HONESTLY


 

Changkyun High Cut Photoshoot

¶ Title: HONESTLY | Author: Areumdaun Lee | Cast: Im Changkyun, Song Hee Ra/YOU(OC) | Genre: School Life–Fluff| Rating: General | Length: Oneshoot ¶

Support Cast:

Minhyuk (MONSTA X)

©AL_2017

.

.

What exactly happened to me? I wanna turn back the time. Should I be honest?

.

.

Changkyun terus menggerutu pelan, mulut pemuda Im itu tidak henti-hentinya terus komat-kamit saat pikirannya semakin membuatnya terdesak. Changkyun gelisah, hatinya semakin tidak tenang saat Ia tahu bahwa dirinya tidak punya banyak waktu lagi sekarang. Perasaan gelisahnya membuat  keringat dingin Changkyun semakin mengucur dipelipisnya, ah .. tidak. Tidak hanya dipelipisnya saja, melainkan kini Changkyun semakin berkeringat dibanyak tempat. Bahkan ketiaknya pun sekarang sudah benar-benar terasa basah oleh keringat. Euww .. Menjijikan.

“Ya! Apa kau ini laki-laki eoh? Kenapa kau berani jujur padanya dan malah bersembunyi seperti ini?! Dasar bodoh.” Changkyun mengutuk dirinya sendiri. Ia merasa kesal pada dirinya sendiri, yang tidak berani menunjukkan pada hidungnya di depan Heera.

Oh ya ampun, tentu saja. Karena siapa lagi Changkyun menjadi seperti ini? Gadis bernama lengkap Song Heera itulah yang membuat Changkyun seketika bisa berubah dari pemuda cuek, berubah menjadi pemuda yang bernyali ciut seperti perman kapas yang mengempis. Sungguh, ini semua memang karena Heera.

Bicara soal Heera, Changkyun mengenal gadis itu sejak masa sekolah menengah pertamanya. Ia mengenal Heera saat Ia berada dibangku kelas dua, dimana waktu itu dirinya dan Heera berada di satu kelas yang sama. Changkyun sebenarnya tidak dekat dengan Heera, Ia hanya pernah mengobrol dengannya beberapa kali saja. Lalu semuanya berubah saat salah seorang temannya mengajak teman-teman sekelasnya yang lain untuk bermain permainan soal menantang kejujuran. Nah, saat itulah Changkyun dan Heera diseret ke dalam lubang permainan yang pada akhirnya, hasilnya justru membuat Changkyun berubah menjadi canggung setiap kali Ia berada didekat Heera. Meskipun Changkyun tahu bahwa kejadian itu sudah terjadi setahun yang lalu tapi sampai sekarang pun dirinya masih mengingatnya dengan jelas. Sungguh, hari itu sampai kapanpun tidak akan pernah Ia lupakan. Terlebih lagi mengenai apa yang Heera katakan di hari itu tahun lalu, Changkyun sungguh tidak bisa melupakan rentetan kalimat yang gadis itu katakan dihadapan semua teman sekelasnya. ‘Sebenarnya apa yang padaku? Aku ingin mengulang waktu. Haruskah aku berkata jujur?’ Kalimat itulah yang sampai saat ini selalu katakan pada dirinya sendiri setiap kali Ia memikirkan Heera.

“Changkyun–ah!”

Oh god!”

Lamunan Changkyun langsung buyar, pemuda itu terlonjak kaget saat mendengar seseorang baru saja menyerukan namanya. Ia nyaris saja membuat sepedanya terlepas dari tangannya. “Heera–ya.” Changkyun menggumamkan nama gadis itu. Tanpa sadar sekarang jantungnya semakin tidak karuan didalam dadanya. Changkyun pun lantas menyembunyikan cokelat yang sejak tadi digenggamnya ke dalam saku celananya. Tangannya kemudian menggenggam erat stang sepedanya saat Ia melihat sosok Heera berdiri jauh beberapa meter darinya.

Heera berjalan mendekat ke arahnya, gadis itu berniat untuk mengambil sepedanya yang terparkir di sebelah sepeda Changkyun. Setelah Ia melepaskan rantai sepedanya, Heera baru menatap Changkyun dan bicara padanya seraya menyerahkan buku catatan milik pemuda itu yang tertinggal di kelas.

“Kau tidak pernah menghilangkan sikap cerobohmu itu ya?”

N–ne?” wajah Changkyun terlihat bodoh saat Ia melongo ketika ditanya oleh Heera.

Heera tersenyum melihat ekspresi lugu Changkyun yang terlihat lucu dimatanya, kemudian Ia menunjuk buku catatan ditangan Changkyun. “Buku catatanmu. Kenapa kau suka sekali meninggalkannya di kelas?”

“A-aahh .. i–itu, itu .. ka–karena .. “ Changkyun melirik buku catatannya yang Ia pegang, dirinya gelagapan saat tahu bahwa Heera ternyata memperhatikan sikap cerobohnya.

“Kau tidak perlu menjelaskannya.” Heera memotong ucapan Changkyun saat Ia melihat pemuda Im itu sepertinya terlihat ragu untuk menjawab pertanyaannya. Detik berikutnya Heera pun memutuskan untuk pulang ke rumah lebih dulu. “Baiklah, kalau begitu aku pulang duluan. Sampai ketemu besok, Changkyun.”

Tubuh Changkyun berubah tegap, Ia menatap Heera dan mengangguk mengiyakan ucapan gadis itu. “I–iya. Sampai ketemu besok, Heera–ya.” ucap Changkyun dengan nada yang terdengar gugup. Heera hanya tersenyum padanya saat Changkyun mengatakan kalimat itu.

Changkyun memperhatikan Heera yang perlahan mulai meninggalkan parkiran sepeda, Ia menghela napas ketika mengingat bagaimana dirinya tidak bisa bersikap biasa saja di depan gadis itu. Oh ya ampun, Changkyun sungguh menyesalkan sikapnya yang mudah gugup saat berhadapan dengan Heera. Pemuda Im itu lantas menundukkan wajahnya, tangannya merogoh saku celananya dan mengeluarkan cokelat yang tadi Ia sembunyikan di sana. Sambil menuntun sepedanya menuju halaman sekolah, Changkyun menatap cokelat ditangannya dengan tatapan tidak bersemangat. Sekarang lenyap sudah rencananya untuk memberikan cokelat itu pada Heera. Semuanya berantakan karena dirinya sendiri yang tidak berani menyerahkan cokelat itu pada Heera, ah .. jangankan untuk menyerahkan cokelat padanya, Ia bicara saja tanpa harus gagap pun Changkyun tidak bisa melakukannya. Ck, benar-benar.

Langkah Changkyun yang hampir sampai di gerbang sekolah tiba-tiba terhenti saat matanya melihat sosok Heera di sana. Gadis itu ternyata belum benar-benar pulang. Changkyun melihat Heera sedang bersama salah seorang murid laki-laki dari kelas lain di sana, yang Ia tahu murid itu bernama Lee Minhyuk. Dengan cepat, Changkyun pun memutuskan untuk menepi dan bersembunyi dibalik semak yang berada di sisi kirinya, yang tingginya nyaris mampu menutupi seluruh tubuhnya. Alis Changkyun tertaut, pemuda Im itu bertanya-tanya sedang apa Heera bersama Minhyuk di sana? Dan lagi, apa yang sedang mereka bicarakan sampai-sampai wajah keduanya terlihat serius?

Lalu saat Changkyun tengah sibuk dengan pikirannya mengenai apa yang sedang Heera dan Minhyuk lakukan di depan sana, kedua mata Changkyun sempurna terbuka lebar saat Ia melihat Minhyuk menyodorkan sebatang cokelat pada Heera. Ia terperangah melihat apa yang Minhyuk lakukan di depan matanya. Dan saat Heera menerima cokelat yang disodorkan oleh Minhyuk, hal itu pun sukses membuat jantung Changkyun mencelos. Entah bagaimana hatinya tiba-tiba saja merasa kecewa ketika melihat Heera ternyata menerima cokelat pemberian Minhyuk tanpa ragu.

“Tamatlah sudah dirimu, Im Changkyun. Selesai sudah. Kali ini kau tidak akan bisa mendekati Heera lagi.” ucap Changkyun pelan, Ia memejamkan kedua matanya ketika mengatakan kalimat itu pada dirinya sendiri. Changkyun bahkan tidak sadar jika Ia menggenggam cokelat ditangannya terlalu kuat hingga akhirnya terdengar bunyi ‘ttuk’. Membuat mata Changkyun pun langsung terbuka kembali begitu Ia baru menyadari bahwa tangannya telah mematahkan cokelat tersebut.

“A–aarghh .. tidak! Cokelatnya— tidak. Aduh! Bagaimana ini?!”

Changkyun panik ketika melihat cokelat yang tengah digenggamnya. Tangannya meraba bungkusan cokelat itu dan merasakan bahwa kini cokelat yang tadinya ingin Ia berikan pada Heera itu, sudah terbelah menjadi dua bagian. Hal itu pun sukses membuat Changkyun kembali gelisah dan merasa kecewa disaat yang bersamaan.

.

.

Keesokkan harinya Changkyun benar-benar menghindari Heera. Pemuda itu selalu berusaha untuk menjaga jarak dari Heera setiap kali gadis itu berniat untuk mengajaknya mengobrol. Bahkan saat diskusi kelompok pun, Changkyun tidak banyak bicara saat berada di kelompok yang sama dengan Heera. Changkyun sadar, Ia memang sudah seharusnya melakukan ini karena dirinya memang tidak bisa untuk berada di dekat jangkauan Heera lagi. Gadis itu sudah menjadi milik orang lain dan orang itu Lee Minhyuk, murid laki-laki dari kelas sebelah.

Seperti siang ini, saat istirahat makan siang pun Changkyun sengaja pergi ke atap sekolah agar Ia tidak bertemu dengan Heera di kantin. Di sini Changkyun tidak perlu cemas soal gadis itu lagi karena Ia tahu saat ini Heera pasti sedang bersama Minhyuk dan menghabiskan waktu makan siang bersama. Changkyun tersenyum miris kala ingatannya kembali pada hari kemarin, dimana sore itu Ia melihat Heera dan Minhyuk sedang bersama di dekat gerbang sekolah. Sungguh, melihat kejadian itu yang terjadi di depan matanya membuat hati Changkyun seketika merasa nelangsa. Seandainya saja Ia memiliki keberanian seperti Minhyuk untuk menyatakan perasaannya pada Heera, mungkin kemarin Heera juga akan menerima cokelat pemberiannya. Tapi sayangnya Changkyun tidak seperti Minhyuk dan itu membuat Changkyun merasa malu pada dirinya sendiri.

“Oh .. jadi di sini kau rupanya, eoh?”

Changkyun langsung menyeburkan minuman dimulutnya ketika Ia menangkap suara Heera di sana. Pemuda itu terbatuk-batuk setelah Ia terkejut tadi. Changkyun kemudian menoleh pada Heera yang tengah berjalan mendekat ke arahnya, matanya mengerjap cepat saat melihat gadis itu benar-benar berada di hadapannya.

“H–Heera–ya?” Changkyun mengelap sisa-sia minuman di dagunya dengan gerakan cepat saat Heera sudah berada di dekatnya. Gadis itu lalu duduk di sebelah kanannya saat Changkyun sudah selesai mengelap dagunya dengan punggung tangannya.

Heera menatap Changkyun dengan mata menyipit, seolah Ia mencurigai pemuda Im tersebut, yang menurutnya sengaja banyak menghindar darinya hari ini.

Ya, kau sengaja menghindariku ya?” tanya Heera kemudian.

Changkyun mengerjapkan matanya lagi, “Ti–tidak. Siapa yang menghindar?”

“Bohong.” sambung Heera cepat. Gadis itu lalu berdecak pelan, Ia menatap Changkyun dengan wajah yang sengaja dibuat-buat cemberut. “Kau tidak pintar berbohong, Changkyun-ah. Jadi jangan berusaha mengelak pertanyaanku.” kata Heera lagi, yang membuat Changkyun seketika merasa gugup sebelahnya.

Changkyun tidak menyahuti ucapan Heera, Ia lebih memilih diam dan hanya menikmati minuman soda ditangannya. Changkyun merasa jika Ia meladeni Heera itu justru akan membuat mereka berdebat di sana. Ia tidak mau itu terjadi karena jika dirinya sampai benar-benar mendebat gadis itu, Changkyun justru akan semakin tidak mampu mengendalikan perasaan gugupnya di hadapan Heera. Dan Heera sendiri pun yang sepertinya menyadari sikap mengalah Changkyun akhirnya memutuskan untuk tidak mengatakan apapun lagi pada pemuda itu. Heera juga memilih untuk diam dan hanya menatap lurus ke depan, memperhatikan halaman sekolahnya yang luas. Hingga beberapa menit ke depan hanya keheninganlah yang menyelimuti keduanya.

Cuaca hari ini tidak terlalu panas jadi Changkyun dan Heera tidak merasa kepanasan meskipun mereka berada di atap sekolah. Semilir angin yang berhembus terasa cukup menyejukkan keduanya, bahkan Changkyun pun menikmatinya sampai-sampai Ia tidak ingat lagi dengan perasaan gugup yang semula sempat menelusupi dadanya. Kemudian ketika sadar bahwa keadaan hening yang terjadi diantara dirinya dan Heera hanya membuat keduanya terlihat semakin canggung, Changkyun akhirnya memutuskan untuk membuka mulutnya. Ia memutuskan untuk bicara dengan Heera mengenai apa yang kemarin gadis itu lakukan bersama Minhyuk sepulang sekolah.

“Heera–ya, boleh aku bertanya sesuatu padamu?” tanya Changkyun dengan nada suara yang terdengar hati-hati.

“Hm?” Heera menoleh padanya, menatap Changkyun di sampingnya seraya balik bertanya padanya. “Tanya apa?”

Changkyun mengusap tengkuknya, pemuda itu terlihat berpikir sejenak ketika Heera bertanya balik padanya. Kali ini Ia terlihat ragu untuk bertanya pada gadis itu mengenai hubungannya dengan Minhyuk, Changkyun tidak yakin apa Heera akan merasa tersinggung atau tidak jika Ia mengungkit hubungan mereka.

“Ergh .. ma–maaf sebelumnya jika aku terlihat ikut campur soal urusan pribadimu, Heera.” Changkyun berusaha untuk memilih kata yang tepat ketika Ia mulai bicara pada Heera. “Ergh .. kemarin .. a–aku melihatmu bersama Minhyuk. Dia .. di–dia memberikanmu .. cokelat.”

“Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Minhyuk.” ucap Heera dengan cepat, tepat setelah Changkyun selesai mengatakan kalimat itu padanya. Ia tahu pemuda itu pasti mengira bahwa dirinya memiliki hubungan khusus dengan Minhyuk.

Dan Changkyun yang mendengar kalimat yang baru saja Heera katakan itu seketika langsung terdiam. Rasanya jantungnya yang semula sempat berdegub kencang lantaran harap-harap cemas mengenai kebenaran hubungan Heera dan Minhyuk, kini seketika terasa seakan ingin berhenti berdegub karena terkejut mendengar kalimat yang meluncur di bibir gadis itu.

Changkyun menelan samar salivanya dan matanya mengerjap dua kali, kemudian bertanya, “Lalu .. cokelat itu?”

Heera mengalihkan wajahnya dari Changkyun, Ia kembali menatap ke arah halaman sekolahnya di bawah sana. Dua detik berikutnya gadis itu malah tersenyum, membuat Changkyun yang melihatnya tidak mengerti kenapa Heera tersenyum seperti itu. Heera pun kemudian menjawab pertanyaan Changkyun soal cokelat yang diberikan oleh Minhyuk padanya.

“Hm .. soal cokelat itu ya? Aku memang menerima cokelat yang Minhyuk berikan padaku kemarin. Dia memberikannya setelah Ia menyatakan perasaannya padaku.”

Jantung Changkyun kini terasa sudah melorot ke dasar perut. Wajahnya seketika berubah pias ketika mendengar kalimat yang Heera katakan padanya. Sungguh, mendengar fakta mengenai Minhyuk yang sudah menyatakan perasaannya pada Heera membuat Changkyun benar-benar merasa melas di sana. Dirinya benar-benar telah kalah dari pemuda bermarga Lee tersebut.

“Awalnya aku tidak tahu kenapa dia memberikanku cokelat, tapi setelah Ia menyatakan perasaannya padaku aku langsung terkejut mendengarnya. Minhyuk bilang, sudah dia menyukaiku sejak lama dan dia ingin aku menjadi pacarnya. Baru disitulah aku menyadari situasinya. Aku benar-benar terkejut dengan sikap terus terangnya waktu itu. Minhyuk sungguh pemuda yang gentle karena berani mengutarakan perasaannya secara langsung padaku.”

Changkyun menolehkan wajahnya ke arah lain begitu Heera menyelesaikan kalimatnya. Dirinya merasa sedikit tersentil oleh apa yang Heera katakan mengenai sikap Minhyuk yang berani mengungkapkan perasaannya di hadapan gadis itu secara langsung. Oh tuhan, Changkyun sungguh malu berhadapan dengan Heera saat ini. Apalah arti dirinya jika dibandingkan dengan seorang Lee Minhyuk, Changkyun hanya pemuda cuek yang bisa berubah menjadi pemuda lugu seketika saat berada di depan Song Heera. Entah telah pergi kemana nyali Changkyun dulu setelah semua ini berawal dari setahun yang lalu.

Lalu saat hening kembali menyelimuti keduanya, detik itu juga bel tanda pelajaran berikutnya yang akan segera dimulai berseru nyaring di saentro sekolah. Membuat Heera lantas memutuskan untuk kembali ke kelas. Gadis itu bangun dari duduknya dan mengajak Changkyun untuk kembali ke kelas bersamanya.

“Sudah bel. Ayo kembali ke kelas, Changkyun–ah.” ajak Heera, namun Changkyun masih mengarahkan wajahnya ke arah lain. Pemuda itu bahkan tidak menyahuti ucapannya sama sekali.

Tidak. Changkyun bukannya ingin mengabaikan Heera di sana, melainkan Ia justru sedang berpikir keras saat Heera bicara padanya. Changkyun berusaha untuk memikirkan soal bagaimana Ia akan menyatakan perasaannya pada gadis Song tersebut. Harus, Changkyun harus bisa mengatakan pada Heera mengenai bagaimana perasaannya pada gadis itu. Sekarang dirinya sudah tidak punya waktu lagi karena dalam beberapa bulan lagi mereka akan segera lulus, jadi kalau Changkyun tidak mengatakannya sekarang juga, mungkin setelahnya Changkyun akan benar-benar menyesalinya dikemudian hari.

“Song Heera.”

Changkyun berusaha mengendalikan kegugupannya di depan Heera. Sekarang Ia tidak bisa melangkah mundur lagi. Ya, Changkyun harus mengatakannya pada Heera saat ini juga meskipun harus dalam keadaan yang terdesak.

Changkyun lantas berdiri dan menghadapkan tubuhnya pada Heera. Sikap pemuda Im itu sempat membuat Heera terkejut lantaran Changkyun bergerak dengan sangat cepat. Heera bahkan sampai mundur selangkah saking terkejutnya.

“Ch–Changkyun–ah?”

Susah payah Changkyun menahan perasaan gugup saat ini. Tangannya kembali berkeringat dingin saat Ia memikirkan berbagai macam reaksi yang akan Heera berikan padanya nanti. Entahlah, Changkyun tidak tahu bagaimana reaksi gadis itu nanti saat Ia menyatakan perasaannya. Intinya, sekarang Changkyun hanya ingin Heera tahu bahwa Ia menyukainya dan itu sudah berlangsung sejak setahun lalu.

“Aku menyukaimu, Heera–ya!”

“Eh?” Heera mengerjapkan matanya dua kali saat telinganya mendengar apa yang baru saja pemuda itu katakan. Hening pun kembali menyelimuti mereka setelah Changkyun mengatakan kalimat itu padanya. Namun tidak lama setelah itu, Heera justru tertawa geli melihat sikap Changkyun barusan. Membuat Changkyun yang melihatnya langsung mengerutkan keningnya, pemuda Im itu terlihat bingung saat melihat reaksi Heera jauh dari dugaannya. Lalu setelah tawa Heera sudah mulai mereka barulah gadis itu bicara pada Changkyun.

Ya! Kau pikir kemarin aku menolak Minhyuk untuk apa, eoh? Heol, lagipula aku sudah pernah bilang ‘kan kalau aku menyukaimu tahun lalu? Apa kau sudah lupa soal itu, Changkyun–ah?”

“A–apa?” Changkyun melongo.

Changkyun bahkan sampai tertegun di tempatnya berdiri. Jantungnya kini kembali berdegub kencang setelah mendengar ucapan Heera. Apa yang dikatakan gadis itu? Heera menolak Minhyuk? Dan itu .. apa itu? Heera kembali mengungkit kejadian yang terjadi setahun silam dimana Heera memang pernah mengatakan di hadapan teman-teman sekelasnya bahwa gadis itu menyukainya.

Heera kembali tertawa mengingat sikap Changkyun yang tadi menyatakan perasaannya. Sungguh, Ia tidak menyangka jika Changkyun pada akhirnya akan berani mengungkapkan perasaannya di hadapannya. Heera tertawa geli sampai Ia mengeluarkan air mata di sana. Sikap Changkyun barusan benar-benar terlihat lucu di matanya. Sementara itu dengan Changkyun, Ia tidak tahu apakah dirinya merasa lega atau malu di depan Heera. Pasalnya Heera justru mengatakan soal Ia yang menyukainya secara terang-terangan seolah gadis itu memang sudah menyukainya sejak lama.

Melihat Changkyun yang masih terbengong-bengong di hadapannya, Heera pun kemudian mengambil inisiatif dengan mendekat ke arahnya lantas menyilangkan lengannya dilengan kanan Changkyun. Gadis itu tersenyum pada Changkyun sebelum akhirnya kembali mengajak pemuda itu untuk segera pergi ke kelas. Sekarang mereka sudah benar-benar telat mengikuti pelajaran selanjutnya.

Senyum Changkyun langsung merekah ketika Heera menyilangkan lengannya dilengan kanannya. Ia sempat mengalihkan wajahnya sejenak ke arah lain untuk menyembunyikan wajahnya yang bersemu merah dari Heera. Sungguh, Changkyun tidak menyangka jika ternyata Ia akan memiliki ending yang seperti ini setelah dirinya mengungkapkan perasaannya di hadapan gadis itu.

“Jadi ucapanmu waktu itu sungguhan?” tanya Changkyun kemudian setelah Ia sudah kembali menatap Heera di sampingnya. Heera langsung mengangguk antusias menjawab pertanyaan Changkyun.

Dan setelah melihat anggukan kepala Heera yang membenarkan pertanyaannya, Changkyun sekali lagi tidak bisa menyembunyikan senyumannya. Pemuda Im itu terlihat sangat senang saat mengetahui bahwa Heera sungguh memiliki perasaan yang sama dengannya. Lalu tanpa ragu, tangan Changkyun pun memindahkan tangan Heera dari lengannya ke dalam genggamannya. Ya, Changkyun menggenggam tangannya. Sekarang Ia sudah bisa bersikap leluasa di hadapan gadis itu tanpa harus merasa gugup lagi. Heera tersenyum, Ia menyambut hangat genggaman Changkyun ditangannya dengan membalas genggaman pemuda itu. Keduanya lantas sama-sama tersenyum lebar karena sikap mereka satu sama lain.

“Baiklah, Nona Song! Ayo kita kembali ke kelas sekarang.” kata Changkyun kemudian seraya menempelkan genggaman tangannya di dadanya. Membuat Heera lagi-lagi tersenyum senang melihat sikapnya. Changkyun dan Heera pun akhirnya benar-benar kembali ke kelas mereka meskipun tahu bahwa mereka sudah sangat terlambat untuk mengikuti pelajaran yang sedang berlangsung di sana.

.

.

.

*Fin*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s