A Gift For A Good Bye


CHO KYUHYUN - Goodbye For Now Photo

¶ Title: A Gift For A Good Bye | Author: Areumdaun Lee | Cast: Cho Kyuhyun, Park Hyesub/YOU(OC) | Genre: Comedy–Drama–Romance–Sad | Rating: General | Length: Oneshoot ¶

©AL_2017

.

♥For Our Beloved, Cho Kyuhyun.♥

Take care, Kyu. We love you & Will be waiting for you here.

.

Kyuhyun melangkahkan kakinya secara perlahan, Ia menapaki setiap anak tangga kayu yang diinjaknya dengan gerakan hati-hati agar tidak menimbulkan suara sekecil apapun. Lalu setibanya Kyuhyun di lantai dua, pria itu lebih dulu mengatur deru napasnya sebelum akhirnya Ia membuka pintu cokelat di hadapannya.

“Hyesub–ah .. kau sudah bangun?”

Suara Kyuhyun mengudara di dalam kamar yang dimasukinya. Matanya tertuju pada seseorang yang berada di atas tempat tidur, Ia lantas menggeleng begitu melihat seseorang itu sepertinya masih betah bersembunyi dibalik selimut putihnya. Kyuhyun pun kemudian berjalan mendekat ke sana dan meletakkan nampan berisi sarapan yang dibawanya di atas meja nakas yang berada di samping tempat tidur.

Ya, Hyesub–ah .. Kau masih belum mau bangun eoh?” Kyuhyun menggoyangkan pelan tubuh Hyesub. “Ayo bangun Hyesub, ini sudah siang.” ucap Kyuhyun lagi seraya mencoba menarik selimut ditubuh Hyesub.

Hyesub menahan selimut yang ditarik Kyuhyun, “Eungg .. sebentar lagi, Kyu. Aku masih mengantuk.” sahut Hyesub yang masih setengah sadar.

Mendengar respon Hyesub seperti itu Kyuhyun pun lantas menghela napas, Ia juga kembali menggelengkan kepalanya ketika melihat kebiasaan gadisnya yang selalu sama setiap akhir pekan. Ya, Hyesub memang selalu malas beraktivitas di hari minggu karena memang menurutnya hari minggu adalah hari emas baginya dimana seharusnya Ia bisa menikmati waktunya sendiri tanpa melakukan apapun. Tapi sepertinya waktu istimewa yang dimiliki oleh Hyesub hari ini tidak bisa Ia nikmati sendiri karena Kyuhyun datang menemuinya. Pria itu sama sekali tidak akan membuat Hyesub bermalas-malasan di akhir pekan kali ini.

“Tidak bisa, Hyesub. Kau harus bangun sekarang. Ayo cepat bangun.”

Hyesub berpindah posisi, Ia tidur membelakangi Kyuhyun. “Eungg .. lima menit lagi, Kyu. Nanti aku akan bangun.”

“Tidak. Kau harus bangun sekarang.”

Hening. Hyesub tidak lagi menyahuti ucapan Kyuhyun saat pria itu terus memintanya untuk segera bangun. Hal itu pun membuat Kyuhyun yang menunggunya menjadi gemas atas sikap gadisnya tersebut. Dan karenanya Ia kemudian mencoba untuk mencari cara lain agar bisa membuat Hyesub benar-benar bangun dari tidurnya.

“Oh, jadi kau benar-benar tidak mau bangun? Hm, baiklah. Kalau begitu aku tidak jadi mengajakmu kencan hari ini.” ucap Kyuhyun dengan suara yang sengaja Ia besar-besar agar Hyesub mendengarkannya.

Kedua mata Hyesub sempurna terbuka lebar saat Ia mendengar kalimat yang Kyuhyun katakan barusan. Matanya berkedip dengan cepat sebanyak tiga kali bersamaan dengan alisnya yang juga berkerut ketika Hyesub kembali mengulangi ucapan Kyuhyun dalam hati. “Kencan? Dia akan mengajakku kencan hari ini?”

Hyesub pun lantas membalikkan tubuhnya dengan cepat dan didetik berikutnya Ia duduk menghadap Kyuhyun yang masih berada di sisi tempat tidurnya. Kyuhyun menatapnya dengan raut wajah yang sengaja dibuat terlihat sedih agar lebih meyakinkan Hyesub jika dirinya saat ini tengah merasa kecewa padanya. Dan sungguh, Hyesub benar-benar percaya pada akal-akalan Kyuhyun. Gadis itu tiba-tiba merasa penasaran soal kencan yang dimaksud oleh kekasihnya sekaligus Hyesub juga merasa bersalah padanya.

“Kita kencan hari ini?” tanya Hyesub kemudian, yang hanya dijawab anggukkan kepala oleh Kyuhyun.

Ya, jawab pertanyaanku, Kyuhyun. Kita sungguh pergi kencan hari ini?”

Kyuhyun menghela napas lagi seraya memutar bola matanya dengan malas, lalu setelahnya dengan ekspresi yang pura-pura terlihat jijik Ia menjawab pertanyaan Hyesub, “Iya, tadinya aku memang mau mengajakmu kencan. Tapi .. setelah melihat sikap malasmu ini, euw .. aku tidak mau mengencani gadis bau iler sepertimu, Hyesub.”

Hyesub melotot, “Apa?! Gadis bau iler, katamu?!” ucap Hyesub seraya berniat melempar Kyuhyun dengan bantal gulingnya. Namun sayang, Ia kalah cepat karena Kyuhyun sudah lebih dulu melesat pergi darinya. Pria itu lari sambil menertawakan Hyesub yang saat itu memang kelihatan sangat berantakan sekali.

YA! CHO KYUHYUN! KEMBALI KE SINI! AKU AKAN MENYUMPAL MULUTMU DENGAN KAUS KAKI JIKA KAU BERANI MENGATAKAN ITU LAGI PADAKU!” teriak Hyesub dengan lantang sambil melempar bantal gulingnya ke arah pintu kamarnya.

.

.

Satu jam berikutnya Kyuhyun dan Hyesub ini sedang berada di sebuah taman yang lokasinya tidak jauh dari sungai Han. Mereka berdua berjalan bersisihan, dengan Kyuhyun yang berada di sebelah kiri Hyesub sambil menuntun sepedanya. Keduanya berjalan bersisihan namun Kyuhyun dan Hyesub sama sekali tidak bicara di sana. Oh iya, tentu saja. Bagaimana mereka akan bicara jika Hyesub saja masih merasa kesal pada Kyuhyun karena apa yang pria itu katakan padanya sebelumnya? Dan Kyuhyun yang sadar atas ‘kesalahannya’ kini mau tidak mau harus menerima sanksi dari Hyesub, gadis itu tidak akan mau bicara padanya sampai mood-nya benar-benar baik kembali. Well, sebenarnya itu tidak menjadi masalah bagi Kyuhyun. Pria itu sama sekali tidak keberatan dengan sikap Hyesub saat ini, karena diam-diam Ia sebenarnya memang sengaja ingin membuat Hyesub kesal padanya.

Setelah menemukan tempat yang cocok dan dirasa sangat nyaman bagi keduanya, Kyuhyun akhirnya memutuskan untuk berhenti di dekat sebuah pohon yang posisinya cukup strategis menghadap ke arah sungai Han. Sementara Kyuhyun menepikan sepeda di dekat pohon, Hyesub mulai bersiap untuk menyiapkan keperluan piknik yang mereka bawa. Gadis itu dibantu oleh Kyuhyun ketika hendak menggelar karpet di atas rumput dan setelahnya mereka pun duduk di sana hampir bersamaan. Mereka mengeluarkan beberapa kotak makan yang di dalamnya berisi bimbimbap, gimbap, telur gulung, buah-buahan segar, dan terakhir Kimchi. Serta minuman andalan yang harus ada dalam aktivitas makan, yaitu soju. Ya, mereka memang membawa soju tapi itu tidak banyak. Hanya dua botol ukuran keci saja, itupun sebenarnya Kyuhyun yang memasukkannya ke dalam keranjang piknik.

Begitu semuanya sudah tertata rapi, Kyuhyun dan Hyesub pun mulai menikmati piknik mereka sambil melihat pemandangan di sekitar sungai Han. Tidak terlalu istimewa memang. Tapi Hyesub sangat menyukai tempat-tempat seperti ini karena menurutnya selama itu bukan mall atau tempat-tempat penuh kebisingan, Ia akan menyukainya. Terlebih lagi karena ini adalah ajakan Kyuhyun yang tidak terduga, setelah sebelumnya mereka tidak memiliki waktu berdua lantaran jadwal kesibukkan pria itu yang seolah tiada henti.

“Hyesub–ah, apa .. kau masih kesal padaku?” Kyuhyun mencoba untuk mengajak Hyesub bicara meskipun Ia tahu bahwa gadis itu memang masih terlihat kesal padanya. Lalu sambil bangun dari duduknya, Kyuhyun kembali melanjutkan ucapannya, “Hm, baiklah. Kalau begitu aku akan memberikanmu waktu sampai kau merasa baikkan, Hyesub.” Kemudian tanpa menunggu respon dari Hyesub, Kyuhyun sudah lebih dulu meninggalkannya sendiri di sana.

Hyesub yang melihat Kyuhyun benar-benar pergi meninggalkannya kini terdiam di tempat duduknya. Ia sebenarnya merasa bersalah pada Kyuhyun karena telah mengabaikannya namun di satu sisi Hyesub juga masih kesal pada Kyuhyun. Sungguh, kata-kata yang pria itu katakan di kamarnya beberapa saat lalu sangat menyakitinya. Jujur saja, selama Hyesub menjalani hubungan dengan Kyuhyun yang hampir tiga tahun ini, pria itu sama sekali tidak pernah mengatakan kata-kata seperti itu. Jangankan menyebut dirinya ‘gadis bau iler’, Kyuhyun meledeknya saja tidak pernah. Jadi itulah kenapa Hyesub kesal pada Kyuhyun, kata-kata itu adalah yang pertama kalinya Hyesub dengar dari Kyuhyun dan itu benar-benar membuatnya kaget.

.

.

Sudah hampir sepuluh menit berlalu tapi Kyuhyun masih belum juga kembali, hal itu membuat Hyesub sekarang mencemaskan kemana perginya Kyuhyun. Mungkinkah pria meninggalkannya sendiri karena Ia sudah pulang ke rumahnya? Oh ya ampun, itu memang sangat tidak mungkin Kyuhyun lakukan, tapi memikirkannya saja membuat Hyesub sungguh cemas di sana. Ia takut jika sekarang Kyuhyun-lah yang kesal padanya karena telah diabaikan begitu saja. Lalu tepat ketika Hyesub hendak merapikan semua kotak makan yang dibawanya, gadis itu tiba-tiba saja menghentikan gerakan tangannya saat Ia mendengar Kyuhyun menyerukan namanya dari kejauhan.

Hyesub melihat Kyuhyun melambaikan tangan ke arahnya, pria itu tersenyum lebar padanya saat Ia menunjukkan telunjuknya ke atas, memberitahu Hyesub bahwa gadis itu harus mendongak ke arah yang ditunjuknya. Hyesub menurut, Ia mendongakkan kepalanya sambil menghalau sinar matahari dengan tangannya. Matanya menyipit karena silau, Ia tidak bisa melihat dengan jelas mengenai benda apa yang ditunjuk oleh Kyuhyun. Hyesub pun memutuskan untuk kembali duduk dan menunggu sampai Kyuhyun datang di sana. Namun bukannya Kyuhyun yang datang, justru benda yang beterbangan di atas kepalanya-lah yang datang menghampirinya. Benda itu adalah sebuah drone yang membawa sebuah kotak kecil di tengahnya.

Hyesub mengerutkan keningnya, Ia bingung dengan apa maksud Kyuhyun mengirimkan sebuah drone padanya sedangkan pria itu hanya berjarak sepuluh meter darinya. Drone itu mendarat tepat di depan Hyesub dan langsung diambilnya.

“Kotak apa ini? Kenapa dia mengirimnya menggunakan drone padahal dia bisa memberikannya langsung padaku?” tanya Hyesub di sela-sela rasa penasarannya akan kotak yang rekatkannya diatas drone tersebut.

Kyuhyun berlari ke arah Hyesub ketika Ia melihat bahwa drone yang Ia kendalikan dari jauh itu sudah berada ditangan Hyesub. Kyuhyun lantas duduk di sebelah kanan Hyesub, Ia kemudian merebut kotak kecil itu dari tangan Hyesub. Membuat Hyesub yang semula sudah ingin membukanya harus rela menahan rasa penasarannya sampai Kyuhyun sendiri yang akan memberitahunya soal isi kotak kecil tersebut. Namun bukannya memberitahu Hyesub soal isi kotak yang dipegangnya, Kyuhyun justru malah mengulurkan tangannya ke arah leher Hyesub. Membuat Hyesub yang melihat sempat terkejut atas sikapnya.

Ya, apa ini? Apa yang kau lakukan, Kyu?” tanya Hyesub yang sama sekali tidak dijawab oleh Kyuhyun.

Dan setelah Kyuhyun menarik tangannya kembali, Ia lantas meraih kedua tangan Hyesub lalu menggenggamnya dengan erat. Kyuhyun menatap Hyesub tepat di kedua manik matanya, tatapannya terlihat intens dan serius seolah rasanya Kyuhyun ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting pada gadis itu. Membuat Hyesub yang juga balas menatapnya sempat merasa merinding melihat tatapan Kyuhyun yang sedalam itu untuk pertama kalinya.

“Hyesub–ah, dengarkan aku baik-baik. Aku hanya akan mengatakan ini sekali saja, jadi dengarkan aku baik-baik. Hm?”

Hyesub mengangguk pelan mengiyakan ucapan Kyuhyun. Oke, kali ini Hyesub akan benar-benar mendengarkan Kyuhyun dengan baik. Gadis itu tahu bahwa Kyuhyun sepertinya sedang bersungguh-sungguh. Ia tidak mau membuat Kyuhyun kesal nantinya jika Ia sampai menggoda keseriusannya saat ini.

“Hyesub–ah, sebelumnya aku ingin minta maaf padamu.” Kyuhyun menunduk ketika Ia mengatakan kalimat itu pada Hyesub, Kyuhyun bahkan tersenyum ketika matanya menatap kedua tangan gadisnya berada dalam genggamannya. Lalu di detik berikutnya Ia kembali melanjutkan, “Aku minta maaf karena banyak hal. Aku minta maaf karena belum bisa menjadi seseorang yang baik untukmu. Bahkan sebagai pacar pun, aku tidak bisa membahagiakanmu layaknya pasangan yang lain. Aku juga pernah membuatmu menangis beberapa kali, maafkan aku. Aku tahu, aku memang bukan pacar yang sempurna untukmu, Hyesub. Maafkan aku.”

Kyuhyun kembali mengangkat wajahnya, Ia kembali menatap Hyesub tepat di matanya. Lalu entah bagaimana, tiba-tiba saja Kyuhyun merasa sangat sesak untuk mengatakan kalimat selanjutnya pada Hyesub. Ia merasa bersalah sekaligus merasa sangat berterima kasih pada gadis yang berada di hadapannya saat ini. Kyuhyun merasa bersalah karena Ia harus meninggalkan Hyesub untuk waktu lama dan Kyuhyun merasa berterima kasih pada Hyesub karena gadis itu telah memberikannya cinta selama tiga tahun. Bukan hal mudah bagi Kyuhyun untuk menjalin hubungan seorang gadis mengingat pekerjaannya sebagai produser di industri musik sangatlah padat. Tapi jika Kyuhyun kembali memikirkan waktu-waktu yang telah Ia habiskan bersama Hyesub, dirinya benar-benar merasa sangat bersyukur bisa menghabiskan banyak waktu bersamanya.

“Hyesub–ah, kau lihat kalung di lehermu? Aku membuat desainnya sendiri.” ucap Kyuhyun seraya menunjuk kalung yang sebelumnya Ia pasangkan di leher Hyesub. Hyesub melihatnya, kalung itu sangat cantik dengan dua huruf yang dipatri tersambung, yang juga dihiasi oleh dua hati berwarna putih berukuran kecil.

Hyesub kembali menatap Kyuhyun, Ia mengerutkan keningnya saat Ia tidak paham dengan maksud dari dua huruf di kalungnya. “KH? Itu inisial namamu bukan?” tanya Hyesub.

“Hm, kau benar. Itu memang inisial namaku. Tapi aku mendesainnya bukan karena aku ingin kau memakai kalung dengan menggunakan inisial namaku.”

“Eh? Lalu .. KH ini? Apa maksudnya?”

“KH, itu inisial nama kita. Kyuhyun dan Hyesub.”

Hyesub masih tidak mengerti dengan penjelasan Kyuhyun mengenai kalung yang diberikan pria itu padanya. Sementara Kyuhyun, Ia justru terlihat senang saat melihat Hyesub berpikir keras mengenai arti sebenarnya dari kalung tersebut. Untuk itu Kyuhyun pun mencoba untuk menjelaskannya lebih detail pada Hyesub.

Ya, apa kau ini benar-benar tidak paham eoh? KH itu memang inisial namaku, tapi coba kau pikir baik-baik. Aku sengaja mengambil dua huruf itu karena aku ingin menggabungkan nama kita. K for Kyuhyun, kau tahu nama belakangku adalah Hyun, bukan?”

Hyesub mengangguk lagi, meskipun sebenarnya Ia masih terlihat sedikit kebingungan dengan penjelasan Kyuhyun.

“Nah, huruf H yang dituliskan dikalung itu sebenarnya bukan ‘Hyun’ dari namaku. Melainkan H yang merujuk pada ‘Hye’ dari namamu, Hyesub. Apa sekarang kau paham, eoh? Awas saja kalau kau masih tidak mengerti juga, aku akan menciummu di depan umum.” ancam Kyuhyun, yang langsung mendapatkan death glare dari Hyesub dan Kyuhyun hanya tertawa karenanya.

Lalu setelah tawa Hyesub sudah mereda, pria itu kembali melanjutkan ucapannya yang sebelumnya sempat terhenti karena Ia harus menjelaskan detail kalung Hyesub. Dan kali ini Hyesub pun hanya mendengarkan Kyuhyun tanpa berniat menyelanya lagi.

“Oke, aku akan melanjutkan ucapanku. Tapi, eungg .. aku tidak tahu harus memulainya dari mana. Aku bingung. Aku takut jika nanti kau juga akan sedih mendengarnya, ah .. entahlah.” Kyuhyun terlihat gelisah, Ia khawatir jika nanti akan membuat Hyesub menangis jika Ia mengatakan padanya bahwa sebenarnya ini adalah kencan terakhir mereka sebelum dirinya berangkat wajib militer. Namun sekarang Kyuhyun tidak bisa mengulur-ulur waktu lagi karena dirinya memang sudah tidak punya waktu lagi untuk bisa menyampaikan hal ini pada Hyesub.

“Hyesub–ah. Jika aku pergi nanti, apa kau akan menungguku kembali? Apa kau bersedia menungguku? Kalau kau bersedia melakukannya, aku berjanji padamu aku tidak berpaling pada siapapun. Aku juga janji, jika saat aku sudah menyelesaikan tanggungjawabku, aku akan segera menemuimu lagi. Aku akan kembali padamu, Hyesub. Aku janji.”

Ekspres wajah Hyesub perlahan mulai berubah, Ia bahkan mulai melepaskan tangannya dari genggaman Kyuhyun saat mendengar semua kalimat itu dari mulut pria bermarga Cho tersebut. Hyesub tahu, cepat atau lambat hari ini akan tiba dan sekarang adalah waktunya dimana Ia benar-benar mendengar berita itu. Kyuhyun akan pergi melaksanakan wajib militernya.

“Jadi, semua ini .. kau melakukan ini karena ingin mengucapkan selamat tinggal padaku?”

Kyuhyun tertegun mendengar ucapan Hyesub. Cepat-cepat Kyuhyun berusaha menggenggam tangan Hyesub kembali. “Tidak, Hyesub. Bukan begitu. Aku menyiapkan semua ini bukan karena aku ingin mengucapkan selamat tinggal padamu. Kau tahu, tidak akan pernah ada kata selamat tinggal diantara kita sampai maut sendiri yang memisahkan kita. Aku sudah berjanji padamu untuk selalu bersamamu bukan? Aku tidak akan meninggalkanmu.”

Mata Hyesub mulai berkaca-kaca ketika Ia menangkap semua kata yang Kyuhyun ucapkan. Ia ingat, mereka memang pernah mengatakan bahwa tidak akan pernah ada kata selamat tinggal diantara mereka sampai kapanpun. Tapi sekarang? Kenapa rasanya Hyesub merasa sangat sedih saat Ia mengingat semua hal yang mereka lakukan sampai hari ini. Dan lagi, kalung pemberian Kyuhyun berinisial KH yang pria itu berikan padanya membuatnya sangat tersentuh, itu adalah hadiah terakhir yang Kyuhyun berikan padanya sebelum Ia berangkat untuk melaksanakan wajib militer bukan? Sungguh, Hyesub merasa sedih sekaligus sangat berterima kasih disaat yang bersamaan. Hatinya terasa berat karena harus merelakan Kyuhyun selama dua tahun lamanya.

Kyuhyun menarik tubuh Hyesub kedalam dekapannya saat Ia melihat air mata gadis itu jatuh, Kyuhyun memeluknya dengan sangat erat seakan tidak ingin melepaskan Hyesub walau sedetik pun.

“Maafkan aku, Hyesub. Seharusnya aku tidak mengatakan ini secara mendadak padamu, kau pasti merasa kaget mendengarnya. Maafkan aku.” Kyuhyun berusaha untuk menenangkan perasaan Hyesub. Ia merasa sangat bersalah pada gadisnya sekarang. “Kumohon, jangan menangis. Jangan menangis, Hyesub.” Kyuhyun melepaskan pelukannya, Ia lalu menghapus jejak-jejak air mata di wajah Hyesub. Kemudian setelahnya Kyuhyun menangkup wajah Hyesub dengan kedua tangannya. Ditatapnya gadis itu tepat dimatanya sebelum akhirnya Kyuhyun mendaratkan bibirnya di bibir Hyesub. Membuat Hyesub yang saat itu juga langsung menutup kedua matanya saat bibir Kyuhyun mulai menyapu lembut permukaan bibirnya. Kyuhyun mencium Hyesub, cukup lama.

Dan setelah Kyuhyun melepaskan tautan bibirnya, Ia kembali bicara pada Hyesub, “Aku mencintaimu, Park Hyesub. Terima kasih untuk semua waktu yang telah kau habiskan bersamaku, aku sangat bahagia bersamamu. Kau adalah alasanku yang membuatku mampu bertahan ditengah-tengah kesibukkanku yang menggila, terima kasih banyak. Aku tidak tahu bagaimana diriku saat ini jika aku tidak bertemu denganmu tiga tahun lalu. Dan .. maafkan aku juga. Maafkan aku atas semuanya. Maaf jika selama ini aku belum bisa membahagiakanmu sepenuhnya. Maaf jika selama ini aku tidak pernah memberikanmu waktu, seperti layaknya pasangan kekasih lainnya yang bisa bebas menikmati waktu mereka. Maaf jika selama ini aku pernah membuatmu kesal, marah, dan lelah atas semua sikap dan juga kesibukkanku. Sungguh. Maafkan aku, Hyesub. Aku mencintaimu. Aku sungguh-sungguh mencintaimu dan aku tidak ingin melepaskanmu. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, Hyesub. Aku janji.”

Tangis Hyesub kembali pecah saat Ia mendengarkan semua kalimat panjang yang Kyuhyun ucapan itu. Sungguh, saat ini tidak ada hal lain yang mampu membuat hatinya tersentuh selain apa yang selalu Kyuhyun lakukan untuknya. Ya, itu benar. Kyuhyun memang selalu melakukan segalanya untuk Hyesub meskipun caranya tidak sesempurna pasangan lainnya. Tidak, itu tidak menjadi masalah bagi Hyesub. Gadis itu justru merasa sangat bersyukur memiliki sosok seperti Kyuhyun. Pria itu jauh lebih baik dari pria manapun karena dimata Hyesub, Kyuhyun lah satu-satunya pria yang mampu memberikannya cinta tanpa syarat dan tanpa batas.

Hyesub lantas memeluk Kyuhyun dengan erat saat Ia merasa dirinya tidak bisa lagi menahan diri untuk tidak menangis di sana. Hal itu pun membuat Kyuhyun langsung membalas pelukannya dengan tak kalah eratnya. Lalu selang beberapa detik berikutnya, Hyesub mulai bicara.

“Aku tidak peduli jika kau tidak sesempurna pasangan lainnya. Aku juga tidak merasa terganggu dengan semua kesibukkanmu. Dan aku pun tidak ingin melepaskan atau meninggalkanmu, Kyuhyun. Kumohon, kembalilah dalam keadaan sehat dalam dua tahun mendatang. Aku akan menunggumu di sini. Aku akan selalu mengingatmu lewat hadiah cantik yang berikan ini. Terima kasih. Aku mencintaimu, Cho Kyuhyun.”

.

.

.

*Fin*

Semangat untuk para SparKyu! ^^

Let’s waiting & give him so many love for so many years more~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s