7 Years Of Love; Our Different Happy Ending


Hae

¶ Title: 7 Years Of Love; Our Different Happy Ending | Author: Areumdaun Lee | Cast: Lee Donghae, Kim Hyunji/YOU (OC) | Genre: Sad | Rating: General | Length: Oneshoot ¶

©AL_2017

Special Appearance:

Cho Kyuhyun

.

.

Hening masih berlanjut ketika dua orang yang menempati tempat duduk di sudut ruangan sebuah kafe sudah berada di sana sejak lima belas menit lalu. Mereka adalah Lee Donghae dan Kim Hyunji. Keduanya duduk berhadapan namun tidak saling bertatap muka. Mereka tidak melakukan apapun selain hanya diam dengan ‘dunia’ mereka masing-masing. Meskipun keduanya sudah memesan minuman namun mereka belum meminumnya sejak minuman mereka sudah berada di atas meja. Donghae dan Hyunji hanya terus membungkam mulut mereka sambil sesekali menoleh keluar jendela atau menundukkan wajah sambil menyentuh gelas minuman masing-masing. Dalam keheningan yang melanda keduanya, saat ini mereka tengah disibukkan dengan pikiran masing-masing, yang mana itu membuat Donghae dan Hyunji berpikir bahwa ketidaksengajaan yang terjadi ini patut disambut dengan suka cita atau tidak. Atau mungkin lebih baiknya ketidaksengajaan ini tidaklah seharusnya terjadi.

Donghae kembali menghela napas untuk kesekian kalinya sejak Ia bertemu dengan Hyunji setengah jam lalu di depan sebuah toko jam tangan. Pertemuannya dengan gadis itu membuat Donghae kembali terhempas pada sebuah ingatan masa lalunya, dimana Ia juga bertemu dengan Hyunji secara tidak sengaja di depan toko jam tangan. Dan karena Deja Vu yang terjadi antara dirinya dan Hyunji tersebut, kini Donghae kembali merasakan sesuatu yang telah lama tidak dirasakannya sejak Ia berpisah dengan gadis itu. Namun ditengah-tengah perasaan yang kembali bergejolak itu, Donghae juga kembali disadarkan oleh sesuatu yang membuatnya berpikir ulang bahwa pertemuan ini hanya akan melukai diri mereka masing-masing. Dan karena pertemuan tidak sengaja ini Donghae juga menyadari bahwa sebenarnya Ia telah membuka luka lama Hyunji.

*Flasback On*

7 years ago.
Seoul, 2010.

Hyunji menatap lurus bangunan yang menjulang di depannya dengan tatapan bingung, alisnya yang berkerut menandakan bahwa Ia sedikit tidak mengerti dengan apa yang dilakukan kekasihnya saat ini, setelah sebelumnya kekasihnya itu mendesak dirinya dan memintanya untuk ikut bersamanya.

“Tempat ini .. kau mendesakku hanya untuk datang ke sini? Ya, Lee Donghae. Apa kau tidak tahu bahwa sekarang aku sedang sibuk? Kau tiba-tiba datang padaku lalu menarikku keluar kantor dan berakhir membawaku ke tempat ini? Sebenarnya ada apa? Kenapa kau—“

“Aku membawamu ke sini karena ada yang ingin kukatakan padamu, Hyunji.” ucap Donghae dengan cepat sebelum Hyunji sempat menyelesaikan kalimatnya.

“Apa? Kau ingin mengatakan apa padaku Donghae? Ayo katakan, aku tidak punya banyak waktu sekarang karena aku harus cepat kembali ke kantor. Jadi cepat katakan apa yang ingin kau katakan padaku. Hm?”

 Hyunji menatap Donghae dengan tatapan semakin bingung, otaknya semakin tidak mengerti dengan sikap kekasihnya saat ini. Hyunji merasa bahwa saat ini sikap dan juga ucapan Donghae terlihat sedikit aneh dimatanya karena tidak biasanya pria itu bersikap seperti ini sebelumnya. Namun Donghae justru terlihat seolah tidak terlalu ambil pusing dengan Hyunji yang tampak kebingungan, pria itu justru terkesan seperti ingin cepat-cepat menyelesaikan urusannya dengan gadis itu sekarang juga.

“Hyunji–ya ..”

“Eoh, apa?” sahut Hyunji cepat ketika Ia melihat perubahan ekspresi diwajah pria yang menyandang status sebagai kekasihnya tersebut. Gadis itu menatap Donghae dengan ekspresi yang sama seriusnya dengan pria itu. Dirinya tidak tahu apa yang membuat Donghae menjadi seperti itu tapi melihat sikapnya saat ini, itu membuat Hyunji entah bagaimana tiba-tiba saja merasa takut dan gelisah di saat yang bersamaan. Hyunji merasa bahwa Donghae seolah akan mengatakan sesuatu yang tidak ingin Ia dengar. Hyunji merasa bahwa Donghae seolah akan mengatakan sesuatu yang membuatnya tidak bisa mengendalikan keadaan setelah percakapan ini berakhir.

“Kim Hyunji, sebelumnya aku minta maaf padamu. Ku–kurasa, kita .. harus berhenti sampai di sini.”

*Flashback Off*

Donghae melempar pandangannya keluar jendela ketika percakapan di dalam ingatan masa lalunya itu berakhir. Pria bermarga Lee itu tiba-tiba saja merasa sesak begitu dirinya kembali dihadapan pada kenyataan pahit atas apa yang Ia lakukan pada Hyunji 7 tahun yang lalu. Sebuah kenyataan yang membuatnya kini tidak lagi bisa memutar waktu dan memperbaiki semua yang telah diperbuatnya.

“Ini aneh. Tiba-tiba saja aku kembali teringat dengan salah satu kenangan kita 7 tahun lalu.” Donghae mencoba membuka percakapan setelah lima belas menit tidak melakukan apapun. Dan Hyunji yang saat itu tengah menundukkan wajahnya seketika menghentikan gerakan tangannya yang tengah menyentuh gelas minumannya. Gadis itu tidak menyahuti ucapan Donghae dan hanya terus menundukkan wajahnya, menunggu kelanjutan kalimat yang akan diucapkan pria itu selanjutnya.

“Kenangan 7 tahun lalu dimana kau dan aku .. memutuskan untuk berpisah.”

Hyunji berusaha untuk menahan diri agar tidak bereaksi pada ucapan Donghae barusan. Susah payah Ia mengatur napasnya agar tetap normal ketika Donghae membahas apa yang pernah terjadi diantara mereka 7 tahun yang lalu.

Donghae memberanikan diri untuk menatap gadis yang saat ini tengah duduk berhadapan dengannya. Iris mata kecokelatan miliknya itu kemudian bergerak meneliti setiap inci garis wajah Hyunji. Ditatapnya Hyunji secara diam-diam sambil bergumam dalam hati, ‘Kau masih sama seperti 7 tahun lalu, Hyunji. Wajahmu juga masih terlihat cantik bahkan setelah kita berpisah.’ Dan setelah mengatakan itu Donghae tersenyum menyadari betapa tidak sopan dirinya karena telah mencuri pandangan gadis yang tidak lagi memiliki hubungan khusus dengannya.

.

.

*Flasback On*

7 years ago.
Seoul, 2010.

“Maafkan aku, Hyunji. Aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini lagi. Ayah dan ibuku terus mendesakku agar aku mau menerima Hana, kau tahu .. keluarga Hana bahkan sudah membahas soal pertunanganku dan Hana pada orangtuaku. Mereka meminta agar pertunangan kami dipercepat bulan ini juga.”

“…..”

“Hyunji, aku tahu saat ini kau pasti sedang marah atau bahkan benci padaku karena semuanya. Aku benar-benar minta maaf atas semua itu tapi aku juga tidak bisa melakukan apapun untuk menghentikan pertunangan ini. Ayah dan ibuku pasti akan kecewa jika aku menolak permintaan mereka. Dan selain itu jika aku menolak pertunangan ini, aku khawatir hubungan kerja antara perusahaan ayahku dengan ayah Hana akan berakhir buruk. Jadi—”

“Untuk apa kau menjelaskan semua itu padaku?”

Donghae tertegun ketika Ia mendengar Hyunji mengatakan kalimat itu padanya. Entah kenapa ketika Donghae mendengar pertanyaan Hyunji yang terdengar ketus ditelinganya itu hatinya tiba-tiba saja merasa tertohok. Ditatapnya Hyunji yang kini tengah menatapnya dengan wajah tanpa ekspresi.

“Aku tahu soal Hana yang sangat menyukaimu dan ambisinya yang luar biasa untuk memilikimu. Tapi Donghae, apakah aku harus mengetahui alasan rencana pertunangan kalian? Apa aku sungguh harus mendengar itu semua sampai ke akar-akarnya?!”

“Hyunji–ya ..”

“Apa aku harus mendengar semua itu darimu? Kalau kau bilang kau ingin menyudahi hubungan ini denganku, yasudah kita berhenti sampai di sini seperti yang kau mau! Itu sama sekali bukan masalah bagiku. Tapi kau tidak seharusnya menjelaskan situasinya secara detail kan? Kau pikir aku tidak bisa melepaskanmu jika kau tidak mengatakan semuanya padaku?”

“Tidak, Hyunji aku tidak bermaksud—“

Hyunji menepis tangan Donghae saat pria itu menggenggam lengannya lalu melanjutkan ucapannya, “Pergilah pada Park Hana dan segeralah bertunangan dengannya! Aku sama sekali tidak akan menghentikanmu, Lee Donghae–ssi.” Hyunji kemudian pergi meninggalkan Donghae setelah Ia mengatakan kalimat itu padanya. Gadis itu tidak menoleh ke belakang sedikitpun ketika Donghae meneriaki namanya. Hyunji hanya terus melanjutkan langkah seraya berusaha menahan dirinya agar tidak menangisi keadaannya saat ini.

*Flashback Off*

Hyunji menyeruput kopi cappuccino miliknya yang sudah tidak lagi panas, memikirkan potongan memori yang terjadi 7 tahun lalu membuatnya tiba-tiba ingin menghabiskan minumannya dalam sekali teguk. Rasanya benar-benar tidak nyaman sekali dan itu membuat Hyunji merasa jengkel pada dirinya sendiri.

“Aku tahu ini mungkin hanya terdengar seperti basa-basi belaka bagimu, tapi .. aku sungguh ingin menanyakan ini padamu.” Donghae menghentikan ucapannya sejenak, Ia menghela napas pelan lalu melanjutkan, “Bagaimana kabarmu selama 7 tahun belakangan ini?”

Ingin sekali rasanya Hyunji menyahuti ucapan Donghae dengan kalimat-kalimat kasar atau mengucapkan sumpah serapah padanya, namun hal itu tidak Ia lakukan mengingat bahwa pertemuan mereka ini harus Ia jadikan sebagai balasan untuknya atas apa yang sudah Donghae lakukan padanya.

Hyunji meletakkan kembali gelas minumannya sebelum Ia menjawab pertanyaan Donghae. Gadis itu tersenyum simpul memikirkan jawaban apa yang seharusnya Ia berikan untuk pria itu.

“Hm .. seperti yang kau lihat. Aku baik-baik saja sampai saat ini.” ucap Hyunji dengan tenang, tangannya lalu bergerak menyelipkan rambutnya dibalik daun telinganya. “Terima kasih sudah menanyakan itu, Lee Donghae–ssi.” lanjutnya seraya kembali tersenyum pada Donghae. Kali ini senyumnya terlihat tulus pada pria yang pernah menyandang status sebagai kekasihnya tersebut.

Donghae yang saat itu melihat Hyunji tersenyum padanya tanpa sadar ikut tersenyum juga. Namun senyumnya hanya bertahan selama tiga detik karena setelah Donghae menundukkan wajahnya, matanya tidak sengaja melihat sebuah benda mungil bersemat di jari manis Hyunji. Senyum Donghae yang perlahan pudar terlihat kontras dengan ekspresi wajah Hyunji yang kini terlihat lebih rileks. Gadis itu bahkan masih terus menyunggingkan senyumnya ketika Ia hendak melanjutkan ucapannya.

“Kau tahu, Lee Donghae–ssi. Setelah hubungan kita berakhir 7 tahun lalu, hidupku justru berubah drastis karenamu. Kau juga pasti masih ingat bukan dengan apa yang terjadi 7 tahun lalu setelah pertemuan terakhir kita di depan toko jam tangan waktu itu? Pertunanganmu dengan Park Hana terlaksana dan akhirnnya berlanjut semakin serius ke jenjang yang lebih sakral.”

Donghae tidak bisa mengatakan apapun saat Hyunji kini tengah bicara padanya, Ia hanya bisa mendengarkan semua kalimat yang dikatakan gadis itu sambil sesekali meremas tangannya yang terasa basah oleh keringat dingin. Entah kenapa saat mendengar semua yang Hyunji katakan barusan hatinya tiba-tiba dirundung perasaan bersalah, Donghae sungguh merasa tidak nyaman karenanya.

“Dua tahun berselang setelah pernikahan kalian, aku memutuskan untuk pindah ke Busan dan menetap di sana. Aku memutuskan untuk melakukan itu karena aku sadar bahwa terlalu banyak hal yang terjadi diantara kita, itu membuatku terus teringat denganmu meskipun aku tahu kau sudah berumah tangga dengan Hana. Kemudian .. apa kau tahu, apa yang terjadi setelah aku pindah ke Busan?”

Hyunji menghentikan ucapannya sejenak dan mengambil napas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan. Kemudian Hyunji memperhatikan jari manis tangan kirinya yang disemat sebuah cincin berwarna emas putih dengan permata kecil, sambil tersenyum hangat Ia lalu mengangkat tangannya untuk menunjukkan pada Donghae bahkan kini dirinya sudah menjadi milik orang lain.

“Aku bertemu dengan seorang pria bernama Cho Kyuhyun di sana. Dia kemudian melamarku setelah enam bulan kami saling kenal. Kau tahu, aku tidak butuh waktu lama untuk memikirkan lamaran Kyuhyun saat itu karena aku tahu ketika Kyuhyun melamarku, dia membuatku percaya bahwa setelah kami menikah Kyuhyun akan terus mencintaiku dan tidak pernah meninggalkanku. Dan ya .. akhirnya kami sungguh mengikat janji suci. Kami menikah bertepatan dengan tahun ketiga pernikahan kau dan Hana.”

Donghae baru saja berniat untuk menanggapi ucapan Hyunji namun sayang, hal itu tidak sempat Ia lakukan karena sebuah panggilan masuk di ponsel Hyunji membuat perhatian gadis itu teralihkan. Tanpa menunggu lama Hyunji langsung menerima panggilan tersebut.

“Halo, ah .. kau sudah datang? Jihyun ada bersamamu? Baiklah, aku akan segera ke sana.”

Donghae yang memperhatikan setiap gerakan Hyunji ketika Ia sedang bicara di ponselnya tiba-tiba merasa kurang senang melihat ekspresi senang diwajahnya. Rasanya seolah Hyunji benar-benar sudah tidak lagi memikirkan dirinya dan juga perasaannya di sana. Kemudian saat panggilan itu sudah berakhir Hyunji kembali menatap Donghae dan mengatakan, “Maaf Donghae–ssi, kurasa pertemuan kita sudah cukup hari ini. Aku akan pulang duluan, sampai jumpa.” Pamit Hyunji yang kemudian bangun dari duduknya dan berjalan meninggalkan Donghae tanpa menunggu pria itu menyahuti ucapan perpisahannya.

Donghae masih terdiam di tempat duduknya ketika kini Hyunji sudah pergi meninggalkannya. Pria itu memikirkan banyak hal di kepalanya, mulai dari apa yang baru saja terjadi dengannya hari ini dan apa yang semua Hyunji katakan padanya. Semua yang terjadi secara tiba-tiba membuat Donghae dirundung perasaan menyesal yang teramat dalam terhadap gadis yang pernah dicintainya itu. Lalu ketika Donghae menatap keluar jendela untuk melihat siapa yang gadis itu temui di depan kafe, hatinya lagi-lagi merasa mencelos saat maniknya menatap sebuah pemandangan yang tidak pernah Ia bayangkan sebelumnya.

Lihatlah, di luar sana Hyunji terlihat sangat bahagia ketika gadis itu bertemu dengan seorang pria yang sedang menunggunya sambil bersandar pada bagian sisi mobil. Hyunji memeluk pria itu lalu sang pria memberinya kecupan singkat di pipi kanannya. Hyunji tersenyum senang menerima perlakuan manis yang sang pria lakukan padanya. Kemudian setelah bicara pada pria di hadapannya Hyunji lantas membungkukkan tubuhnya ketika seorang gadis kecil kira-kira berusia 4 tahun keluar dari mobil lalu menghampirinya dan meminta sebuah pelukan padanya. Wajah Hyunji terlihat semakin bahagia saat gadis kecil itu memeluknya erat dan mendaratkan kecupan singkat di pipi kirinya.

Donghae tersentuh dengan apa yang dilihatnya, matanya mulai berkaca-kaca melihat betapa bahagianya keluarga kecil yang Hyunji miliki. Air mata Donghae akhirnya jatuh tanpa diminta ketika memperhatikan Hyunji dan keluarga kecilnya itu pergi meninggalkan kafe.

“Setelah 7 tahun aku berusaha keras melupakanmu dan mengubur perasaanku, ternyata sampai saat ini pun aku masih tidak bisa melakukannya. Bagaimana bisa kau lakukan ini padaku, Kim Hyunji? Bagaimana bisa kau benar-benar melupakanku dan hidup bahagia saat aku sampai sekarang masih berjuang mengubur semua perasaan ini untukmu? Kalau begitu baiklah, semoga kau selalu bahagia. Karena aku .. akan benar-benar melupakanmu setelah ini, Kim Hyunji–ssi.”

.

.

Hyunji menghela napas lega saat kini mobil yang dikendarai oleh Kyuhyun sudah berada jauh dari kafe yang Ia singgahi bersama Donghae. Rasanya setelah Ia sudah pergi dari hadapan Donghae, Hyunji bisa bernapas seperti biasanya.

“Hei, ada apa? Kau melamun sayang?”

Hyunji tersadar saat Ia mendengar suaminya menegurnya, Ia menggeleng seraya tersenyum lalu menjawab pertanyaan Kyuhyun. “Tidak. Aku hanya memikirkan tentang acara makan malam di rumah Ahra eonni. Kurasa aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Ahra eonni nanti.”

Kyuhyun refleks tersenyum lebar mendengar jawaban yang diucapkan Hyunji lantas mengangguk mengiyakan ucapan sang istri. Tangannya lalu terangkat untuk mengucap lembut pipi Hyunji dan berucap, “Baiklah, aku mengerti. Kalau begitu kita segera ke sana saja, oke?”

Hyunji hanya mengangguk menyahuti Kyuhyun dan setelahnya gadis itu menoleh ke bagian belakang mobil dimana puteri kecilnya itu sedang asyik memainkan boneka. Senyumnya kembali merekah saat melihat puterinya menatapnya dan membalas senyumannya.

“Jihyun–ah, apa kau senang hari ini? Apa kau ingin segera main ke rumah bibi Ahra?”

Cho Jihyun, gadis kecil itu langsung mengangguk mantap menyahuti ucapan Hyunji. “Ne, eomma. Aku tidak sabar ingin cepat-cepat ketemu bibi Ahra!” ucap Jihyun dengan antusias. Terlihat lucu ketika Ia mengucapkan semua kalimat itu dengan artikulasi yang masih belum sepenuhnya lancar.

Dan setelah percakapan singkat dengan puterinya berakhir Hyunji pun kembali ke posisi duduknya semula. Gadis itu menyandarkan kepalanya sambil menatap keluar jendela mobil lalu bergumam dalam hati saat pikirannya kembali teringat dengan Donghae.

“Setelah 7 tahun aku berusaha keras melupakanmu dan mengubur perasaanku, ternyata sampai saat ini pun aku masih tidak bisa melakukannya. Kenapa kau lakukan ini padaku? Kenapa kau membuat ini semakin sulit saat aku sudah hampir sepenuhnya melupakanmu? Kuharap aku tidak pernah bertemu denganmu lagi, Lee Donghae. Kumohon .. jangan kau rusak kebahagiaan yang kumiliki bersama Kyuhyun dan Jihyun. Sekarang .. aku akan benar-benar melupakanmu, Lee Donghae.”

.

.

.

*Fin*

Oyeeeyy!! Donghae is back!! ^_^

Huhuu~ kangen banget sama pangeran tampan satu ini. Aku terharu karena akhirnya bisa ngumpulin semua perasaanku lagi untuk Donghae setelah 2 tahun berpisah sama dia. :’)

Makasih untuk semua yg selalu mencintai Donghae & rela nungguin dia pulang. Makasih buat yg udah mampir & baca tulisan abalku ini. Makasih buat yg selalu kasih support ke aku di setiap situasi yg kuhadapi. (Oya, btw makasih juga buat Kyuhyun yg udah berperan sebagai Vitamin-ku selama Donghae wamil. Lopyu embul! Kkk~ :*)

Thanks a lot all! Love you~ ♥

Advertisements

4 thoughts on “7 Years Of Love; Our Different Happy Ending

  1. Aduhhh kasian mreka

    Msh saling cinta
    Cinta yg taj pernah habis

    Tp gmn
    Mngkin mereka emg ga jodoh

    Terlepas dongahe udh pisah sama hana

    Hyunji skrg uhdh ad jihyun

    Jihyun anak kandungnya kan ???
    Bkn anak tiri kan

    Kyu jg ga macam2

    Liked by 1 person

    • Jihyun itu bener anaknya Kyuhyun sma Hyunji kok, eh tapi kenapa kmu berpikir kalau Donghae bener2 udh pisah sma Hana? Bisa aja kan dia masih sma Hana & punya anak juga. Hehee .. yaudahlah yaa biarkan imajinasimu berkenala dear~ Intinya mah cintanya Donghae & Hyunji tak pernah habis seperti yg kamu bilang. ^^
      Btw, thanks for comment.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s