GOOD DAY FOR A GOOD DAY


 

Handsome Hyuk Jae

¶ Title: Good Day For A Good Day | Author: Areumdaun Lee | Cast: Lee Hyuk Jae, Cho Hyemi/YOU (OC) | Genre: Romance | Rating: PG16 | Length: Oneshoot ¶

©AL_2017

.

.

Suara anak-anak yang bersorak senang seketika langsung memenuhi ruang kelas saat Hyemi mengumumkan bahwa mereka akan libur selama dua hari. Hyemi bahkan tersenyum lebar ketika melihat wajah murid-muridnya tampak begitu senang dengan kabar yang disampaikannya.  Kemudian setelah suasana sudah sedikit lebih tenang, Hyemi meminta salah seorang anak untuk memimpin doa sebelum mereka pergi meninggalkan kelas. Mereka pun segera duduk dengan rapi dan berdoa dengan serius.

“Baiklah, sampai ketemu hari kamis nanti. Jangan lupa kerjakan tugas rumah kalian, mengerti?” tanya Hyemi saat anak muridnya mulai merapikan peralatan tulis mereka.

Dan meskipun tangan kecil mereka sibuk membenahi peralatan tulis, semua murid tetap menjawab pertanyaan Hyemi dengan semangat. “Mengerti, seonsaengnim!”

Melihat reaksi anak didiknya, lagi-lagi senyum Hyemi kembali muncul. Mereka benar-benar lucu, pikir Hyemi saat memperhatikan murid-murid kesayangannya itu.

.

.

Hari masih sore ketika Hyemi baru saja kembali dari acara reuni yang dihadirinya bersama teman-teman SMAnya. Wanita berusia 26 tahun itu tampak sedikit lemah, Ia melangkahkan kakinya ke halaman rumah dengan tidak bersemangat. Ekspresi wajahnya bahkan tidak terlihat seceria saat Ia bersama murid-muridnya siang tadi.

Bukan, Hyemi menjadi tidak bersemangat bukan karena Ia kelelahan dengan aktivitasnya bersama teman-teman lamanya. Melainkan yang membuat Hyemi terlihat tidak bersemangat adalah karena saat reuni siang tadi teman-temannya memberikan ucapan selamat pada Hwang Yein karena Ia akan segera menikah. Sontak saja kabar gembira itu disambut dengan suka cita oleh seluruh teman-teman angkatannya, tak terkecuali Hyemi. Namun seiring topik soal pernikahan Yein semakin dibahas, Hyemi pun menjadi lebih banyak diam setelahnya.

Hyemi sudah masuk ke dalam rumah. Kakinya langsung melangkah menuju dapur untuk menaruh seluruh sayur-sayuran & daging yang dibelinya saat perjalanan pulang tadi. Ketika Hyemi sedang menata bahan-bahan yang dibelinya, Ia pun kembali teringat dengan salah satu obrolan teman-temannya dengan Yein.

“Wah .. tidak kusangka kau akan menikah dalam waktu dekat. Rasanya seperti mimpi, Yein-ah.”

“Dahee-ya, jangan seperti itu .. aku jadi sedih memikirkanmu.”

“Eoh, aku juga. Nanti saat kau sudah menikah, kurasa aku tidak bisa lagi memintamu untuk membuatkan makanan kesukaanku. Ah .. sangat disayangkan.”

“Hwang Yein, aku ingin kau tetap bersama kami. Tapi kemudian aku berpikir lagi, kita tidak bisa menahann dirinya, dia berhak untuk dapatkan kebahagiaannya sendiri.”

“Oh .. Hyesub-ah .. kata-katamu manis sekali. Terima kasih.”

“Iya benar. Dan kebahagiaan Yein sudah menantinya. Kita harus bersuka cita untuk itu. Iya kan?”

“Hm, benar. Kita juga harus bahagia melihatnya bahagia.”

“Teman-teman, kalian yang terbaik. Terima kasih atas doanya, aku sayang kalian.”

Gerakan Hyemi terhenti. Ia terlihat seperti tengah memikirkan sesuatu. Rasanya sebuah ingatan baru saja tersangkut di dalam otaknya, alisnya pun lantas mengernyit. Hyemi ingat dengan memori yang kini bersemayam di dalam pikirannya, itu memori yang masih segar mengingat bahwa kejadiannya belum lama terjadi. Memori itu miliknya bersama dengan seorang pria yang dua tahun lalu pergi meninggalkannya.

“Bagus sekali, Lee Hyuk Jae. Sekarang satu temanku lagi akan segera menikah. Kapan kau kembali hah? Apa kau ingin aku menjadi satu-satunya wanita yang melajang diantara teman-temanku? Apa kau baru akan kembali jika saat hal itu terjadi padaku?! Ugh, menyebalkan!” desis Hyemi, ekspresi wajahnya kemudian berubah cemberut ketika kembali mengingat fakta tersebut. Bahkan Hyemi nyaris ingin meremas tomat yang tengah digenggamnya.

Lihatlah, sekarang wanita bernama Cho yang masih merupakan sepupu dari Cho Kyuhyun –sahabat adik Hyukjae yang bernama Donghae– tersebut kini sedang merasa cemburu dengan situasi di sekitarnya. Oh, sepertinya itu wajar saja jika mengingat bahwa memang hampir semua teman-temannya sudah melepas masa lajang mereka. Hanya tinggal sahabat-sahabatnya saja yang belum menikah, diantaranya adalah pertama, Park Hyesub yang sudah berpacaran dengan Kyuhyun sejak tiga tahun lalu. Kedua, Shin Mirae yang baru saja bertunangan dengan kekasihnya yang bernama Kim Jonghoon lima bulan lalu. Dan terakhir, Kim Hyunji yang merupakan kekasih dari adik Hyukjae itu, kini sedang sibuk-sibuknya mengurus persiapan pernikahan mereka meskipun keduanya baru memutuskan akan menikah tahun depan.

Nah, sedangkan Hyemi? Oh ya tuhan. Jangan tanya persiapan apa yang sudah dilakukannya untuk pernikahannya nanti. Lee Hyuk Jae, si calon suami saja belum mengambil langkah apapun untuk mempersunting dirinya meskipun mereka sudah berpacaran lima tahun lamanya. Pria itu bahkan belum melamarnya secara resmi. Sayang sekali bukan? Tapi ya .. seperti itulah. Dan hal itu membuat Hyemi semakin kehilangan mood baiknya.

.

.

Hyemi mengernyit ketika Ia merasakan sebuah sinar menerpa wajahnya. Dengan gerakan enggan wanita itu kemudian mengangkat tangan kirinya untuk menghalau sinar matahari yang berasal dari jendela kamarnya. Hyemi lantas tersenyum ketika melihat cuaca pagi ini terlihat sangat cerah. Hari ini sepertinya akan membuat suasana hatinya berubah membaik setelah kejadian kemarin.

Hyemi lalu berniat untuk bangun dari tidurnya namun gerakannya terhenti ketika Ia baru menyadari sesuatu. Mata Hyemi menangkap satu objek yang kini baru disadarinya, tengah berada di atas perutnya. Ya, objek itu tengah memeluk tubuhnya. Detik itu juga jantung Hyemi langsung berdetak tidak karuan membayangkan bahwa apa yang dilihat dan dirasakannya ini bukanlah mimpi. Sungguh, Hyemi benar-benar berharap bahwa saat ini dirinya memang tidak sedang bermimpi karena Ia sudah terlalu sering memimpikan hal yang sama dua tahun belakangan ini.

Dengan perasaan yang masih tidak tentu, perlahan Hyemi pun mencoba untuk menolehkan wajahnya ke kanan. Ia ingin melihat siapa orang yang berada bersamanya sekarang. Dan begitu Hyemi sudah mengetahui siapa tersangka yang berani memeluknya selama Ia tertidur tadi, wanita itu terkejut bukan kepalang. Hyemi langsung tertegun detik itu juga.

“Hei, kau sudah bangun?” tanyanya dengan suara rendah. Kemudian Ia tersenyum pada Hyemi seraya kembali bicara, “Selamat pagi, cantik.” ucapnya yang masih belum berhasil membuat keterkejutan Hyemi berakhir.

Hyemi pun masih tetap pada posisinya, menatap seseorang itu dengan tatapan tidak percaya sekaligus dengan perasaan yang masih berkecamuk di dalam dadanya. Butuh waktu dua menit bagi Hyemi untuk bisa meyakinkan dirinya bahwa saat ini seseorang tengah dilihatnya memang benar-benar orang yang selama ini selalu dirindukan dan ditunggunya. Lee Hyuk Jae.

Dengan tatapan berkaca-kaca tangan Hyemi pun bergerak terulur untuk menyentuh wajah Hyukjae, lalu ketika tangannya sudah menyentuh permukaan lembut kulit wajah pria itu, air mata Hyemi sudah tak terbendung lagi. Hyemi menangis terharu karena akhirnya pria yang dicintainya yang selama ini selalu ditunggunya kembali pulang padanya.

“Ini benar-benar kau.” ucap Hyemi dengan suara pelan dan sedikit tersendat karena tangisnya. “Ini nyata, kau benar-benar di sini.”

Hyukjae menatap lurus kedua manik mata Hyemi, tatapan matanya terlihat intens seolah Hyukjae tengah menerka seberapa besar rindu yang selama ini ditahan Hyemi dari balik keindahan indera penglihatan wanita yang amat sangat Ia rindukannya tersebut. Hyukjae pun kemudian tersenyum lembut lalu tangannya bergerak menyentuh wajah Hyemi. Dielusnya perlahan pipi kiri Hyemi seraya membalas ucapan wanita itu sebelumnya.

“Aku sudah pulang. Apa kau pikir kau sedang bermimpi sekarang ini, hm?” jawab sekaligus tanya Hyukjae balik seolah Ia tahu bagaimana perasaan Hyemi saat ini.

Hyemi pun hanya mengangguk pelan mengiyakan pertanyaan Hyukjae. Kepulangan pria itu yang sudah sangat ditunggu-tunggu oleh Hyemi memang terasa sulit dipercaya karena hampir setiap hari Hyemi terus memimpikan kepulangannya.

Hyukjae menyelipkan helaian rambut panjang Hyemi dibalik daun telinganya lantas kembali bicara, “Kau tidak sedang bermimpi, Hyemi. Aku benar-benar di sini bersamamu sekarang.” ucapnya dengan suara rendah yang terdengar begitu menenangkan ditelinga Hyemi. Dan hal itu justru membuat air mata Hyemi kembali jatuh. Tangisnya sudah tidak dapat ditahan lagi hingga Hyukjae akhirnya menarik tubuh Hyemi kedalam dekapannya. Dipeluknya Hyemi dengan erat agar wanita itu merasa tenang.

Merasa begitu sangat merindukan Hyukjae, Hyemi pun sontak membalas pelukan pria itu dengan tak kalah eratnya. Sambil menangis Hyemi terus memeluk erat tubuh Hyukjae seakan takut bahwa jika Ia melonggarkan sedikit saja pelukannya Hyukjae akan kembali menghilang dari hadapannya.

“Aku merindukanmu. Aku sangat merindukanmu, Hyukjae.”

Hyukjae mengusap lembut rambut Hyemi saat wanita itu bicara padanya. Ia merasa sangat tersentuh ketika mendengar kalimat yang diucapkan Hyemi dengan suara yang sedikit bergetar itu. Hyukjae bahkan merasa sedikit bersalah karena tidak bisa berada di sisinya selama dua tahun terakhir dikarenakan Ia menjalankan tugasnya sebagai tentara.

“Aku juga. Aku juga sangat merindukanmu, Hyemi. Sangat dan lebih merindukanmu.”  jawab Hyukjae seraya kemudian mengecup kening Hyemi cukup lama. Dan Hyemi tersenyum karena perlakuan manis yang Hyukjae lakukan padanya.

Lalu setelah tangis Hyemi sudah mereda dan perasaannya juga sudah lebih tenang, Hyukjae pun melepaskan pelukannya. Namun meskipun keduanya sudah tidak lagi berpelukan, tangan mereka masih tetap berada dipinggang satu sama lain. Hyukjae bahkan tidak berhenti menatap intens kedua manik mata Hyemi hingga kemudian pria itu mendekatkan wajahnya pada Hyemi dan berakhir mendaratkan kecupan singkat di permukaan bibir wanita itu.

“Aku pernah berjanji padamu, jika saat aku sudah kembali dari militer aku akan menikahimu.”

Hyemi tidak ingin mengatakan apapun, sungguh saat ini Ia hanya ingin mendengarkan suara Hyukjae saja. Hyemi hanya akan bicara jika nanti Hyukjae memintanya untuk bicara.

“Maaf membuatmu menunggu. Dan karena aku sudah kembali, jadi .. ayo kita menikah, Hyemi.”

“Hyukjae–ya ..”

Hyukjae bergerak mendekatkan tubuhnya pada Hyemi dan menatap wanita itu dengan lekat. Membuat Hyemi sempat refleks menahan napas akibat sikap tidak terduganya tersebut.

“Cho Hyemi,  maukah kau menikah denganku?”

Hyemi diam. Wanita itu tidak langsung menyahuti ucapan Hyukjae melainkan Ia hanya menatap pria itu dengan tatapan yang sulit sekali diterka oleh Hyukjae. Sungguh, Hyukjae benar-benar tidak tahu bagaimana reaksi Hyemi nanti setelah tadi wanita itu mendengar ucapannya. Lalu setelah selang beberapa detik kemudian senyum Hyemi muncul, membuat Hyukjae yang melihatnya menjadi tidak karuan dengan sikapnya tersebut.

“Iya. Aku mau.” jawab Hyemi sambil terus tersenyum ketika Ia mengatakan kalimat itu pada Hyukjae. Dan Hyukjae sendiri yang mendengarnya pun tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum. Segera dipeluknya lagi tubuh Hyemi dengan erat sambil sesekali Hyukjae juga mencium seluruh bagian wajahnya tanpa henti. Membuat Hyemi yang menerima semua perlakuan Hyukjae tersebut hanya bisa tertawa dan pasrah.

Keduanya pun kemudian saling memberikan sisi romantis satu sama lain, membagi cinta dan juga kerinduan yang selama ini selalu mereka jaga. Hyukjae dan Hyemi merasa sangat bahagia karena akhirnya keduanya bisa saling memiliki meskipun mereka harus bersabar menanti waktu ini tiba.

.

.

.

*Fin*

Sebuah penantian yang tulus tidak akan pernah mengkhianati siapapun yang rela menanti cintanya pulang. Dan ketika cinta sudah kembali pada sang pemilik hati, maka kebahagiaan yang luar biasa akan datang menyambut. — Areumdaun Lee.

Ini satu persembahan untuk ELF yang selama ini selalu SETIA MENUNGGU kembalinya SUPER JUNIOR. Aku tahu ini cuma hal sepele, tapi kuharap hadiah kecil ini membuat kalian yg baca senang yaa .. ^^ Dan karena aku juga udah kangen banget sama para Ahjussi yang luar biasa itu, jadi .. ayo kita tetap setia menunggu mereka. ♥ :’)

Sedangkan untuk readers, aku ucapin makasih untuk kalian yang udah mampir & sempetin baca tulisan abalku ini. ThanKYU so much dear! ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s