak bersimbah darah di sana ‘kan? Mianhae, hyung. Jeongmall mianhae.”

Kyuhyun tertunduk dalam ketika Ia mengucapkan permintaan maaf itu pada Donghae. Wajahnya sudah oleh air mata dan matanya juga sangat merah lantaran banyak menangis sejak tadi. Entah berapa lama Kyuhyun membiarkan tangisnya tumpah di sana demi menyampaikan seluruh penyesalannya dan juga rasa bersalahnya pada Donghae.

Sementara itu dengan Donghae, pria yang sejak tadi hanya diam dan mendengarkan seluruh pengakuan bersalah Kyuhyun kini sudah menyibak selimut putihnya. Pria itu bahkan sudah mengganti posisi tidur sebelumnya. Donghae bangun dari tidurnya lalu menghadap Kyuhyun di depannya, Ia menatap sepupunya itu dengan mata yang juga di penuhi oleh air mata. Ya, benar. Donghae juga menangis seperti Kyuhyun. Sejak tadi dirinya memang tidak memberikan respon apapun pada Kyuhyun dan hanya mendengarkan Kyuhyun selama sepupunya itu bicara. Namun sekarang setelah Donghae mendengar semuanya dari Kyuhyun, hati kecilnya sungguh terenyuh dengan apa yang sudah Kyuhyun lakukan.

Sebenarnya Donghae tahu jika selama ini Kyuhyun juga turut merasakan duka yang sama seperti dirinya. Donghae tahu jika selama ini Kyuhyun juga berusaha keras meredam seluruh emosinya sejak kejadian mengerikan itu. Ia juga tahu jika selama ini Kyuhyun pasti berusaha keras untuk membantunya keluar dari kesedihan yang dirasakannya. Tapi meskipun Donghae mengetahui bagaimana perasaan Kyuhyun setelah kejadian itu dan apa saja yang sudah sepupunya lakukan untu dirinya, hal itu tidak membuat Donghae lantas bisa melupakan seluruh potongan kronologisnya. Dan diamnya Donghae selama ini bukan karena Ia membenci Kyuhyun. Tidak. Donghae tidak membenci Kyuhyun walau seujung kuku pun melainkan diamnya Donghae selama ini karena Ia berusaha berdamai dengan dirinya sendiri. Ya, Donghae memang tidak mengatakan apapun pada Kyuhyun setelah kecelakaan yang merenggut nyawa wanita yang dicintainya namun itu bukan berarti dirinya sungguh membenci sepupunya. Donghae hanya tidak bisa memaafkan dirinya sendiri karena yang membuat keputusan sebelum kecelakaan itu terjadi adalah dirinya sendiri.

“Kau sungguh tidak mendengarkan apa yang kukatakan padamu. Apa kau tuli hah? Apa telingamu sungguh tidak berfungsi dengan baik lagi?” tukas Donghae yang kemudian langsung membuat Kyuhyun kembali menahan tangisnya. Suara Donghae yang terdengar tengah menyindir Kyuhyun itu lantas membuat Kyuhyun kembali menangis tanpa suara dengan wajah yang masih tertunduk dalam.

“Ya! Aku sedang bicara denganmu, Cho Kyuhyun! Angkat kepalamu dan lihat aku baik-baik!” Donghae meninggikan nada bicaranya yang terdengar seperti sedang membentak Kyuhyun. Hal itu pun langsung membuat Kyuhyun menggeleng cepat lantaran dirinya memang tidak berani melihat Donghae. Suara Donghae yang tiba-tiba meningggi itu sontak membuat tangis Kyuhyun kembai deras. Satu dua tetes air matanya jatuh di atas tempat tidur Donghae, mengenai selimut putih Donghae yang berada di dekat kakinya.

Melihat Kyuhyun yang tidak berani mengangkat kepalanya dan menatap wajahnya, Donghae pun lantas menarik sepupunya itu dan berhasil membuat tubuh Kyuhyun jatuh ke dalam dekapannya. Donghae kemudian memeluk Kyuhyun dengan sangat erat, hal itu sempat membuat Kyuhyun tertegun namun tak urung dua detik setelahnya tangis Kyuhyun kembali pecah. Kyuhyun menangis begitu keras di dalam pelukan Donghae hingga Donghae harus mengeratkan pelukannya demi membuat Kyuhyun tenang.

Mianhae ..” Kyuhyun terlihat sesenggukan ketika kembali mengatakan kata maaf itu. “M–mianhae hyung ..”

Donghae menepuk-nepuk punggung Kyuhyun untuk menenangkannya, “Tidak apa-apa. Sudahlah, berhenti menangis. Kau hanya akan membuat matamu semakin bengkak nanti.” ucap Donghae pelan, kali ini nada bicaranya sudah tidak seperti tadi. Donghae mengusap pelan bagian belakang kepala Kyuhyun seraya melanjutkan, “Aku sudah mendengarkan semua ucapanmu tadi, sekarang berhentilah menangis. Kau akan semakin membuat dirimu terlihat jelek jika kau tidak mau berhenti menangis.” Donghae terkekeh pelan ketika Ia mengatakan kalimat terakhir itu pada Kyuhyun dan hal itu pun sontak membuat Kyuhyun juga sempat tertawa karena mendengarnya.

Donghae lalu melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya dengan cepat sebelum akhirnya Ia menatap Kyuhyun. Tangan Donghae pun bergerak untuk menghapus air mata Kyuhyun.

Ya, kau sungguh terlihat sangat jelak sekarang. Aku tidak mau mengakuimu sebagai sepupuku lagi. Siapa juga yang menginginkan sepupu jelek sepertimu, Kyu.” ledek Donghae kemudian lantas membuat Kyuhyun menatapnya dengan wajah memelas.

Hyung ..” Kyuhyun sudah ingin menangis lagi begitu Ia mendengar lelucon Donghae. Sungguh, sepupunya itu benar-benar suka sekali meledeknya bahkan di saat yang tidak tepat seperti ini. Lelucon Donghae tidak lucu sama sekali dan Kyuhyun tidak menyukai cara sepupunya itu meledek dirinya. Namun Donghae justru hanya tersenyum melihat reaksi Kyuhyun barusan.

“Kau sungguh berpikir aku benar-benar membencimu, Kyu?” tanya Donghae tiba-tiba.

“He?”

Donghae lalu kembali menarik selimutnya lantas bersandar pada kepala tempat tidurnya tanpa mempedulikan respon lamban sepupunya. Pria itu menatap Kyuhyun dengan raut wajah yang serius seraya mengangguk-angguk pelan. Sementara Kyuhyun yang melihatnya hanya menatapnya dengan raut tidak mengerti. Wajahnya benar-benar terlihat polos saat itu juga meskipun sisa-sisa air matanya belum juga kering. Sepertinya otak Kyuhyun benar-benar berjalan lamban saat ini.

“Baiklah jika itu memang yang kau pikirkan. Ya, aku benar-benar membencimu, Cho Kyuhyun.”

Hyung ..” mata Kyuhyun sontak terbuka lebar saat itu, terkejut dengan apa yang baru saja diucapkan Donghae.

“Aku benar-benar membencimu. Sungguh. Dugaanmu benar sekali, Kyu. Selama ini aku memang membencimu dan soal itu .. aku sungguh tidak tahu kenapa aku sangat membencimu.”

Hyung, kau sungguhan? Kau benar-benar membenciku?” tanya Kyuhyun kemudian. Raut wajahnya terlihat cemas, takut jika Donghae ternyata sungguh membencinya.

Sementara itu dengan Donghae, pria itu sudah nyaris tertawa melihat wajah Kyuhyun yang pucat karena takut. Namun Donghae sama sekali tidak mengeluarkan tawanya ataupun tersenyum pada Kyuhyun walau satu sentipun. Pria itu justru menatap Kyuhyun dengan raut wajah yang semakin serius dimana hal itu justru semakin membuat Kyuhyun meyakini jika sepupunya itu memang benar-benar membencinya.

“Aku tidak membencimu.”

Ne?”

“Aku tidak membencimu, Kyuhyun-ah. Ya! bagaimana mungkin aku membencimu, hah? Kau pikir dengan aku membencimu setelah kecelakaan itu terjadi, apa semuanya akan kembali seperti sedia kala? Tidak ‘kan? Jadi untuk apa aku membencimu? Itu hanya kan sia-sia.”

Hyung ..”

“Kau tahu, sebenarnya aku merasa sangat marah ketika tahu kecelakaan itu menimpa Hyunji. Aku merasa sangat marah sampai rasanya aku ingin sekali menghajarmu di rumah sakit waktu itu, aku juga merasa sangat marah sampai aku ingin menghujatmu di depan orang banyak saat kau ada di pemakaman Hyunji. Tapi aku tidak melakukannya. Bahkan Hyunji saja yang rela mengorbankan nyawanya demi menyelamatmu tidak sedikitpun merasa keberatan merelakan tubuhnya ditabrak oleh truk besar itu.”

Kyuhyun kembali menundukkan wajahnya ketika nama Hyunji kembali disebutkan oleh Donghae. Ia menyembunyikan air matanya yang kembali menggenang di pelupuk matanya ketika mendengarkan ucapan Donghae.

“Memang tidak mudah menerima duka ini tapi seperti yang kau katakan, kita memang harus tetap hidup dan meninggalkan masa lalu kelam ini. Aku tidak tahu jika selama ini aku juga telah menyakitimu, Kyu. Aku tidak tahu jika selama ini aku hanya memikirkan diriku sendiri tanpa sedikit pun memikirkan bagaimana perasaanmu, padahal yang waktu itu bersama Hyunji di detik terakhirnya adalah dirimu. Dan seharusnya yang selama ini bertugas untuk meringankan duka ini adalah aku, karena jika dilihat jadi kronologisnya kaulah yang berada di samping Hyunji saat kecelakaan itu terjadi. Dan kaulah yang paling merasa tertekan di sini. Apa yang kukatakan ini benar ‘kan? Kau pasti merasa sangat terguncang ‘kan, Kyu?”

Kyuhyun patah-patah menganggukkan kepalanya. Ia hanya berani menangguk pelan mengiyakan semua ucapan Donghae tanpa berani kembali menatap Donghae. Dan Donghae pun yang kembali melihat Kyuhyun menangis kemudian menggenggam tangan Kyuhyun dengan kuat seolah mengatakan ‘Tidak apa-apa. Kau tidak sendiri di sini. Kau boleh menumpahkan semua bebanmu sekarang. Tidak ada yang perlu ditahan lagi.’

“Maafkan aku karena telah mengabaikanmu selama ini, Kyu. Maaf karena aku tidak sedikitpun memperhatikanmu. Sekarang kau tidak perlu khawatir lagi apakah aku membencimu atau tidak, hal itu tidak perlu dibahas lagi  karena aku memang tidak membencimu. Dan alasan kenapa selama ini aku mengacuhkanmu itu karena aku hanya sedang berusaha berdamai dengan diriku sendiri. Aku hanya berusaha untuk meredam emosiku dan berusaha melepaskan kepergian Hyunji. Rasanya memang sangat sulit melakukan itu semua tapi kita harus tetap melanjutkan hidup bukan? Dan jika kita sudah melakukan bagian tersulitnya sepeakan rti meminta maaf atau memaafkan, maka bagian tersulit lainnya seperti merelakan, maka kita pasti akan dengan mudah bergerak maju ke tempat yang lebih baik. Hal itu juga sebenarnya sudah dilakukann Hyunji saat dia menyelamatkanmu dari kecelakaan, Ia pasti akan sangat menyesal jika tidak menyelamatkanmu dari truk besar itu. Aku tahu ketika Hyunji melakukan itu, Ia pasti meminta maaf padaku karena dia harus pergi meninggalkanku saat itu Ia tahu bahwa dirinya tidak akan kembali dengan selamat.”

Donghae kembali menepuk pelan kepala Kyuhyun untuk kembali menenangkannya seraya sedetik kemudian kembali melanjutkan ucapannya. “Sudahlah, berhenti menangis. Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk berhenti menangis? Atau kau sungguh-sungguh ingin membuat wajahmu terlihat jelek?”

Dan Kyuhyun pun yang mendengar ucapan Donghae itu untuk kedua kalinya langsung memukul pelan lengan Donghae hingga membuatnya tidak bisa menyembunyikan senyumnya. Donghae pun lantas menarik kepala Kyuhyun dan kembali membawanya ke dalam pelukannya. Ia memeluk Kyuhyun dengan erat yang saat itu juga langsung dibalas oleh Kyuhyun tak kalah erat.

Gomawo.” ucap Kyuhyun pelan. Ia juga menghapus sisa-sisa air matanya seraya memikirkan ucapan Donghae, wajahnya pasti akan benar-benar terlihat jelek setelah ini. Memikirkan itu membuat Kyuhyun pun lantas tersenyum sendiri. “Terima kasih karena telah mengatakan itu semua. Dan .. terima kasih juga karena tidak membenciku, hyung. Setelah ini aku harap kita bisa melewati duka ini dengan cepat karena Hyunji noona pasti akan sedih jika tahu kita berlarut-larut dalam kesedihan.”

“Hm, kau benar. Semoga kita bisa melewatinya meskipun kita tahu itu akan terasa sangat sulit. Tapi tidak apa-apa, selama kita bisa melewatinya bersama hal itu akan terasa lebih ringan untuk dilakukan bukan?”

Ne. Kau benar, hyung. Tidak apa-apa jika kita melewati masa-masa menyakitkan sekalipun asalkan kita bisa melewatinya bersama.” sambung Kyuhyun seraya tersenyum di akhir kalimatnya. Dan Donghae pun yang mendengarkan jawaban Kyuhyun ikut tersenyum karenanya.

.

.

.

*Fin*

Makasih untuk yang udah baca, jangan lupa mampir ke kolom komentar & klik like-nya yaa ^^

Sorry for typo & sorry bad fanfict.

Oyaa .. btw, HAPPY BIRTHDAY LEE HYUK JAE!♥♥♥♥

Handsome Hyuk Jae~

Selamat ulang tahun untuk Eunhyuk oppa~
Wish you all the best & semoga cepat menikah! xD Kkk~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s