All My Love Is For You


Jung Sister's_2

¶ Title: All My Love Is For You | Author: Areumdaun Lee | Cast: Jung Sooyeon, Jung Soojung | Genre: Angst–Family | Rating: General | Length: Ficlet ¶

©AL_2017

.

.

“Kau menyukainya?”

“Siapa?”

“Ha Jung Woo.”

Heol. Kau ini kenapa? Tiba-tiba membahas Jungwoo oppa dan bertanya seperti itu padaku.”

“Jawab saja pertanyaanku. Soojung–ah, apa kau menyukai Jungwoo?”

“…..”

“Apa benar kau menyukai Jungwoo?”

“…..”

Ya, Soojung–ah. Kenapa kau diam? Aku tanya padamu, apa kau menyukai Jungwoo atau tidak?”

Soojung, gadis itu terlihat seperti tengah memikirkan sesuatu saat kakaknya, Sooyeon terus mendesaknya dengan pertanyaan yang sama soal dirinya yang memiliki perasaan atau tidak terhadap pria bernama Ha Jung Woo. Lalu selang beberapa detik kemudian Soojung menatap wajah Sooyeon dan menjawab pertanyaan sang kakak.

Eonni, kau ini salah makan sesuatu ya? Tentu saja aku tidak menyukai Jungwoo oppa, dia itu selalu berdebat denganku dan suka meledekku habis-habisan. Apa aku punya alasan untuk menyukainya jika dia seperti itu padaku?”

Sooyeon menatap bingung sang adik, alisnya bertaut saat Ia mendengarkan ucapan Soojung. “Lalu?”

Soojung berdecak pelan begitu melihat reaksi Sooyeon yang terkesan lamban dimatanya. Gadis itu pun membereskan buku catatannya dan laptopnya lantas bangun dari duduknya. Sebelum Ia berniat meninggalkan Sooyeon di sana, Soojung kembali bicara.

“Jung Sooyeon, kau bertanya seperti itu untuk memastikan perasaanku pada Jungwoo oppa kan? Tapi karena sekarang kau sudah mengetahui jawabannya jadi kau tidak perlu cemas lagi.” Sooyeon menghentikan ucapannya sejenak, Ia melirik jam di ponselnya sekilas lalu mendekap buku dan laptop di dada, “Ah, aku lupa. Aku ada janji dengan Irene sekarang. Sorry, sis. I have to go now. So .. see you later.” lanjutnya kemudian, namun kali ini Soojung berbohong soal janjinya dengan Irene.

“Oh, ya baiklah. Titip salam untuk Irene, oke?”

“Oke.” Soojung mengecup singkat pipi kiri Sooyeon kemudian tersenyum pada sang kakak. “Aku pergi sekarang, dah!”

Sooyeon mengangguk mengiyakan ucapan Soojung, Ia melepaskan adiknya itu dengan senyum yang mengembang dibibirnya. Namun setelah Soojung sudah tidak lagi berada dalam pandangannya, ekspresi Sooyeon perlahan berubah menjadi dingin.

“Kau sungguh pembohong yang payah, Jung Soo Jung.” gumamnya sambil tersenyum kecut memikirkan Soojung yang sudah tidak berada di dekatnya. Namun di saat yang bersamaan juga, meskipun ekspresi wajah Sooyeon terlihat dingin, tatapan mata Sooyeon justru terlihat kontradiksi. Perlahan mata cokelat nan indah itu terlihat semakin sendu dan mulai berkaca-kaca saat Sooyeon kembali mengingat bagaimana perubahan sikap Soojung ketika Ia menanyakan dirinya soal Jungwoo. Sooyeon tahu, adik kecilnya itu tidak mengatakan yang sebenarnya padanya. Dan memikirkan itu membuat hati Sooyeon sakit karena tahu Soojung berusaha keras menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya terhadap Jungwoo di depannya.

“Jung Soo Jung, aku tidak akan membiarkanmu membohongi dirimu sendiri. Akan kupastikan kau dan Jungwoo bisa bersatu. Ya, jangan khawatir. Kau pasti bisa bersama dengan Jungwoo, Soojung–ah. Karena aku hanya akan bahagia jika aku melihatmu bahagia sekalipun itu aku harus merelakan orang yang kucintai untukmu. Aku akan melakukan apapun untukmu, Soojung–ah.”

.

.

Sudah hampir sepuluh menit berlalu Soojung terus diam dan sama sekali tidak menyentuh minumannya. Gelas kaca ice americano miliknya itu sudah berubah mengembun lantaran didiamkan begitu saja olehnya. Soojung masih terus teringat dengan percakapannya bersama Sooyeon beberapa saat lalu, dimana kakaknya itu bertanya soal dirinya yang menyukai Jungwoo atau tidak.

“Kau menyukainya?”

“Apa kau menyukai Jungwoo?”

“Apa kau benar menyukai Jungwoo?”

Tiga pertanyaan yang sama, yang tadi diajukan oleh Sooyeon hingga saat ini masih terus berputar di dalam pikirannya. Tiga pertanyaan yang sama, yang Sooyeon ajukan tersebut sungguh memberikan dampak yang cukup berpengaruh pada dirinya. Dan meskipun pertanyaan kakaknya itu sudah berlalu setengah jam lalu tapi nyatanya hal itu masih membuat jantungnya berdegub cepat ketika Ia kembali mengingat semua kalimat yang Sooyeon ucapkan. Sungguh, seberapa kerasnya pun Ia mencoba untuk tidak memikirkan pertanyaan-pertanyaan itu, Soojung justru malah merasa semakin tidak nyaman dibuatnya. Hatinya terasa tidak tenang dan Ia juga merasa sangat bersalah pada Sooyeon atas apa yang sudah Ia lakukan pada kakak amat disayanginya itu.

“Jung Soojung, kenapa kau seperti ini? Apa kau ingin membuat Sooyeon eonni sedih? Kau ingin melukai perasaannya eoh? Berhentilah bersikap egois pada Sooyeon eonni!” Soojung merutuki dirinya sendiri. Ia kesal dan menyalahkan dirinya sendiri karena terus memikirkan perasaan yang dimilikinya terhadap pria bernama Jungwoo tersebut. Tidak, ini salah. Ia tidak seharusnya melakukan ini pada Sooyeon dan terus menyakiti perasaan Sooyeon. Jika Ia terus memikikan perasaannya terhadap Jungwoo maka itu berarti dirinya telah menyakiti Sooyeon meskipun dengan cara yang tidak langsung. Ya, ini semua salah. Perasannya terhadap Jungwoo seharusnya tidak pernah ada.

“Maafkan aku, eonni. Aku telah berbohong padamu. Karena jika aku mengatakan yang sebenarnya padamu maka itu artinya aku sama saja telah melukaimu. Aku tidak mau menyakiti perasaanmu. Untuk itu .. Sooyeon eonni, kau tidak perlu khawatirkan aku dan bagaimana perasaanku terhadap Jungwoo oppa, karena aku sungguh tidak menyukainya. Jungwoo oppa hanya akan menjadi milikmu dan dia hanya akan mencintaimu. Aku akan memastikan itu, bahwa kau dan Jungwoo oppa akan bersatu. Ya, aku yakin itu.”

Soojung kemudian menundukkan wajahnya dalam-dalam saat Ia merasa bahwa dirinya akan menangis. Dan benar saja, tiga detik setelahnya air mata Soojung pun jatuh mengenai punggung tangannya yang terpangku dipahanya. Soojung berusaha keras untuk menahan isak tangisnya dengan menggigit bibirnya agar tidak ada orang yang mengetahui bahwa Ia sedang menangis saat ini. Ditengah tangisnya itu Soojung berdoa dalam hati untuk Sooyeon dan Jungwoo agar mereka dipersatukan dalam ikatan pernikahan nanti. Ia sungguh-sungguh berharap bahwa kakaknya itu akan bahagia bersama Jungwoo, melanjutkan pertunangan mereka sampai jenjang pernikahan yang sakral, karena hanya dengan begitulah Ia juga akan merasa bahagia. Soojung hanya akan bahagia jika Ia melihat Sooyeon menemukan kebahagiaannya sekalipun itu Soojung harus melepaskan perasaan yang Ia punya terhadap Jungwoo dan merelakan pria itu bersama Sooyeon.

.

.

.

*Fin*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s