The Lucky Ones


Donghae Lee

¶ Title: The Lucky Ones | Author: Areumdaun Lee | Cast: Lee Donghae, Kim Hyunji/YOU(OC) | Genre: Romance | Length: Oneshot ¶

©AL_2017

Source: Naver Dispatch

.

.

Lee Donghae yang baru saja keluar dari gedung salah satu stasiun tv swasta langsung dikerubungi oleh para wartawan yang sudah menunggunya sejak tadi. Langkah Donghae sedikit tertahan oleh banyaknya wartawan yang sibuk melemparkan berbagai macam pertanyaan padanya. Pria berusia 30 tahun itu sesekali menundukkan wajahnya untuk menghindari jepretan kamera, untungnya Ia memakai kacamata hitam jadi matanya tidak terlalu silau oleh blitz kamera.

“Lee Donghae-ssi, apa benar ada hubungan khusus antara kau dengan salah satu aktris dari YS Entertaint? Apa benar aktris yang dimaksud itu adalah Cassandra Jung?”

“Menurut kabar yang beredar, kami dengar kalian pernah pergi ke suatu bar pada tengah malam. Bagaimana tanggapanmu mengenai itu Donghae-ssi, apakah kau membenarkan kabar tersebut?”

“Donghae-ssi, apa kau dan Cassandra memiliki rencana untuk mempublikasikan status berpacaran kalian pada khalayak ramai? Apa fansmu menerima status hubunganmu dengan Cassandra?”

“Lee Donghae-ssi! Lee Donghae-ssi! Jika kau dan Cassandra berpacaran, apakah setelahnya kau memiliki rencana untuk melanjutkan hubungan kalian lebih serius lagi?”

Donghae tetap membungkam mulutnya, Ia enggan memberikan komentar apapun atas semua pertanyaan wartawan yang diajukan padanya. Pria itu hanya tetap menundukkan wajahnya sambil terus tersenyum simpul, membuat semua wartawan yang tidak satupun mendapatkan respon darinya semakin gencar mendekatinya untuk meminta klarifikasi lebih jelas lagi. Dan ketika Donghae sudah dekat dengan mobilnya, sang manager langsung membloking tubuhnya agar Donghae bisa segera masuk kedalam mobil.

“Lee Donghae-ssi, tolong berikan komentar sedikit saja! Apakah kau membenarkan rumor yang beredar mengenai statusmu bersama Cassandra?”

“Donghae-ssi! Lee Donghae-ssi!”

Seruan para wartawan tidak diindahkan oleh Donghae meskipun Ia sudah berada di dalam mobil, Donghae bahkan yang biasanya selalu membuka sedikit kaca mobilnya kali ini sama sekali tidak membukanya. Pria itu seolah tidak acuh pada apapun yang teman-teman media lakukan, entah itu meneriaki namanya atau bahkan berusaha mengejar mobilnya. Donghae hanya tetap diam di tempat duduknya seraya menatap belasan wartawan dari balik spion. Kali ini rasanya Ia sangat bersyukur bisa menghindari mereka semua dengan tidak memberikan komentar apapun.

Donghae kemudian menyandarkan tubuhnya lalu dengan ekspresi leganya Ia berucap pada sang manager yang duduk di samping supir. “Hyung, sebelum ke apartemen aku ingin latihan sebentar. Aku harus latihan untuk naskah dramaku lusa nanti.”

“Oh, baiklah. Tapi ingat, tidak lebih dari tiga jam ya? Karena sekarang sudah pukul 10 malam, jadi kau harus istirahat untuk jadwalmu besok pagi di Star Date.”

Donghae hanya mengacungkan jempol kirinya sebagai tanda bahwa Ia mendengarkan perintah sang manager. Sementara matanya terfokus pada ponsel yang tengah digenggamnya.

“Oh iya, aku hampir lupa.” Sang manager kembali menoleh pada Donghae di belakang, Ia lupa menyampaikan jadwal Donghae yang lain sebelum pria itu melakukan syuting Star Date. “Besok pagi kau juga ada jadwal pemotretan untuk majalah CeCi. Pemotretannya dilakukan pukul 9. Jadi jangan sampai telat bangun atau aku akan mengoles wajahmu dengan yogurt dingin. Kau mengerti?”

Donghae masih sibuk dengan ponselnya namun Ia tetap menyahuti ucapan managernya. Sambil mengangguk beberapa kali Donghae mengatakan, “Oke hyung. Untuk urusan pekerjaan kau bisa mengandalkanku, jangan khawatir.”

.

.

Langkah kaki Hyunji sontak terhenti sejenak saat maniknya menangkap seseorang berpakaian misterius berdiri di depan gedung tempatnya mengajarkan balet pada anak-anak. Hyunji memang baru saja mengakhiri kelas baletnya sore ini, wanita itu sedikit terkejut lantaran seseorang yang dilihatnya itu tiba-tiba memanggil namanya.

“Hae?” gumam Hyunji dengan ekspresi heran. “Apa yang kau lakukan di sini?” tanyanya seraya kemudian berjalan mendekat ke arah pria yang dipanggil Hae olehnya, yang tidak lain adalah Lee Donghae.

Donghae mengedikkan bahu, “Entahlah. Yang pasti aku merindukanmu dan ingin bertemu denganmu.” ucapnya dengan santai.

Hyunji sempat melirik sekitarnya terlebih dulu, takut-takut jika ada seseorang yang membuntuti Donghae ke sini lalu diam-diam memotretnya dari kejauhan. Bukan apa-apa, Hyunji sama sekali tidak peduli dengan dirinya tapi jika itu mengenai Donghae, Hyunji tidak ingin pria itu berakhir dengan berita skandalnya yang lain.

Hyunji beralih menatap Donghae di depannya. Tangannya sempat menurunkan letak topi yang dikenakan pria itu agar lebih menutupi separuh wajahnya yang sudah tertutup oleh masker hitam.

“Kalau kau merindukanku, kau bisa menelponku. Kita bisa bertemu lewat video-call saja, kenapa kau harus sampai datang ke sini?” tanya Hyunji lagi.

Donghae membenarkan letak topinya kembali agar Ia bisa melihat Hyunji dengan jelas. Lalu dengan nada yang terdengar sedikit kecewa Donghae mengatakan, “Heol. Aku tidak mau bicara lewat telepon, Hyunji. Lagipula, apa kau tidak merindukanku eoh? Apa kau sama sekali tidak ingin bertemu denganku? Padahal aku sudah susah payah meluangkan sedikit kesibukkanku. Kau sungguh tidak merindukanku?”

“Bukan begitu, Donghae. Aku hanya tidak ingin kau terkena skandal lagi. Apa kau sungguh ingin para wartawan gosip itu kembali menuliskan namamu pada bagian utama koran besok pagi?”

Donghae mengedikkan bahu lagi, ekspresi wajahnya dibalik masker hitamnya menunjukkan ketidakpeduliaannya pada ucapan Hyunji barusan.

“Biarkan saja. Aku tidak peduli jika skandal itu tentang aku dan dirimu. Aku akan langsung membenarkannya saja bahwa aku memang menjalin hubungan denganmu. Selesai ‘kan?”

Ya!”

“Akh! Sakit!” Donghae meringis ketika Hyunji tanpa diduga justru mencubit perutnya. “Kenapa mencubitku? Aku tidak mengatakan hal yang salah kan? Aku memang menjalin hubungan denganmu. AKU INI ADALAH PACARMU, KIM HYUNJI!”

YA!! TUTUP MULUTMU, HAE!!” seru Hyunji seraya refleks membungkam mulut Donghae dengan kedua tangannya. Hyunji benar-benar malu ketika Donghae baru saja meneriaki status hubungan pria itu di hadapannya. Karena ulah Donghae tersebut beberapa orang yang lalu lalang sempat memperhatikan mereka dan itu membuat Hyunji merasa malu sekaligus khawatir jika salah satu dari pejalan kaki itu ada yang mengenali suara Donghae.

Donghae setengah melotot pada Hyunji ketika wanita itu membekap mulutnya, “Apa ini? Ya, kau ingin membuatku kehilangan asupan oksigen, Kim Hyunji? Lepaskan tanganmu dari mulutku.” ucap Donghae dengan suara yang tidak begitu jelas namun Hyunji mengerti apa yang baru saja dikatakannya.

Hyunji balas memelototinya kemudian menjawab, “Asal kau tidak berteriak seperti tadi aku akan melepasmu, tapi jika kau mengulanginya aku akan membungkam mulutmu dengan kaus kakimu sendiri. Bagaimana?”

Mata Donghae langsung terbelalak begitu mendengar Hyunji justru semakin gencar mengancamnya, Ia sungguh tidak percaya jika wanita yang dicintainya itu mengatakan hal tersebut padanya.

“Iya, baiklah. Aku janji tidak akan melakukan itu lagi. Kau puas?”

Hyunji akhirnya melepaskan tangannya dari mulut Donghae, lalu setelahnya Ia dan Donghae memutuskan untuk pergi ke tempat tinggal Hyunji. Tidak ada pilihan lain yang bisa dijadikan tempat tujuan selain apartemen Hyunji karena jika mereka pergi ke tempat Donghae pun sudah dapat dipastikan manager Donghae akan memarahinya habis-habisan soal hubungan keduanya yang selama ini dijaga rapat-rapat selama 3 tahun lamanya.

Lalu ketika Hyunji dan Donghae sudah berada di apartemen milik Hyunji, Donghae diam-diam tengah berkutik dengan ponselnya. Tanpa sepengetahuan Hyunji, Donghae ternyata berniat menggunggah sebuah foto di akun Instagramnya. Foto akan diunggahnya itu adalah foto sebuah kalung emas putih dengan inisial ‘DH’, Donghae tersenyum geli membayangkan bagaimana reaksi orang-orang tentang hal ini. Sepertinya Ia akan benar-benar membuat masalah besar nantinya.

Donghae mengulum senyumannya ketika pria itu kembali membaca tulisannya sekali lagi sebelum akan menggunggah fotonya.

“Untuk cinta yang selalu hadir bersamaku, menemaniku dalam setiap langkah kakiku tanpa pernah merasa kesulitan karena apa yang kulakukan selama ini. Terima kasih untuk segalanya. Ayo kita tetap bersama untuk tahun-tahun yang akan datang setelahnya. Aku mencintaimu. Hari ini, esok hari, dan selamanya. Will you marry, me?”

.

.

Hyunji yang baru saja menghempaskan bokongnya di kursi merasa sedikit terkejut dengan teriakkan histeris yang berasal dari siswa SMA yang duduk di depannya. Wanita itu bahkan sampai ingin menyumpal telinganya lantaran suara dua orang gadis di depannya itu sangat mengganggu.

“Aaaaa!! Apa ini?! Apa maksudnya mengatakan kalimat seperti itu? Aaaaaa … ibuuu!!” gadis yang duduk di dekat jendela histeris, suaranya terdengar seperti Ia tidak dapat membendung tangisnya sebentar lagi.

Hyunji mengeryit, Ia sungguh tidak mengerti kenapa anak sekolah seperti gadis tersebut bisa sehisteris itu ketika mengomentari sesuatu. Sementara itu Hyunji kembali mendengar histeria lain yang tidak saja berasal dari teman si gadis di hadapannya. Melainkan histeria tersebut berasal dari beberapa orang yang duduk di samping dan di belakangnya, mereka memberikan komentar yang beragam. Ada yang setuju namun ada juga yang menyampaikan rasa kecewanya. Hyunji pun yang mendengarkannya tidak bisa melakukan apa-apa lantaran kalaupun Ia ingin menyumpal telinganya hal itu justru sudah sangat terlambat.

“Wahh .. lihat ini. Dia menuliskan kalimat-kalimat manis seperti itu, apa ini artinya dia akan segera melepaskan masa lajangnya?”

“Heol. Ini tidak boleh terjadi. Kariernya sedang berjalan dengan sangat baik saat ini, kenapa dia tiba-tiba melakukan itu? Apa dia ingin membuat skandal yang lain?”

“Hei, apa maksudnya ini? Apakah dia sedang berkencan dengan seseorang? Tapi .. ah, rasanya itu tidak mungkin. Kalaupun dia mengencani seseorang, aku hanya akan setuju jika Ia berkencan dengan Cassandra.”

“Iya, iya. Aku juga setuju. Dia terlihat cocok sekali jika bersanding dengan Cassandra.”

“Cih! Siapapun yang dia maksud didalam tulisannya tersebut, jika itu bukan Cassandra aku akan membanjiri akun sosial medianya lalu mengkritiknya habis-habisan!”

“Aaahhh .. ini sangat disayangkan jika dia akan benar-benar melepaskan masa lajangnya. Tapi siapapun wanita yang dipilihnya, kurasa yang bisa kulakukan hanyalah memberikan dukungan untuknya.”

“Wanita itu pasti sangat beruntung sekali. Lihat saja, dia adalah orang yang memulai segalanya dari nol untuk bisa sampai pada titik sekarang ini. Lalu kemudian dia memintanya untuk menikahinya, aahh .. aku iri dengan wanita itu.”

Halte yang menjadi pemberhentian Hyunji sudah nampak beberapa meter di depannya, Hyunji pun bersiap untuk segera turun. Ia sudah sangat kenyang mendengar semua komentar orang-orang di dalam bus. Dan ketika Hyunji sudah turun dari bus, wanita itu benar-benar merasa lega karena akhirnya Ia bisa terbebas dengan cepat dari suara-suara yang amat mengganggunya tersebut.

Namun belum juga langkah Hyunji jauh dari halte tempatnya turun, Hyunji mendadak menghentikan langkahnya ketika manik mata menangkap sesuatu pada sebuah tayangan yang ditampilkan pada sebuah tv raksasa yang menggantung di salah satu gedung tinggi.

Awalnya Hyunji tidak merasakan apapun, Ia bahkan tidak merasa curiga dengan tayangan yang menampakan sosok Donghae sana. Tapi seiring Hyunji semakin fokus memperhatikan tayangan tersebut, Ia mulai merasa khawatir lantaran ekspresi wajah Donghae di sana terlihat sangat serius seolah pria itu sedang mencoba memberikan klarifikasi. Hyunji tidak tahu apa yang ingin Donghae sampaikan pada acara jumpa pers yang diadakan tersebut, tapi mungkin saja itu mengenai skandalnya dengan aktris dari YS Entertaint yang sedang ramai dibicarakan orang banyak.

“Tolonglah. Kali ini jangan sampai melakukan hal bodoh, Lee Donghae.” gumam Hyunji dalam hati ketika Donghae akan mulai bicara. Hyunji melihat sekarang Donghae sedang memulai kalimat pembukanya dengan mengatakan bahwa Ia merasa menyesal untuk beberapa hal, termasuk soal dirinya yang belakangan ini jarang memberikan komentar pada awak media.

Pada layar tersebut Donghae terlihat sedikit gugup di hadapan para awak media, pria itu bahkan menarik napas dalam-dalam sebelum akhirnya Donghae kembali bicara dan hal yang selanjutnya terjadi adalah sesuatu yang sungguh tidak pernah Hyunji duga sebelumnya.

“Aku juga mengatakan ini pada kalian semua. Tapi kurasa apa yang akan kukatakan nanti sepertinya akan membuat sebagian atau bahkan kalian semuanya berubah membenciku. Ini mengenai salah satu foto yang kuunggah di akun Instagramku kemarin malam.”

Hyunji tampak bingung mendengar ucapan Donghae, alisnya bahkan sampai mengeryit. Foto? Foto apa yang dia maksud? Apa itu fotonya bersama Cassandra? gumam Hyunji pelan. Ia tidak tahu apa-apa soal foto yang dikatakan Donghae barusan karena dirinya memang tidak membuka akun Instagramnya sejak kemarin.

“Aku tidak mau berbohong dan sama sekali tidak berniat untuk menyembunyikan apapun dari kalian. Terutama aku tidak ingin menyembunyikan sesuatu dari fansku, jadi .. maafkan aku. Itu benar, foto yang kuunggah dan juga kalimat yang kutulis di sana memang berisi maksud bahwa aku berniat untuk melepas masa lajangku. Dan itu sepertinya akan terjadi dalam waktu dekat.”

“APA!?” Hyunji tertegun di tempatnya berdiri. Wajahnya tampak sangat terkejut mendengar apa yang Donghae katakan. Lalu saat keterkejutannya belum juga mereda, pada layar besar itu kemudian ditampilkan sebuah foto yang diunggah oleh Donghae tadi malam. Saat itulah Hyunji merasa bahwa jantungnya berdetak luar biasa cepat hingga dirinya nyaris tidak mampu menahan segala macam perasaan di dadanya.

“Kalian lihat, foto yang kuunggah ini adalah sebuah kalung dengan inisial ‘DH’ dimana huruf D berarti adalah namaku, sedangkan huruf H di sana adalah inisial dari wanita yang saat ini sedang menjalin hubungan denganku.”

“Oh, ya tuhan.” Hyunji refleks menutup mulutnya dengan tangan kanannya.

Beberapa wartawan hendak memberikan pertanyaan pada Donghae namun Donghae justru menahan mereka dan kembali melanjutkan ucapannya.

“Maaf, aku tidak mengatakan apapun mengenai hal ini sebelumnya karena kupikir aku membutuhkan waktu yang tepat untuk mengatakannya. Dan kurasa waktu yang kumaksud itu adalah hari ini.” Donghae berusaha untuk tersenyum meskipun Ia tahu bahwa beberapa orang mungkin akan memberikan komentar pedas pada dirinya saat ini.

“Aku tahu jika sekarang aku telah membuat semua orang kecewa atas apa yang kulakukan, bahkan para penggemarku mungkin akan benar-benar membenciku setelah ini. Tapi sungguh, aku telah menyampaikan kenyataannya pada kalian semua bahwa saat ini aku sedang menjalin hubungan dengan seseorang. Dan seseorang tersebut bukanlah Cassandra seperti yang selama ini kalian pikirkan. Aku dan Cassandra hanya dekat sebatas sahabat, hubungan kami berdua yang terlihat seperti lebih dari seorang teman itu karena aku dan Casssandra sudah berteman lebih dari 10 tahun.”

Mata Hyunji sudah berkaca-kaca saat ini, rasanya aneh melihat Donghae bicara dengan begitu serius pada awak media tapi di satu sisi Hyunji merasa sangat tersentuh dengan usaha Donghae yang mencoba membuat keadaan lebih jelas mengenai rumor yang selama ini beredar soal kedekatannya dengan aktris YS Entertaint tersebut.

“Kurasa apa yang kusampaikan pada kalian sekarang sudah cukup jelas. Aku tidak meminta kalian untuk tetap bersamaku, bahkan jika salah seorang penggemarku memutuskan untuk berhenti mencintaiku dan lebih memilih meninggalkanku, itu tidak ada apa-apa. Aku tidak akan menahan kalian karena aku berpikir aku pun tidak akan bisa menghentikan rencanaku ini. Tapi jika para penggemarku memutuskan untuk tetap berada di sisiku dan terus mendukung karierku, aku akan merasa sangat berterima kasih atas cinta tiada batas yang kalian berikan. Aku berjanji bahwa setelah aku menikah nanti, aku akan tetap melanjutkan karier akting dan menyanyiku. Terima kasih banyak, aku mencintai kalian.”

Donghae membungkukkan tubuhnya pada seluruh awak media, sementara pada layar besar itu Donghae seolah sedang membungkuk pada semua orang yang melihatnya di luar sana. Pria itu tersenyum senang atas apa yang sudah dilakukannya hari ini. Donghae merasa bahwa Ia telah melakukan hal yang benar karena dirinya telah berhasil menyampaikan kebenaran pada publik bahwa dirinya saat ini sedang menjalin hubungan dengan wanita pilihannya.

Sementara Hyunji yang masih berada di dekat halte kini sudah tidak dapat membendung rasa harunya lagi. Wanita berusia 28 tahun itu menangis terharu lantaran dirinya merasa sangat bangga pada sikap Donghae yang begitu bertanggung jawab atas masalah yang dimilikinya. Selain itu Hyunji juga merasa sangat bahagia lantaran dirinya bisa menjadi wanita pilihan Donghae setelah 3 tahun lamanya mereka menjalin kasih. Hyunji sungguh beruntung karena bisa bertemu dengan Donghae dan mencintai pria itu dengan tulus hingga saat ini.

.

.

.

*Fin*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s